Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Zia ul Haq dan Kenangan Pertempuran 10 November Surabaya

Zia Ul Haq pada saat itu datang bersama pasukan sekutu dan menjabat sebagai salah satu komandan Gurkha yang bertugas di Surabaya

Pertempuran di Surabaya pada tahun 1945. [gahetna.nl] ☆

''Kita bersaudara. Indonesia-Pakistan bersaudara!'' begitulah pernyataan berbagai pejabat Pakistan ketika menerima kunjungan delegasi Indonesia. Menurut mereka jasa Indonesia sangat besar terhadap negaranya, terutama ketika India-Pakistan terlibat dalam konflik pada dekade 60-an. Sosok Presiden Sukarno sangat terkenal di sana dan menghormatinya atau mendapat tempat khusus, layaknya salah satu pemimpin penting di Asia yang juga menjadi 'bapak bangsa Pakistan: Muhammad Ali Jinnah'.

''Merdeka…!'' pekik perjuangan ini di Pakistan ternyata cukup dikenal. Ketua Parlemen Pakistan kerap menyatakannya ketika membuka percakapan dalam pertemuan dengan delegasi Indonesia. Mereka tampaknya juga tahu bahwa kata 'Merdeka' itu serapan dari bahasa asal India (Sansekerta), yakni 'Maharddhi' yang arti harfiahnya adalah kemakmuran, kesempurnaan besar, keunggulan, kesucian.

Tak hanya itu kisah heroik angkatan perang Indonesia yang berani bertindak sebagai pihak pemisah ketika Pakistan dan India terlibat konflik. Keberanian para punggawa armada TNI angkatan laut ketika mencegah aksi penyerangan armada laut India terhadap armada kapal perang Pakistan mereka kenang sampai sekarang.

Namun, di antara sekian banyak tokoh Pakistan yang punya hubungan khusus dengan Indonesia setalah Ali Jinnah, adalah mendiang Presiden Muhammad Zia ul Haq. Bahkan, presiden yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat ini punya hubungan emosi langsung dengan peristiwa pertempuran besar di Surabaya, pada 10 November 1945. Zia Ul Haq pada saat itu datang bersama pasukan sekutu dan menjabat sebagai salah satu komandan Gurkha yang bertugas di Surabaya.

 Gurkha, Legiun Elit Dunia 

Dalam percaturan militer di dunia, ada salah satu garnisun yang sangat disegani. Meraka adalah tentara legiun 'Gurkha'. Legiun ini menjadi legendaris karena banyak terlibat dalam pertempuran besar dunia. Pihak Kerajaan Inggris memanfaatkan kemampuan tempur mereka yang luar biasa dengan melibatkannya ketika sekutu membombadir Surabaya pada 10 Oktober 1945.

Keahlian tempur mereka didapatan secara alami karena berasal dari suku yang terbiasa berperang. Kebanggaan terhadap korps ini sangtlah besar. Sosok pasukan ini begitu diagungkan di Pakistan. Bahkan kegemilangannya selalu ditarik hingga peristiwa kekalahan pasukan Iskandar Zulkarnain, pada masa awal Masehi saat menyerbu wilayah anak benua Asia, yakni India yang kemudian terpecah menjadi tiga negara yakni Pakistan, Inda, dan Bangladesh.

Sosok prajurit tempur itu juga terlihat secara jelas bila kemudian mengacu pada figur Zia ul Haq. Postur tubuhnya yang tegap dan tinggai jelas menjadi hal yang mencolok dan menegaskan bahwa dia adalah prajurit pilihan. Sosok seperti ini pun akan mudah terlihat bila melihat pada figur sebagian sosok petugas keamanan dan tentara di Pakistan pada masa kini. Tinggi badan mereka menjulang, rata-rata sektar 190 cm.

''Kemampuan tempur mereka ditempa oleh alam yang keras. Mereka bisa bertempur dengan baik berhari-hari meski hanya berbekal sepotong roti tawar dan beberapa liter air putih,'' begitu kisah seorang petinggi militer Pakistan, beberapa waktu silam ketika menerima kunjungan wartawan dari Indonesia.

 Mogok Bertempur Karena dengan Adzan dan Takbir! 

Karena pernah mengalami pertempuran langsung di Surabaya pada 10 November 1945, mantan Presden Pakistan Zia ul Haq ini selalu terkenang dengan kota yang terkenal dengan makanan rawon dan rujak cingurnya itu. Bahkan, pada tahun 80-an, semasa Zia ul Haq menjabat sebagai presiden dan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, dia secara khusus meminta kepada Presiden Suharto agar bisa berkunjung ke Surabaya.

Tentu saja, sebagai sesama mantan komandan tempur Suharto pun mengizinkannya. Dikabarkan saat Suharto menginyakan keinginannaya, wajah Zia ul Haq menjadi sumringah alias berseri-seri. Ini membuktikan kenangan pertempuran besar antara tentara sekutu (Inggris dan Austalia yang di dalamnya ada legiun Gurkha) begitu dalam membekas dalam hatinya. Zia ul Haq saat itu hanya seorang tentara dan tidak tahu tetek bengek politik dan pada awalnya tak paham bahwa kedatangan tentaranya itu diboncengi tentara Nica (Belanda) yang ingin menjajah kembali Indonesia.

Bagi kalangan rakyat yang sempat terlibat dalam peristiwa pertempuran itu, mereka juga melihat peran tentara Gurkha. Namun, mereka juga melihat keanehan ketika banyak diantara mereka yang mogok tak mau perang. Bahkan, beberapa orang malah melakukan disersi.

Mengapa demikian? Jawabnya karena tentara Gurkha yang salah satunya komandannya adalah Zia ul Haq terkejut ketika tiba di Surabaya dengan melihat banyaknya masjid dan meluasnya suara adzan ketika tiba waktu shalat. Mereka tiba-tiba sadar karena pihak yang mereka perangi adalah saudaranya sendiri, sesama Muslim. Maka mereka pun mogok tak mau bertempur.

Para legiun Gurkha itu pun kian kaget ketika teriakan para pejuang di tengah pertempuran adalah 'Allahu Akbar'. Maka praktis secara diam-diam sebagian tentara sekutu mengalami 'demoralisasi'. Apalagi tentara Gurkha pun pada saat itu aktif mengerjakan shalat berjamaah di berbagai masjid bersama warga lokal. Nah, kenangan itulah yang dirasakan Zia ul Haq ketika menjadi komandan pasukan Gurkha di Surabaya. Dan memori ini lestari hingga dia menjabat sebagai Presiden Pakistan.

Pekik 'Allahu Akbar' yang terdengar di tegah pertempuran memang menjadi pertanda bahwa pertempuran itu merupakan ajang perlawan kaum santri. Mereka bergerak setelah Hadratus Syekh Hasyum Asy'ari menyatakan perlawanan kepada penjajah adaah kewajiban setiap Muslim: Cinta tanah air adalah sebagian dari iman! Seruan pendiri NU ini tentu saja membakar semangat para santri yang datang dari berbagai pesantren yang tersebar, tak hanya dari seputaran Surabaya dan Jawa Timur saja, tapi hingga meluas di berbagai pesantren yang ada di Jawa Tengah dan Cirebon. Para santri itu datang untuk bertempur dengan naik kereta api ke Surabaya.

''Dua orang saudara kakek kami gugur dalam pertempuran di Surabaya. Mereka datang ke sana dengan naik kereta api dan tertembak ketika hendak masuk kota Surabaya dari arah Sidaorjo,'' begitu kata salah satu pengasuh pondok pesantren di desa Sumber Adi, Kebumen Jawa Tengah, beberapa waktu silam.

Dia mengatakan, mereka datang dan ikut bertempur melawan bala tentara Sekutu yang diboncengi Nica dengan semangat berjihad. Jadi masuk akal bila pasukan Gurkha yang salah satunya dikomandani Zia Ul Haq menjadi malas bertempur. Mereka tahu tak ingin tangannya berlumuran darah karena memerangi sesama Muslim. 
READ MORE - Zia ul Haq dan Kenangan Pertempuran 10 November Surabaya

Tuesday, 30 June 2015

Hari Ini, Waktu Bertambah Sedetik Jadi 24 Jam 1 Detik


Info Militer Terbaru-Detik kabisat kembali berlaku pada 30 Juni 2015. Satu detik ditambahkan, sehingga satu harinya menjadi 24 jam 1 detik.

"Menambah 1 detik pada tanggal 30 Juni 2015 sehingga setelah pukul 23.59.59, tidak langsung pukul 00.00.00 tapi menjadi 23.59.60. Setelah itu pukul 00.00 pergantian memasuki 1 Juli," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Prof. Thomas Djamaluddin saat dihubungi, Senin (29/6/2015) malam.

Djamaluddin menuturkan penambahan satu detik ini disesuaikan agar waktu di bumi sama persis dengan jam atom. Jam atom menurutnya dipergunakan sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

"Perbedaan jam matahari dan jam atom setidaknya dalam 40 tahun terakhir itu berbeda 25 detik dan itu sudah dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan secara berkala tetapi tidak pada rentang waktu yang sama. Penyesuaian biasanya dilakukan pada tanggal 30 Juni atau tanggal 31 Desember," papar Prof. Djamaluddin.

Karena saat ini diketahui terjadi penyimpangan 1 detik, Pusat Rujukan Sistem dan Layanan Rotasi Bumi di Paris, Prancis menurut dia memutuskan menyesuaikan kembali jam atom pada 30 Juni 2015. Sebelumnya detik kabisat terakhir terjadi pada tahun 2012.

"Mereka meneliti jam matahari dengan jam atom, ketika terjadi perbedaan 1 detik, maka diumumkan detik kabisat," imbuh Prof. Djamaluddin.

Penambahan 1 detik dalam satu hari khusus Selasa (30 /6) ini, sebut dia, tidak punya pengaruh bagi masyarakat. Lagipula penambahan satu detik ini menurut dia sudah diumumkan beberapa waktu lalu oleh Pusat Rujukan Sistem dan Layanan Rotasi Bumi di Paris.

"Hanya berpengaruh pada sistem yang mengandalakan catatan waktu yang akurat seperti untuk penentuan navigasi GPS. Kalau operator tidak bisa melakukan penyesuaian mungkin ada beberapa sistem yang tergantung pada waktu yang ketelitian detik itu akan terganggu," sambungnya.

Sumber : news.detik.com
READ MORE - Hari Ini, Waktu Bertambah Sedetik Jadi 24 Jam 1 Detik

Saturday, 20 June 2015

Lapan luncurkan satelit pemantau kapal Oktober 2015

Pengukuran pusat masa Lapan A2 di Bogor. (antaranews.com)
Pengukuran pusat masa Lapan A2 di Bogor. (antaranews.com)

Info Militer Terbaru-Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan meluncurkan satelit pemantau kapal menggunakan roket PSLV-C23 milik India pada Oktober 2015.

"Oktober nanti rencananya satelit Lapan-A2 diluncurkan untuk pemantauan kapal dan penginderaan jauh juga," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin tentang peluncuran satelit yang lama tertunda itu.

Ia mengatakan satelit Lapan-A2 akan diluncurkan dari pangkalan antariksa Sriharikota, India. "Tantangannya akan lebih besar dengan orbit di ekuator," katanya di Jakarta, Kamis.

Satelit yang pembangunan dan peluncurannya total menghabiskan dana Rp50 miliar itu bobotnya 100 kg dan dilengkapi dengan sensor Automatic Identification System (AIS) yang mampu mendeteksi pergerakan kapal-kapal di perairan Nusantara.

Satelit itu akan melintas sebanyak 15 kali dalam waktu sekitar 20 menit per hari.

Lapan sudah menggelar Kolokium untuk mempersiapkan peluncuran satelit Lapan-A2, yang antara lain membahas kesiapan setiap unsur penunjang operasi satelit di stasiun Bumi yang mencakup sistem stasiun Bumi, perangkat lunak kendali satelit, SOP operasi satelit Lapan-A2, kesiapan operator pelaksana operasi satelit, dan perawatan stasiun Bumi yang akan disiapkan di Rancabungur, Rumpin, dan Biak.

Lapan saat ini sedang mempersiapkan satelit A3 untuk pemantauan pertanian bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Pengembangan hingga peluncuran satelit ini, menurut Thomas, menghabiskan dana sekitar Rp65 miliar.

"Selanjutnya kita mempersiapkan satelit Lapan-A5 dan Lapan-A6. Kita juga menyiapkan Inmarsat dengan ukuran besar, dan Menko Maritim meminta sensor radar juga terpasang di sana, biayanya mahal mencapai Rp5 triliun," ujar dia.

Sumber: antaranews.com
READ MORE - Lapan luncurkan satelit pemantau kapal Oktober 2015

Saturday, 13 June 2015

Putra Yogya Pencipta Wahana Peluncur Satelit di Belanda


Info Militer Terbaru-Namanya Dwi Hartanto, kandidat doktor pada Technishe Universiteit Delft bidang Space Technology & Intelligent System. Dwi bersama tim dengan gemilang merancang bangun Satellite Launch Vehicle/SLV (Wahana Peluncur Satelit, red) dengan teknologi termutakhir.
Wahana yang diberi nama sandi The Apogee Ranger V7s (TARAV7s) sukses diluncurkan dari fasilitas tes roket dan alat tempur Ministerie van Defensie (Kementerian Pertahanan Belanda), 5 Juni 2015 tepat pukul 12.00 CET baru-baru ini.

“Teknologi wahana ini untuk memperbaiki atau menggantikan teknologi yang sudah ada. Ini memang proyek besar dan ambisius namun feasible, melibatkan berbagai organisasi dan kementerian besar di Belanda,” ujar Dwi kepada detikcom di Delft, Jumat (12 Juni 2015).

Proyek ini sepenuhnya dilakukan di Technishe Universiteit Delft dan didukung serta didanai oleh Kementerian Pertahanan Belanda, Nationaal Lucht-en Ruimtevaartlaboratorium (Laboratorium Antariksa Nasional Belanda), Airbus Defence dan Dutch Space, sebuah perusahaan terbesar di Belanda dalam bidang aerospace.

Dwi dan tim memulai dengan melakukan riset dalam beberapa bidang utama, antara lain merevolusi teknologi rocket engine-nya (khususnya teknologi hybrid rocket engine), desain material dan aerodinamika dari struktur pasif roket, auto-guidance radar dan sistem sensor roket.
Di samping itu juga sistem komputer dan kendali roket, desain sistem aerodinamik aktif roket, dan desain payload serta sub-sistem roket.

“Hasilnya adalah rancangan roket jenis 3 tingkat yang menggunakan hybrid engine serta dilengkapi dengan sistem aerodinamik aktif dan sistem komputer serta kendali roket modern,” imbuh Dwi.
Menurut ilmuwan muda dari Yogya, putra pasangan Bapak Chamdani dan Ibu Astri, salah satu dari sekian banyak inovasi yang dilakukan dalam desain ini adalah pengimplementasian sistem aerodinamika aktif, yang dikontrol oleh Stability Augmentation System (SAS) dan modul-modul Internal Measurement Unit (IMU).

Sistem aerodinamika aktif merupakan salah satu variabel paling penting dalam misi peluncuran ini karena tugasnya adalah menstabilkan, mengendalikan dan memaksimalkan trajectory (lintasan, red) dan apogee roket dengan menetralisir berbagai macam gangguan.

“Gangguan-gangguan itu misalnya perubahan arah angin yang masif dan tiba-tiba, perubahan dan keadaan lapisan-lapisan atmosfir, medan magnet dan ganguan-ganguan lain,” terang Dwi.

Selain itu, lanjut Dwi, semua sistem sensor dan flight-modules roket dikendalikan oleh sebuah flight-module utama berbasis octa-core @3Ghz dengan realtime GadoGadoOS 64-bit sebagai otak di belakangnya. Gado-Gado mengadopsi nama sayur salad ala Yogya.

Dwi sendiri menilai, bahwa sebagai langkah awal kemandirian dalam bidang wahana peluncur satelit, keberhasilan peluncuran TARAV7s merupakan sebuah langkah besar untuk terus berkembang di jalur riset yang tepat.

“Karena ditandai dengan pemecahan rekor di beberapa bagian,” cetus Dwi.

Rekor itu antara lain pada supersonic liftoff dan pencapaian titik jelajah apogee 23% lebih tinggi untuk jenis kelas roket yang sama.

Roket TARAV7s dengan diameter 310mm yang dilengkapi dengan hybrid engine dan stabilisator aerodinamika aktif tersebut mampu memberikan trust 200 kN yang optimal dan mampu mengantarkan modul scientific orbital payload di orbit 347 km.

Dengan keberhasilan misi peluncuran tahap awal ini, tim kembali didaulat untuk segera kembali ke Lab untuk terus mengembangkan roket generasi berikutnya yang langsung ditargetkan untuk bisa mengantarkan modul scientific orbital payload di Low Earth Orbit (LEO), yaitu sekitar 1.000 km.

Posisi Dwi Hartanto dalam rancang bangun teknologi dirgantara ini patut dicatat sebagai prestasi luar biasa, sebab riset bidang teknologi ini tergolong riset sensitif karena menyangkut rahasia kenegaraan dan intellectual property (IP), dan semua anggota timnya adalah orang Belanda, kecuali Dwi.

“Beberapa kali Profesor dan beberapa kolega dari Kementerian Pertahanan Belanda bercanda dengan saya agar berganti paspor saja, supaya memudahkan segala urusan, salah satunya adalah akses untuk keluar-masuk military test facility,” kisah Dwi.

Akan tetapi Dwi berhasil meyakinkan mereka bahwa hal itu bukan merupakan hambatan, selama keahliannya untuk berkontribusi pada riset dan pengembangan dalam bidang sensitif ini masih dibutuhkan, dihargai dan diakui, terbukti dengan suksesnya peluncuran wahana bersandi TARAV7s tahap pertama ini.

“Tidak satu pun dapat menghalangi putra-putri bangsa Indonesia untuk terus maju dan berani bermimpi besar dalam bidang-bidang yang diminati, tidak juga status kewarganegaraan,” pungkas Dwi.

Sebelumnya, Dwi juga telah terlibat dalam kesuksesan proyek mematangkan platform teknologi dan mengorbitkan active nano-satellite pertama di dunia.

Teknologi ini kemudian menjadi barometer dan acuan desain standar teknologi active nano-satellite pada universitas-universitas di seluruh dunia.

Dwi juga menjadi salah satu ahli di balik suksesnya beragam misi-misi ilmiah pada peluncuran active nano-satellite Delfi-n3Xt, Delfi-SMART dan DelFFi-sat, yang dalam persiapan tahap akhir untuk diluncurkan pada akhir 2015. Selamat!

Sumber: Detik.com
READ MORE - Putra Yogya Pencipta Wahana Peluncur Satelit di Belanda

Sunday, 19 April 2015

Pointer Laser Bisa Jatuhkan Pesawat?

Pointer Laser
Pointer Laser

Info Militer Terbaru-Pointer Laser Bisa Jatuhkan Pesawat. ini mungkin terdengar tidak mungkin. Tapi ini benar: pointer laser yang biasa kita gunakan untuk presentasi atau untuk menghibur kucing Anda benar-benar bisa menjatuhkan pesawat. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Menurut Federal Bureau of Investigation, berkas cahaya dari laser pointer genggam yang ditujukan ke pesawat dari darat dapat melakukan perjalanan lebih dari satu mil. Pilot yang mengalami serangan laser di kokpit sebanding dengan ketika sinar flash kamera menerpa sopir mobil yang sedang berjalan di kegelapan [sumber: FBI].

Laser pointer khas seperti jenis yang digunakan oleh para astronom amatir untuk menunjukkan rasi bintang atau yang digunakan dosen selama kuliah memiliki output sekitar 5 miliwatt. Amat sangat kecil jika dibandingkan dengan pesawat. Tapi tidak seperti lampu pijar yang dirancang untuk menerangi ruang yang besar, cahaya dari laser pointer terkonsentrasi menjadi sinar sempit yang menyebar sangat lambat.

Efek pointer laser ketika menghantam kopkit pesawat
Efek pointer laser ketika menghantam kopkit pesawat

Federal Aviation Administration menemukan bahwa sinar laser hijau standar 5-milliwatt mampu menyebabkan luka bakar di retina pada jarak hingga 50 kaki (15 meter) dan kebutaan flash di hampir jarak seperempat mil (350 meter). Pada 2 mil (3 kilometer), laser pointer 5-milliwatt mampu mengganggu penglihatan pilot yang dapat menyebabkan pendaratan dibatalkan [sumber: Fienberg].

Pada akhir 2013 memang tidak ada kecelakaan pesawat telah dikaitkan dengan laser pointer, tetapi potensi bahaya nyata tetap ada [sumber: The Economist]. Karena kedipan laser yang paling mungkin terjadi selama lepas landas dan mendarat ketika pesawat dekat dengan tanah, bahkan gangguan kecil dapat merupakan bahaya bagi penerbangan. Pilot dalam beberapa insiden penyerangan laser menderita kebutaan sementara, dan, dalam beberapa kasus ekstrem , pilot telah dirawat di rumah sakit dengan luka bakar pada retina [sumber: Cortez, Hartmann, Koerner].

Di Amerika Serikat, menggunakan laser untuk menghantam pesawat adalah kejahatan dan pasti akan diburu oleh FBI. Sejak tahun 2005, FBI telah bekerja dengan FAA untuk melacak serangan laser bahkan menawarkan hadiah sampai US$10.000 jika ada yang memberi informasi yang mengarah pada penangkapan orang yang dengan sengaja mengarahkan laser pada pesawat [sumber: FBI].

Sumber: howstuffworks.com
READ MORE - Pointer Laser Bisa Jatuhkan Pesawat?