Showing posts with label Pesawat. Show all posts
Showing posts with label Pesawat. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Penampakan Pesawat N219

✈ N219 rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi dalam seremoni acara roll out dalam waktu dekat. 

✈ N219 saat proses pembuatan [PTDI]

Info Militer Terbaru - Pesawat N219 selesai dikerjakan di hanggar PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat. Dalam waktu dekat akan ada seremoni roll out atau keluar hanggar, sebelum pesawat angkut ringan ini mengudara.

Hari ini, PT DI menggelar syukuran selesainya pengerjaan perancangan dan pembangunan desain struktur pesawat N219. Tuntasnya desain struktur N219 ini hasil kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
READ MORE - Penampakan Pesawat N219

Thursday, 12 November 2015

★ Pesawat N219 Buatan Indonesia Gagal Roll Out

Karena Jokowi Tak Hadir 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPbGSLMMCQ8hOocOVN3N-JF4WNwMO0nGpL_BU3xOHWV790LF4v1aufrUpAL6I-hMgO62coiPwFArEwnJ-MyT-65wTpZ7o-LQeYQ2b10N_nuiuMU1pewjx8aSSIzImvwkDgu4PUm0a-m__u/s1600/n219.jpg

Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia siap roll out [defense.pk] ☆

Info Militer Terbaru - Industri penerbangan Indonesia kembali membuat pesawat jenis komersil. Pesawat tersebut merupakan produksi anak negeri yang langsung dipimpin oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Menurut Ketua Serikat Pekerja PT Dirgantara Indonesia (DI) khaidir, proses pembuatan pesawat ini sudah dilakukan sejak 2011. Meskipun sebagian besar komponen didatangkan dari luar negeri, namun keseluruhan pengerjaan dilakukan oleh anak bangsa.

"Itu 100 persen buatan Indonesia, tidak ada bule satu pun," ujar Khaidir di Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Pesawat ini merupakan jenis pesawat komersil dengan kapasitas 19 orang penumpang. Saat ini pesawat tersebut telah selesai dirakit, namun belum bisa diperlihatkan ke publik.

"Saat ini berada di Bandung, tapi belum bisa diakses publik karena masih menunggu roll out dari Presiden".

Pesawat yang diberi label N219 ini rencananya akan diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini sejalan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Namun, karena presiden berhalangan hadir, proses peluncuran gagal dilakukan hari ini dan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kita masih belum tahu kapan akan roll out lagi, masih menunggu presiden," imbuh Khaidir. (rzk)
READ MORE - ★ Pesawat N219 Buatan Indonesia Gagal Roll Out

Wednesday, 11 November 2015

Kronologi TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat di Tarakan

Nomor perizinan ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia 

Lanud Tarakan ☆

Info Militer Terbaru - TNI Angkatan Udara berhasil menyergap dan memaksa pesawat asing yang terbang tanpa izin di wilayah Indonesia. Pesawat itu dikendalikan oleh pilot bernama Letkol James Patrick Murphy yang merupakan prajurit US Navy (resauorch). Bagaimana kronologinya?

Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea menjelaskan, pesawat asing dengan nomor N-90676 itu sudah terdeteksi melintasi langit Kalimantan Utara pada Senin (9/11/2015) sekitar pukul 12.17 WIB. Penerbangan itu tidak tercatat rencana penerbangan Flight Cleareance Information System (FCIS) sehingga dikategorikan penerbangan gelap dan melanggar keamanan nasional Indonesia.

"Melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah berupaya meminta agar pesawat mendarat di Tarakan, tetapi pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single masih tetap membandel dan tidak mau mendaratkan pesawat di Lanud Tarakan," kata Tiopan dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom Senin (9/11/2015).

Karena itu, lanjut Tiopan, dua pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin, Makassar, langsung diberi komando untuk melakukan pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada pukul 14.25 Wita.

"Pesawat Pilatus N-90676 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara flight information region (FIR) Filipina dan Malaysia, tetapi dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia," ujarnya.

Menurut keterangan pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single, kata Tiopan, misi penerbangan itu adalah Private Flight Charter. Pesawat tersebut berkapasitas maksimal 1 penumpang.

"Pesawat berangkat tanggal 08 November dari Honolulu (Hawai)-Tarawah (Kiribara Island), selanjutnya pada tanggal 09 November melanjutkan perjalanan dari Tarawah (Kiribata Island)-YAT (Micronesia Island) dan mendarat di Bandara Changi Singapura lewat wilayah udara Filipina Mindanao dan Serawak Malaysia," jelasnya.

Namun selepas Wilayah Udara Mindanao Filipina, pilot pesawat memotong wilayah udara Ambalat Kalimantan Utara dan hendak melintasi Kalimantan menuju Serawak dan Singapura. Pilot mengaku memasuki wilayah udara Indonesia untuk menghindari cuaca buruk. Sementara agen dari Honolulu Jet Company yang memberikan nomor perizinan ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia, tetapi hanya izin melintasi FIR Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Perintah penyergapan diinstruksikan langsung oleh Panglima Kohanudnas Marsekal Muda Abdul Muis berdasarkan laporan bahwa pesawat asing ini tidak mematuhi perintah mendarat lewat komunikasi dengan air traffic controller (ATC).

Tiopan menegaskan, dua pesawat Sukhoi yang dikerahkan berhasil menyergap dan memaksa pesawat tersebut mendarat tanpa perlawanan di Bandara Juwata Tarakan. Setelah mendarat, anggota Lanud Tarakan dengan bersenjatakan senapan segera membawa pilot untuk diperiksa. (idh/rvk)

 TNI AU Masih Periksa Pilot Militer AS yang Masuki Kawasan Udara RI 

TNI Angkatan Udara masih melakukan pemeriksaan terhadap pilot pesawat kecil jenis Propeler First Engine Cessna nomor lambung N96706, dengan pilot Letkol James Patrick Murphy (US Navy-penerbang AL Amerika Serikat).

"Pilot diamankan di Pangkalan Udara Tarakan, dan tetap diperlakukan dengan baik, serta hari ini pemeriksaan masih dilanjutkan," kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Andi Gunawan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (10/11).

Pihak perusahaan penerbangan penyewaan Aircraft Guarantee yang memiliki pesawat itu, enggan mengkonfirmasi terkait izin rute penerbangan dari Filipina ke Singapura dengan menggunakan rute darurat.

"Pilot menghindari cuaca buruk sebagaimana yang diakui oleh pilot tersebut saat pemeriksaan tadi sore," kata Andi.

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat dan perusahaan penerbangan Aircraft Guarantee belum bisa mengkonfirmasi masalah pelanggaran rute penerbangan dari Filipina ke Bandara Selectar Singapura, sehingga pesawat itu keluar dari rute yang seharusnya.

Terkait status pilot sebagai anggota militer Amerika Serikat masih menunggu proses pemeriksaan security clearance yang ditangani Mabes TNI. Hasilnya akan disampaikan ke Mabes TNI AU diteruskan kepada Pangkalan TNI AU Tarakan. Proses izin exit permit masih diurus oleh Kedubes AS ke Kementerian Luar Negeri RI, dan hasilnya masih menunggu.

"Semalam pilot Murphy, setelah menjalani pemeriksaan BO Air Nav Bandara Juwata Tarakan sampai pukul 19.45 WITA dikawal oleh pihak provost TNI AU ke tempat istirahat sementara di mess TNI AU Tarakan dengan pengawasan ketat oleh TNI," ujar Andi. 

detik | Beritasatu  
READ MORE - Kronologi TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat di Tarakan

Saturday, 7 November 2015

Indonesia Gencar Bikin Pesawat, Setelah N219 Berikutnya N245 dan N270

Pesawat angkut rngan N219 (photo : Kaskus Militer)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana mengembangkan pesawat lanjutan pasca N219. Sebelum N219 terbang perdana (first flight) pada Mei 2016, PTDI dan LAPAN pada awal 2016 akan memulai mengembangkan pesawat berkapasitas antara 50 penumpang hingga 90 penumpang yakni N245 dan N270.

Tahap awal, PTDI dan LAPAN masuk pada pesawat baling-baling kelas 50-60 penumpang di 2016. Pesawat ini adalah N245, yang merupakan pesawat baling-baling pengembangan dari pesawat versi militer, CN235.

PTDI dan LAPAN memulai pengembangan N245, meskipun N219 belum terbang karena proses pengembangan pesawat dari desain konseptual dan feasibility study, hingga pesawat mengantongi sertfikasi dan siap produksi memakan waktu tidak sebentar.

“Proses pengembangan pesawat bukan langsung gambar maksudnya program ini dimulai, sambil N219 berjalan dan sudah mendekati selesai. Kita (untuk N219) melakukan studi pasar sama membuat desain konseptual terlebih dahulu,” kata Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN, Agus Aribowo, kepada detikFinance, Selasa (3/11/2015).

Setelah melakukan desain konseptual dan diketahui tentang potensi pasar, PTDI dan LAPAN melakukan pada tahapan uji terowongan angin fase 1. Selanjutnya, PTDI dan LAPAN melakukan verifikasi desain dan disusul preliminary design. Di sini bentuk pesawat sudah terlihat aerodinamiknya.

Proses kemudian berlanjut ke uji terowongan ke-2 dan ke-3, baru masuk ke fase detil desain. Di sini seluruh komponen pesawat digambar secara detil. Proses berikutnya ialah pembuatan prototype.
“Baru roll out dan terakhir test flight dalam rangka sertifikasi,” jelasnya.

4434560496e44a1eb02c630e91491f65


PT.DI dan LAPAN menargetkan pesawat N245 bisa mengantongi sertifikasi dari regulator penerbangan nasional pada akhir 2019.

Agus menjelaskan, pengembangan N245 relatif tidak terlalu komplek daripada pengembangan N219, karena N245 merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari CN235 yang telah lama dikembangkan oleh PTDI bersama Airbus Military. Dengan modifikasi, N245 bisa memiliki kapasitas 50 sampai 60 penumpang.

“Kebutuhan pasar dengan kemampuan basic CN235, itu kita akan modifikasi dari versi militer jadi versi sipil dengan ganti engine yang lebih efisien dan lebih irit. Kemudian avionic system pada cokpit diganti dengan varian terbaru yakni glass cockpit,” tuturnya.

Untuk varian N270, PTDI dan LAPAN merencanakan pengembangan pesawat ini pada periode 2019-2024. N270 dirancang mampu membawa penumpang antara 70 sampai 90 orang.

“N270 itu memanjangkan yang N245 jadi 70-90 penumpang. Ini biaya development lebih irit karena hanya pengembangan,” jelasnya.

Detik
READ MORE - Indonesia Gencar Bikin Pesawat, Setelah N219 Berikutnya N245 dan N270

Saturday, 29 August 2015

Pentagon Mulai Bangun Drone Berbasis Pesawat Induk


Info Militer Terbaru - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pentagon ingin merancang sebuah armada drone yang bisa diluncurkan dari pesawat yang lebih besar sebelum kemudian mengeroyok pesawat musuh dan kembali ke pesawat induk mereka setelah misi.

Defense Advanced Research Initiatives Organization (DARPA) menjuluki teknologi ini sebagai “Gremlins,”  yang diharapkan akan lebih murah daripada drone standar dan mampu melakukan 20 penerbangan.

DARPA membayangkan Gremlins sebagai jalan tengah antara senjata rudal yang hanya bisa digunakan sekali serta drone standar yang mahal, kompleks tetapi tahan lama.

Untuk memulai Gremlins ini, militer ingin mengubah pesawat kargo besar C-130 menjadi kapal induk darurat.

DARPA juga telah mengeluarkan undangan untuk industri kedirgantaraan untuk ikut dalam application ini.
READ MORE - Pentagon Mulai Bangun Drone Berbasis Pesawat Induk

Wednesday, 5 August 2015

Pasukan Khusus AS Terima AC-130J Ghostrider Tempur Pertama


Info Militer Terbaru - Komando Operasi Khusus Angkatan Udara atau Air Force Special Operations Comman (AFSOC) AS telah menerima Lockheed Martin AC-130J Ghostrider tempur pertama menjelang pengujian operasional yang akan dimulai akhir tahun ini.

Pesawat tiba di Lapangan Hurlburt di Florida minggu lalu dan sekarang ditugaskan untuk detasemen kedua 1 Special Operations Group untuk uji coba penerbangan.

Ghostrider kedua tengah dalam produksi  dan tidak memiliki meriam 105mm seperti tiga AC-130J yang dipakai sebelumnya.

Pesawat ini akan membawa meriam menengah kaliber 30mm dan paket serangan presisi  yang terdiri dari amunisi dipandu seperti Boeing Small Diameter Bomb dan Raytheon Griffin. Pesawat ini akhirnya akan mempekerjakan rudal Hellfire.

AC-130J berasal dari MC-130J Commando II Jenis transportasi tanker yang dirancang untuk menggantikan 37 AC-130 Spectre, Spooky dan Stinger II tempur dengan sejumlah sepadan pesawat dalam konfigurasi tunggal.

Model J menggunakan mesin Rolls-Royce AE 2100 turboprop yang lebih kuat tetapi lebih hemat bahan bakar dibandingkan dengan Allison T56s pada model lama, memungkinkan operator pasukan khusus untuk “terbang lebih tinggi, lebih jauh dan lebih tenang,” menurut salah satu pejabat yang dikutip dalam pernyataan pers AFSOC.

Letkol Brett DeAngelis, komandan kelompok , mengatakan pesawat akan diuji dengan dimasukkan dalam lingkungan tempur simulasi untuk menemukan masalah apapun selama pengujian perkembangan di Eglin AFB.

“Sekarang kita tahu peralatan bekerja ketika kita hidupkan, itu tugas kita untuk menentukan cara terbaik untuk menggunakan aset terbaru kami,” katanya.

Program Ghostrider bertujuan untuk mencapai kemampuan operasional awal tahun 2018 dan pensiun pesawat lama terakhir di 2022, menurut AFSOC. Pesawat ketiga   dengan meriam 105mm, diharapkan akan siap pada tahun 2016.

Prototipe pertama dilaporkan masih didasarkan pada Eglin AFB setelah kecelakaan pada bulan April. Ini pertama kali terbang pada Januari 2014.
READ MORE - Pasukan Khusus AS Terima AC-130J Ghostrider Tempur Pertama

Wednesday, 8 July 2015

Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules


Info Militer Terbaru-Angkatan Udara Indonesia berencana mengganti pesawat angkut berat Hercules C-130 yang sudah tua. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan pihaknya telah melakukan kajian mengenai calon pengganti Hercules itu sudah dikirim ke Kementerian Pertahanan.

“Sudah kami kirim jauh-jauh hari sebelum kecelakaan Hercules A-1310 di Medan pekan lalu,” kata Agus.

Dalam kajian yang dikirim ke Kementerian Pertahanan, TNI AU mengincar dua jenis pesawat angkut kelas berat, yakni Airbus A400M Atlas dan Antonov An-70. Soal harga masing-masing merupakan ranah Kementerian Pertahanan.

A400 merupakan pesawat angkut berat buatan Airbus. Pesawat ini telah dibeli beberapa negara antara lain Spanyol, Inggris, Turki, dan Malaysia. Namun pada Mei lalu pesawat ini mengalami masalah setelah salah satu pesawat yang tengah diuji jatuh dan terbakar di Sevilla Spanyol. Pesawat ini juga didera dengan berbagai persoalan teknis termasuk keterlambatan pengiriman dan mundurnya pencapaian kemampuan operasional pesawat.

Sementara An-70 adalah pesawatadalah pesawat empat mesin yang dikembangkan Ukraina dan Rusia. Dengan kargo berukuran 22,4 m panjang, 4,80 m lebar, dan 4,40 m. Pesawat ini, dikombinasikan dengan kemampuan daya rentang 6. 598 km (dengan 20.000 kg payload) dan muatan maksimum 47.000 kg, menempatkan An-70 dalam kategori yang sama dengan A400M Atlas dari Airbus.

Tetapi pesawat ini juga mengalami masalah dalam pengembangan karena konflik Ukraina- Rusia yang menyebabkan Moskow kemudian menarik diri dari program tersebut. Dengan program yang dipimpin oleh Ukraina tetapi sebagian besar dibiayai oleh Rusia. Proyek jadi kacau balau karena konflik di negara tersebut. Terlebih melibatkan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menghapus Antonov An-70 pesawat angkut militer, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan Ukraina, dari program persenjataan nasional, kata surat kabar Izvestia sebagaimana dikutip Ria Novosti Senin 2 Maret 2015 lalu.

Sedangkan Ukraina pada Januari 2015 menyetujui produksi pesawat ini dan akan memperkenalkan ke layanan angkatan bersenjatanya. Serial produksi sekarang akan mulai, meskipun perusahaan tidak menentukan jadwal pasti

Asisten Perencanaan KSAU Marsekal Muda M. Syafii mengatakan penggantian pesawat Hercules masuk program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI bertajuk “Minimum Essential Force” (MEF). “Seharusnya masuk dalam rencana strategis pengadaan 2015-2019,” kata Syafii sebagaimana dikutip Tempo.

Marsekal Agus Supriatna berharap pemerintah memprioritaskan rencana pembelian pesawat angkut berat tersebut, terlebih setelah jatuhnya Hercules di Medan. Kecelakaan pesawat buatan 1964 itu merenggut 33 nyawa personel TNI AU dan enam anggota TNI AD serta 83 warga sipil yang ikut menumpang.
READ MORE - Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules

Tuesday, 30 June 2015

Pesawat Hercules TNI AU Jatuh Dekat Pemukiman Penduduk di Medan


Info Militer Terbaru-Satu pesawat militer dilaporkan jatuh di wilayah Medan, Sumatera Utara (Sumut). Masih belum dipastikan ada atau tidaknya korban dalam kecelakaan ini.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah II M Nasir Usman mengaku mendapat laporan tentang pesawat jatuh. Tetapi dia belum bisa memberikan informasi lengkap.

"Kami mendapat informasi soal pesawat yang jatuh sekitar seperempat jam yang lalu. Tetapi jenis pastinya, atau ada tidaknya korban, kami belum mendapat informasi," kata Nasir yang dihubungi sekitar pukul 12.03 WIB, Selasa (30/6/2015).

Pesawat itu dilaporkan berjenis Hercules, terbang dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo, Medan. Tetapi tujuan dan jam keberangkatan belum diperoleh informasi.

Sumber: detik.com
READ MORE - Pesawat Hercules TNI AU Jatuh Dekat Pemukiman Penduduk di Medan

Saturday, 20 June 2015

Pesawat Intelijen Baru Rusia Tu-214R Terlacak di Perbatasan Ukraina

Tu-214R 
Tu-214R

Info Militer Terbaru-Sosial media hiruk-pikuk setelah Tu-214R Angkatan Udara Rusia terlihat dan dilacak di Internet. Sinyal transponder ADS-B dideteksi oleh Flightradar24 terbang dari Kazan ke Crimea dan kembali lagi  engikuti perbatasan antara Rusia dan Ukraina pada 18 Juni.

Dibangun oleh Kazan Aircraft Production Association’s (KAPO) dan diterbangkan dari lapangan udara perusahaan, Tu-214R terdaftar sebagai RA-64514, nomor seri 42305014, adalah pesawat kedua dari dua yang telah dibangun di bawah kontrak dengan Departemen Rusia Pertahanan.

Tu-214R adalah pesawat ISR (Intelligence Surveillance Reconnaissance) Rusia yang dilengkapi dengan sistem radar semua cuaca dan sensor optik elektro yang menghasilkan citra foto, gambar-gambar ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan posisi pasukan musuh, bahkan jika ini disamarkan atau disembunyikan di batah tanah target itu tetap akan terlacak.

Pesawat ini juga membawa paket sensor untuk melakukan misi ELINT (Electronic Intelligence) dan SIGINT (Signal Intelligence): antena dari Tu-214R bisa mencegat sinyal yang dipancarkan oleh sistem musuh (radar, pesawat, radio, tempur, ponsel dll) sehingga dapat membangun EOB (Electronic Order of Battle) kekuatan musuh: di mana pasukan musuh beroperasi, jenis peralatan apa yang mereka gunakan dan, menyadap komunikasi radio / telepon, apa yang mereka lakukan dan apa langkah berikutnya.

Pesawat mungkin belum secara resmi beroperasi. Pesawat ini memiliki jenis yang sama jika dilihat dari tonjolan eksternal yang selalu ada di pesawat intelijen lainnya, seperti RC-135 AS atau B-707 Israel dengan sistem Phalcon, bersama dengan perbedaan kecil dengan operasi pertama Tu-214R, RA-64511 , nomor seri 42305011. Lalu kenapa pesawat itu menyisir di perbatasan Ukraina? Tidak ada jawaban jelas. Kemungkinan tengah menguji peralatan mereka sembari memantau Ukraina.
READ MORE - Pesawat Intelijen Baru Rusia Tu-214R Terlacak di Perbatasan Ukraina

Friday, 12 June 2015

A400M Digrounded, Airbus Kehabisan Ruang Parkir


Info Militer Terbaru-Airbus Defence and Space kehabisan ruang parkir untuk pesawat angkut A400M yang telah digrounded di final assembly line (FAL) di Seville, sebuah sumber mengatakan IHS Jane 10 Juni 2015.

Semua pesawat yang ada di garis produksi FAL saat ini tunduk pada perintah larangan terbang yang dikeluarkan Directorate General of Armament and Material (DGAM) Spanyol Airbus kehabisan ruang untuk mengakomodasi A400M.

Kurangnya ruang parkir diperparah kenyataan bahwa fasilitas ini juga rumah bagi-perusahaan milik armada pesawat uji ‘Grizzly’, serta dengan C295 dan CN235 yang juga diproduksi di situs itu.

“Ada tiga A400 Inggris dan satu Prancis sudah di jalan dan menunggu pengiriman sebelum kecelakaan yang fatal [pesawat Turki MSN023 pada tanggal 9 Mei],” kata sumber itu, menambahkan: “Tiga pesawat Inggris sekarang ada di bawah sinar matahari Seville menunggu penerbangan pertama mereka, dengan set lain untuk bergabung dengan mereka besok [pada tanggal 11 Juni]. Produksi tidak bisa dihidupkan dan dimatikan, dan dengan pesawat masih dibangun kita dengan cepat kehabisan ruang. ”

Status armada A400M adalah 12 pesawat sudah disampaikan ke Jerman, Malaysia, Turki, dan Inggris. Negara-negara ini menggrounded armadanya sambil menunggu hasil penyelidikan kecelakaan.

Pihak berwenang Spanyol belum menyampaikan secara resmi hasil penyelidikan, tapi Airbus telah mengeluarkan dua pemberitahuan kepada operator berdasarkan analisis sendiri. Pemberitahuan ini terkait dengan empat mesin EuroProp Internasional TP400-D6 A400M, tiga di antaranya berfungsi pada saat penerbangan nahas MSN023. Dengan pemberitahuan ini di tempat Airbus sekarang percaya bahwa A400M tersebut aman untuk melanjutkan operasi penerbangan, dan pada tanggal 10 Juni, kata kepala divisi pesawat militer Fernando Alonso. Dia mengharapkan DGAM segera mengizinkan kembali terbang.
READ MORE - A400M Digrounded, Airbus Kehabisan Ruang Parkir

Tuesday, 9 June 2015

Ahli Matematika Pecahkan Misteri MH370


Info Militer Terbaru-Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh seorang profesor matematika telah melakukan simulasi numerik, menggunakan matematika terapan serta komputasi dinamika fluida. Hasil kerja mereka memecahkan sejumlah misteri dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang jatuh dan hingga sekarang belum ditemukan.

Mereka membuat pernyataan forensik bahwa kemungkinan turun dan jatuh menukik 90 derajat. Hal ini menjelaskan kurangnya puing-puing atau minyak tumpah di dalam air dekat tempat pesawat tersebut diduga telah jatuh.

“Saat-saat akhir MH370 kemungkinan akan tetap menjadi misteri sampai suatu hari nanti, ketika kotak hitam akhirnya pulih dan diterjemahkan,” kata Dr Goong Chen, seorang matematikawan terapan. “Tapi forensik sangat mendukung bahwa MH370 terjun ke laut di menukik tajam.”

Tim ini telah menerbitkan hasil penelitian mereka setelah simulasi komputer numerik dan pemodelan pada Supercomputer RAAD di Texas A & M di Qatar, menggunakan matematika terapan dan komputasi dinamika fluida. Artikel ini dimuat di Notices of the American Mathematical Society edisi April 2015.


Dalam upaya penyelamatan dan pemulihan yang melibatkan kecelakaan pesawat dalam air, pencarian puing-puing mengambang dan minyak adalah kunci. Jadi, Chen bertanya-tanya, mengapa ada pernah ada puing-puing yang ditemukan sama sekali sejauh ini untuk MH370?

Simulasi komputer mengarah pada pernyataan forensik yang menukik 90 derajat menjelaskan kurangnya puing-puing atau minyak tumpah di air dekat tempat pesawat tersebut diduga telah jatuh.

Para peneliti menggunakan matematika terapan dan komputasi dinamika fluida. Berdasarkan semua bukti yang tersedia, teori sebagian besar mungkin adalah bahwa pesawat itu memasuki air di sudut vertikal atau curam.Simulasi dinamis cairan menunjukkan bahwa selama masuk air secara vertikal, tidak akan ada wilayah benturan besar.


Malaysia Airlines Boeing 777, dengan 239 penumpang dan awak, hilang pada Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Setelah sekitar satu jam perjalanan, pesawat menghilang dari radar, dan kemungkinan besar jatuh di Samudera Hindia. Tidak ada jejak pesawat telah ditemukan.
READ MORE - Ahli Matematika Pecahkan Misteri MH370

Friday, 15 May 2015

China Kekurangan Pesawat untuk Bangun KJ-2000

KJ-2000
KJ-2000

Info Militer Terbaru-Meski setelah mengembangkan lima jenis pesawat peringatan dini, China tetap tidak dapat membangun lebih dari lima KJ-2000 karena kurangnya badan pesawat yang bisa digunakan, menurut laporan oleh outlet berita berbahasa China Duowei.

China mulai pengembangan generasi pertama pesawat peringatan dini yang berbasis pada bomber Tu-4 yang disediakan oleh Uni Soviet tahun 1960-an. Namun, China tidak dapat menempatkan pesawat yang dikenal sebagai-KJ 1 ke layanan karena tidak bisa membangun sistem radar yang tepat. Pesawat itu saat ini dipamerkan di Museum Penerbangan China yang terletak di Beijing.

Dalam laporannya 12 Mei 2015, China Duowei menyebutkan pada akhir 1990-an, China berusaha untuk membeli sistem radar Phalcon dari Israel dan menginstalnya ke dalam empat pesawat kargo Il-76 buatan Rusia versi upgrade. Namun, kesepakatan itu dibatalkan karena protes dari Amerika Serikat. China kemudian menghinvestasikan usaha yang luar biasa dalam pengembangan sistem radar array untuk pesawat peringatan dini masa depan. Dengan menggabungkan Il-76 dengan radar yang dirancang dalam negeri berbentuk cakram, China berhasil menciptakan KJ-2000 pada tahun 2004.

Karena semua KJ-2000 telah dibangun dibangun dengan pesawat Il-76 kargo yang dibeli dari Rusia, China saat ini tidak dapat menghasilkan pesawat peringatan dini dalam jumlah besar. Beijing baru-baru ini membeli pesawat sejenis dari negara lain, tetapi tidak satupun dari mereka telah dilaporkan untuk dimodifikasi menjadi KJ-2000. Untuk mengatasi masalah ini, China sedang menguji sebuah pesawat kargo buatan dalam negeri baru bernama Y-20. Namun, perkembangannya tidak mungkin akan selesai dalam jangka pendek.
READ MORE - China Kekurangan Pesawat untuk Bangun KJ-2000

Thursday, 14 May 2015

Indonesia-Jepang Bicarakan Pembelian US-2

pesawat militer Amphibi US-2
pesawat militer Amphibi US-2

Info Militer Terbaru-Indonesia dan Jepang dalam pembicaraan untuk pembelian pesawat militer Amphibi US-2 buatan ShinMaywa Industries. Pesawat multifungsi ini memang menjadi incaran Indonesia, sejak Beriev Be-200 Altair yang juga sempat dibidik TNI AU tak kunjung jelas.

Saat ini, pemerintah Jepang menunggu ketegasan dari Indonesia. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra mengatakan, pemerintah Jepang sedang menunggu penawaran sistem dan skema pembelian pesawat ini dari Indonesia.

Mengutip Yusron, IHS Jane mengungkap hal tersebut saat mengujungi Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Selasa 5 Mei 2015) di Kantor Kemhan, Jakarta. “Kami menyampaikan implementasi MoU kerja sama di bidang pertahanan antara RI dan Jepang, khususnya perkembangan rencana pengadaan pesawat AmphibiShinMaywa Industries US-2 dari Jepang,” kata Yusron.

AmphibiShinMaywa Industries US-2 ini bisa digunakan untuk operasi militer selain perang, seperti misi penyelamatan di laut dan sebagai alat transportasi angkut udara untuk membantu penanganan bencana alam.

Salah satu keunggulan US-2 ini, yaitu pesawat ini bisa menahan gelombang ombak setinggi 3 meter saat berada di laut.US-2, sebagai pesawat amfibi Short Take Off and Landing (STOL) dapat mendarat di tanah atau air. Pesawat ini mampu membawa 11 awak ditambah 20 penumpang atau 12 tandu pasien saat bertindak sebagai ambulans udara dengan beban maksimal sampai 17 ton.

Pesawat dapat melaju 560 km per jam dengan mesin 4 × Rolls-Royce AE 2100J turboprop, 3,424 kW (4,591 shp), dan 6 baling-baling Dowty R414.
READ MORE - Indonesia-Jepang Bicarakan Pembelian US-2

Wednesday, 13 May 2015

A400M Kembali Terbang

A400 Atlas pertama Angkatan Udara Inggris
A400 Atlas pertama Angkatan Udara Inggris

Info Militer Terbaru-Airbus Defence & Space mengumumkan telah menerbangkan kembali Airbus A400M pada Selasa 12 Mei 2015 atau  tiga hari setelah kecelakaan tragis di Sevilla yang menewaskan empat karyawan Airbus dan melukai dua lainnya. Sebuah A400M terbang dari Toulouse ke Seville selama 1 jam 50 menit dalam sebuah uji penerbangan.

Kepala divisi militer Airbus, Fernando Alonso, berada di dalam pesawat. “Para awak pesawat yang jatuh pasti ingin uji terbang A400M dilanjutkan. Penerbangan ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kami,” kata Alonso.

Airbus pada hari Minggu sudah mengatakan akan terus menerbangkan pesawat transportasi militer ini, untuk menunjukkan keyakinan perusahaan pada pesawat. Airtbus tidak menanggapi klaim bahwa kegagalan mesin yang menyebabkan kecelakaan pada hari Sabtu, yang melibatkan A400M baru pada uji terbang pertamanya. Pesawat itu dimaksudkan untuk pengiriman ke Turki.

Sementara itu, pihak berwenang Spanyol telah melarang uji terbang dengan pesawat currenlty produksi di Sevilla. Pesawat yang terbang pada Selasa, adalah pesawat pengembangan yang dimiliki oleh Airbus.

Pesawat ini juga masih dilarang terbang oleh angkatan udara Inggris, Jerman, Turki dan Malaysia. Airbus telah berjanji akan transparan dalam penyelidikan kecelakaan fatal, tapi di sisi lain belum merilis pernyataan pers resmi sejak Sabtu.

READ MORE - A400M Kembali Terbang

Monday, 11 May 2015

Setelah Jerman Kini Giliran Inggris Kandangkan A400M

A400M
A400M

Info Militer Terbaru-Setelah Jerman, Angkatan Udara Inggris juga memutuskan untuk melarang terbang pesawat A400M  milik mereka setelah kecelakaan terjadi pada jenis pesawat tersebut di di bandara San Pablo, Sevilla, Spanyol selatan Sabtu 9 Mei 2015. Pesawat yang jatuh adalah versi untuk Turki dan mengakibatkan empat orang, dengan yang lain masih belum ditemukan.

“Sebagai tindakan pencegahan, pesawat A400M Inggris untuk sementara berhenti,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris Minggu 10 Mei sebagaimana dikutip Daily Mail.

Royal Air Force mengambil pengiriman Airbus A400M pertama November 2014 lalu. Total 22 pesawat telah diperintahkan dan  akan disampaikan selama beberapa tahun ke depan.

Airbus mengatakan: “Kami mengkonfirmasi bahwa telah terjadi kecelakaan dengan A400M di Sevilla. Pada titik ini, kita bisa memastikan bahwa pesawat adalah MSN23, sebuah pesawat direncanakan untuk Turki.”

Sebelumnya Jerman juga menyatakan telah menggrounded pesawat yang dijuluki dengan Atlas tersebut.

A400M, diluncurkan pada tahun 2003 untuk menanggapi kebutuhan gabungan tujuh negara Eropa. Pesawat besar digerakkan dengan baling-baling dan dirakit di Seville.

Pesawat dapat melakukan tiga jenis misi berbeda yakni misi taktis dan strategis langsung ke lokasi aksi, serta mampu sebagai ‘tanker’.

Pesawat ini dianggap sebagai airlifter ideal untuk memenuhi beragam kebutuhan negara di seluruh dunia dalam hal misi militer dan kemanusiaan. Penerbangan perdananya berlangsung pada bulan Desember 2009 dan pengiriman A400M pertama pada tanggal 1 Agustus 2013 untuk Angkatan Udara Perancis.

Sebanyak 194 pesawat telah dipesan oleh delapan negara yang kebanyakan untuk mengganti Hercules.
READ MORE - Setelah Jerman Kini Giliran Inggris Kandangkan A400M

Sunday, 10 May 2015

Jerman Kandangkan Seluruh Pesawat A400M

A400M Jerman
A400M Jerman

Info Militer Terbaru-Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengumumkan bahwa pihaknya telah membatalkan penerbangan uji pesawat militer Airbus A400M setelah satu jet kargo serupa jatuh di Spanyol pada hari Sabtu 9 Mei 2015.

Keputusan ini diambil oleh Kepala Staf Angkatan Udara Jerman Jenderal Karl Muellner, kata seorang juru bicara seperti dikutip media lokal. “Pesawat akan digrounded sampai Spanyol menetapkan penyebab kecelakaan itu,” kata mereka. Pesawat Jerman rencananya membuat tes penerbangan pertama ke Norwegia Selasa 12 Mei 2015.

Pesawat angkut Airbus A400M Spanyol jatuh Sabtu di dekat kota selatan Seville tak lama setelah lepas landas. Pemerintah setempat mengatakan kepada wartawan pesawat jatuh saat penerbangan uji, menewaskan sedikitnya empat karyawan Airbus.

Jerman awalnya memerintahkan 73 pesawat kargo dari pembuat pesawat yang berbasis di Prancis, tetapi kemudian memotong jumlah mereka menjadi 53. Dan sekarang mereka berencana hanya akan menggunakan 40 pesawat dan 13 sisanya akan dijual kembali.
READ MORE - Jerman Kandangkan Seluruh Pesawat A400M

Saturday, 9 May 2015

Arab Saudi Bangun Pesawat Dari An-32

Info Militer Terbaru-Arab Saudi akan memproduksi pesawat dalam waktu dua tahun setelah kerajaan menandatangani kesepakatan dengan produsen Ukraina Antonov pada Rabu 6 Mei 2014 lalu.

Taqnia Aeronautics Co, anak perusahaan dari pengembangan dan perusahaan Taqnia Saudi, menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan dan memproduksi pesawat kargo Antonov-32 di Arab Saudi.

Perjanjian yang ditandatangani oleh Turki Bin Saud Bin Mohammed Al-Saud, Direktur Taqnia Aeronautics and president of the King Abdulaziz City for Science and Technology dan Dmytro Kiva, presiden Antonov, meliputi transfer teknologi industri penerbangan untuk Arab Saudi dan pelatihan oleh para ahli Ukraina.

Menurut Al-Saud, pesawat yang dikembangkan dari Antonov-32 akan dirancang untuk operasi militer dan sipil. “Jangkauan akan dua kali lipat atau lebih dan kerajaan akan berpartisipasi dalam mengembangkan spesifikasi baru untuk pesawat dan memiliki bersama teknologi ini dengan perusahaan Antonov,” katanya.

“Pesawat Saudi-Ukraina yang baru akan dirancang dengan mesin Barat dari Kanada, sistem navigasi dari perusahaan Amerika Honeywell, serta bagian lain yang akan diperoleh dari Inggris,” tambahnya
Produksi akan dimulai dalam waktu dua tahun, menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Taqnia dan Antonov.

Rencana Saudi dimulai ketika Al-Saud mengunjungi Antonov pada 2013 lalu. Sebuah sumber mengatakan negosiasi kontrak dimulai tujuh bulan lalu antara kedua negara. “Sebuah pembayaran awal sebesar US $ 150 juta dibuat dan rencana awal adalah untuk menghasilkan delapan pesawat,” kata sumber itu kepada Defense News.

Perjanjian tersebut menyebutkan pesawat akan dibangun dan dirancang untuk meningkatkan payload, jangkauan dan lepas landas pesawat.

Model baru akan diberi nama Antonov-132 dan Arab Saudi akan memiliki properti dan desain intelektual rekayasa untuk pesawat. Menurut pernyataan bersama, Antonov-32 terpilih setelah mempelajari kebutuhan Saudi dan pasar internasional untuk pesawat angkut ringan di sektor militer.
READ MORE - Arab Saudi Bangun Pesawat Dari An-32

Wednesday, 6 May 2015

Jepang Segera Miliki Osprey

Info Militer Terbaru-Keinginan Jepang untuk mendapatkan helikopter V-22 Osprey segera terkabul. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menyatakan persetujuannya untuk menjual 17 pesawat unik ini ke Jepang dengan nilai kesepakatan mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp39 triliun.

“Usulan penjualan pesawat V-22B Blok C Osprey akan sangat meningkatkan kemampuan bantuan kemanusiaan dan bencana Pasukan Bela Diri Jepang dan mendukung operasi amfibi,” kata Defense Security Cooperation Agency (DSCA) AS dalam pernyataan resminya Selasa 5 Mei 2015.

Pesawat Osprey menggabungkan antara kemampuan take-off dan landing vertikal helikopter dengan jangkauan dan kecepatan pesawat turboprop.

Pesawat telah digunakan dalam respon kemanusiaan serta dukungan serangan ekspedisi, pertempuran, kargo dan operasi lainnya.


READ MORE - Jepang Segera Miliki Osprey

Tuesday, 5 May 2015

Il-76 Rusia Lakukan Pendaratan Pertama di Atas Salju Arktik

Ilyushin Il-76
Ilyushin Il-76

Info Militer Terbaru-Kru pesawat militer Rusia Ilyushin Il-76 (julukan NATO: Candid) mendarat untuk pertama kali di lapangan udara berlapis salju musiman di Pulau Alexandra, Kepulauan Franz Josef, wilayah Arktik.

Pesawat strategis multifungsi ini membawa sekitar 80 orang dan tiga ton kargo yang ditujukan untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur di kepulauan tersebut,” terang Kementerian Pertahanan Rusia.

Pendaratan dilakukan pada Kamis 30 April 2015. Penerbangan tersebut tetap dilakukan meski dalam cuaca kurang bersahabat. Kini, insinyur dan staf teknisi saat ini sedang mempersiapkan penerbangan pulang pesawat tersebut.
READ MORE - Il-76 Rusia Lakukan Pendaratan Pertama di Atas Salju Arktik

Monday, 4 May 2015

TNI Kerahkan Hercules Jemput WNI di Nepal


Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko mengungkapkan proses evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Nepal sudah berjalan dengan baik. Hampir seluruh WNI yang menjadi korban gempa bumi sudah terdata dan segera dipulangkan ke tanah air, Selasa (5/5) besok.

"Tim evakuasi gabungan sudah mengumpulkan WNI yang selamat di sebuah tempat," kata Moledoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/5).

Moeldoko melanjutkan, pemulangan dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules dan Boeing milik TNI AU. Sejauh ini, masih ada sekitar 3-5 WNI yang tidak terdeteksi keberadaannya masih terus dicari tim gabungan.

"Sangat sedikit yang belum terdeteksi sekitar 3-5 orang. Dari informasi yang kita terima ada 3 orang WNI yang menginap di sebuah hotel yang ditempati runtuh. Ini masih kita cari," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun Pusat Penerangan (Puspen) TNI. Tim Gabungan Pencarian dan Evakuasi WNI) di Nepal, yang terdiri dari TNI, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Taruna Hiking Club (THC) mencari 3 (tiga) WNI yang hilang kontak di Nepal, pasca gempa bumi berkekuatan 7,9 skala richter melalui jalur udara. Pencarian dilakukan sejak Minggu (3/5) lalu.

Tim Gabungan pencarian WNI di Nepal dipimpin oleh Letkol Pnb Indan Gilang selaku Komandan Misi Evakuasi WNI bersama dengan Kapten Psk Ario Suseno, dan Kapten Sus Santoso serta Sabda Thian dari Kementerian Luar Negeri, dan Benjamin Setiabudi dari Taruna Hiking Club (THC).

Pencarian mulai dilakukan pada Minggu pagi dengan menggunakan Helikopter jenis Chopper dari Bandara Tribhuvan pada pukul 06.30 waktu setempat, dan terbang ke arah Timur Laut Kathmandu menuju wilayah Langtang yang berada pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

Di area sekitar Hotel Everest yang berada di Langtang, Tim SAR setempat menemukan 40 jenazah, terdiri dari 37 warga lokal dan 3 turis asing. Dari ke-40 jenazah tersebut, tidak ditemukan WNI yang dinyatakan hilang kontak saat terjadi gempa dan mengakibatkan longsor.
READ MORE - TNI Kerahkan Hercules Jemput WNI di Nepal