Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Pertemuan Anggota DPR bersama PM dan Kaisar Jepang


DPR dan PM Jepang Berbincang Soal Laut China Selatan Hingga Alutsista

[Indah Mutiara Kami/Detikcom]

Info Militer Terbaru - Delegasi DPR pagi ini bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di kantornya. Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang diperbincangkan, mulai dari topik soal pertahanan hingga Laut China Selatan.

"Kita bersama antara pemerintah Jepang dan Indonesia aktif melaksanakan perdamaian dan khususnya kawasan Asia Pasifik untuk Laut China Selatan. PM menanggapi serius sekali kawasan tersebut demi mengamankan perdamaian Asia Selatan," kata Ketua DPR Setya Novanto usai pertemuan di Kantor PM Jepang, Kamis (12/11/2015).

Novanto mengaku memuji PM Abe soal perannya di kawasan Laut China Selatan. PM Abe kemudian menanggapi.

"PM dengar itu, harus bersatu bersama antara Indonesia dan Jepang demi keamanan dunia," lanjutnya.

Selain itu, mereka juga berbicara tentang alutsista. Novanto bicara soal komitmen perjanjian Indonesia-Jepang terkait alutsista yang sudah diteken.

"Kerjasama ini (soal alutsista) tentu bisa kita tingkatkan," ujar politikus Golkar ini.

Pertemuan dengan PM Jepang ini termasuk dalam rangkaian kunjungan muhibah DPR ke Jepang. Ada 11 orang anggota DPR yang ikut ke Jepang namun hanya 5 yang bertemu dengan PM Abe karena memang dibatasi. (imk/van)

Program Maritim Hingga Ikan Koi  

[Indah Mutiara Kami/Detikcom]

Ketua DPR Setya Novanto pagi tadi bertemu dengan Kaisar Jepang Akihito di Imperial Palace. Kunjungan kehormatan itu berlangsung secara santai dan penuh senda gurau.

"Kami bicarakan kunjungan antara Indonesia dan Jepang yang punya sejarah tinggi. Bukan hanya di bidang ekonomi tapi juga di bidang lainnya. Kami juga menyinggung program Jokowi soal Maritim," kata Novanto kepada wartawan di sela-sela kunjungan di Tokyo, Jepang, Rabu (11/11/2015).

Pertemuan itu memang berlangsung tertutup. Di awal pertemuan, ketika masih boleh diliput media, Kaisar Akihito sempat menitipkan salam untuk Presiden Jokowi.

Menurut Novanto, Akihito melihat Indonesia sebagai negara besar. Kerjasama pun tidak boleh putus.

"Secara sejarah, Indonesia dengan Jepang punya hubungan batin yang sangat tinggi," ujar Novanto mengulangi pernyataan Kaisar Akihito.

Dalam pertemuan singkat selama 20 menit itu, Novanto dan Kaisar Akihito sempat mengobrol soal ikan koi. Alkisah, Akihito pada tahun 1962 silam pernah ke Indonesia. Dia lalu pulang dengan membawa ikan mas pemberian Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ikan mas itu dikawin silang dengan ikan koi di Jepang. Hasilnya, bibit ikan hasil perkawinan silang itu dibawa lagi ke Indonesia pada 1991 saat Akihito sudah menjabat sebagai kaisar.

"Ini jadi contoh ikan yang disilang antara Indonesia dan Jepang bisa berkembang. Usaha Indonesia-Jepang bisa seperti ikan-ikan," tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Novanto juga didampingi oleh istrinya, Deisti Astrianti. Sang istri sempat berbincang juga dengan Permaisuri Jepang, Michiko soal batik dan angklung.

"Beliau mencintai produk-produk Indonesia. Juga diungkapkan beliau ingin mempelajari angklung," ungkap Novanto.

Ketua DPR berada di Jepang dalam rangka kunjungan muhibah. Sebanyak 10 orang anggota DPR peserta rombongan lainnya tidak ikut dalam kunjungan kehormatan ke Kaisar Akihito.

Ada 11 wakil rakyat yang ikut sebagai delegasi DPR ke Jepang pada 9-13 November 2015, yaitu Setya Novanto (Ketua DPR-Golkar), Fadli Zon (Wakil Ketua DPR - Gerindra), Roem Kono (Ketua BURT- Golkar), Robert Joppy Kardinal (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Fary Djemi Francis (Gerindra), Aryo Djojohadikusumo (Gerindra), Helmy Faishal Zaini (PKB), Epyardi Asda (PPP), Melani Leimena Suharli (Demokrat), dan Nurdin Tampubolon (Hanura). (imk/tor)
READ MORE - Pertemuan Anggota DPR bersama PM dan Kaisar Jepang

Sritex Segera Produksi Seragam Militer Kamboja

Sritex kini memproduksi seragam militer untuk setidaknya untuk 30 negara di dunia


Proses produksi SRITEX

Info Militer Terbaru - PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex tidak hanya dikenal sebagai produsen di bidang tekstil dan garmen dengan kualitas ekspor.

Emiten berkode SRIL ini juga dikenal karena memproduksi seragam militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun militer berbagai negara di dunia.

Guna melebarkan sayap bisnisnya di mancanegara, Sritex kini akan segera memproduksi dan menjual seragam militer Kamboja.

Menurut Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino, Sritex akan bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk mendirikan sebuah perusahaan baru di Kamboja. Kemudian, seragam militer akan dijual kepada pemerintah Kamboja.

Allan memaparkan, saat ini Sritex sedang mematangkan perjanjian kerjasama ini, baik dengan perusahaan lokal maupun pemerintah Kamboja.

Dia memprediksi, perjanjian tersebut akan selesai pada akhir tahun 2015 ini. "MoU (perjanjian kerjasama) selesai akhir tahun ini. Tahun depan mulai produksi dan trading," sebut Allan di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Allan mengaku, perseroan belum dapat memastikan jangka waktu kontrak perjanjian produksi dan pengadaan seragam militer Kamboja tersebut.

Meskipun demikian, dia menuturkan bahwa nilai transaksi seragam militer Kamboja itu cukup besar, yakni mencapai kisaran 50 juta dollar AS per tahun.

"Maunya pemerintah Kamboja produknya dijual ke perusahaan Kamboja. Kemudian perusahaan ini yang jual ke pemerintahnya. Nilai kontraknya belum tahu, tapi bisa puluhan juta dollar AS. Mungkin kalau kita bisa bikin seragam buat tentara dan militer di sana, ke pemerintahannya di sana itu bisa sampai 50 juta dollar AS per tahun," tutur Allan.

Sekedar informasi, Sritex kini memproduksi seragam militer untuk setidaknya untuk 30 negara di dunia.

Adapun delapan dari negara-negara tersebut adalah negara di kawasan Eropa. Sritex pun memproduksi seragam militer untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Tidak hanya itu, Sritex juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi di Asia yang berhak memproduksi seragam militer Jerman.
READ MORE - Sritex Segera Produksi Seragam Militer Kamboja

Wednesday, 11 November 2015

Kronologi TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat di Tarakan

Nomor perizinan ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia 

Lanud Tarakan ☆

Info Militer Terbaru - TNI Angkatan Udara berhasil menyergap dan memaksa pesawat asing yang terbang tanpa izin di wilayah Indonesia. Pesawat itu dikendalikan oleh pilot bernama Letkol James Patrick Murphy yang merupakan prajurit US Navy (resauorch). Bagaimana kronologinya?

Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea menjelaskan, pesawat asing dengan nomor N-90676 itu sudah terdeteksi melintasi langit Kalimantan Utara pada Senin (9/11/2015) sekitar pukul 12.17 WIB. Penerbangan itu tidak tercatat rencana penerbangan Flight Cleareance Information System (FCIS) sehingga dikategorikan penerbangan gelap dan melanggar keamanan nasional Indonesia.

"Melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah berupaya meminta agar pesawat mendarat di Tarakan, tetapi pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single masih tetap membandel dan tidak mau mendaratkan pesawat di Lanud Tarakan," kata Tiopan dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom Senin (9/11/2015).

Karena itu, lanjut Tiopan, dua pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin, Makassar, langsung diberi komando untuk melakukan pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada pukul 14.25 Wita.

"Pesawat Pilatus N-90676 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara flight information region (FIR) Filipina dan Malaysia, tetapi dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia," ujarnya.

Menurut keterangan pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single, kata Tiopan, misi penerbangan itu adalah Private Flight Charter. Pesawat tersebut berkapasitas maksimal 1 penumpang.

"Pesawat berangkat tanggal 08 November dari Honolulu (Hawai)-Tarawah (Kiribara Island), selanjutnya pada tanggal 09 November melanjutkan perjalanan dari Tarawah (Kiribata Island)-YAT (Micronesia Island) dan mendarat di Bandara Changi Singapura lewat wilayah udara Filipina Mindanao dan Serawak Malaysia," jelasnya.

Namun selepas Wilayah Udara Mindanao Filipina, pilot pesawat memotong wilayah udara Ambalat Kalimantan Utara dan hendak melintasi Kalimantan menuju Serawak dan Singapura. Pilot mengaku memasuki wilayah udara Indonesia untuk menghindari cuaca buruk. Sementara agen dari Honolulu Jet Company yang memberikan nomor perizinan ternyata tidak termasuk melintasi wilayah udara FIR Indonesia, tetapi hanya izin melintasi FIR Filipina, Singapura, dan Malaysia.

Perintah penyergapan diinstruksikan langsung oleh Panglima Kohanudnas Marsekal Muda Abdul Muis berdasarkan laporan bahwa pesawat asing ini tidak mematuhi perintah mendarat lewat komunikasi dengan air traffic controller (ATC).

Tiopan menegaskan, dua pesawat Sukhoi yang dikerahkan berhasil menyergap dan memaksa pesawat tersebut mendarat tanpa perlawanan di Bandara Juwata Tarakan. Setelah mendarat, anggota Lanud Tarakan dengan bersenjatakan senapan segera membawa pilot untuk diperiksa. (idh/rvk)

 TNI AU Masih Periksa Pilot Militer AS yang Masuki Kawasan Udara RI 

TNI Angkatan Udara masih melakukan pemeriksaan terhadap pilot pesawat kecil jenis Propeler First Engine Cessna nomor lambung N96706, dengan pilot Letkol James Patrick Murphy (US Navy-penerbang AL Amerika Serikat).

"Pilot diamankan di Pangkalan Udara Tarakan, dan tetap diperlakukan dengan baik, serta hari ini pemeriksaan masih dilanjutkan," kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf Andi Gunawan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (10/11).

Pihak perusahaan penerbangan penyewaan Aircraft Guarantee yang memiliki pesawat itu, enggan mengkonfirmasi terkait izin rute penerbangan dari Filipina ke Singapura dengan menggunakan rute darurat.

"Pilot menghindari cuaca buruk sebagaimana yang diakui oleh pilot tersebut saat pemeriksaan tadi sore," kata Andi.

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat dan perusahaan penerbangan Aircraft Guarantee belum bisa mengkonfirmasi masalah pelanggaran rute penerbangan dari Filipina ke Bandara Selectar Singapura, sehingga pesawat itu keluar dari rute yang seharusnya.

Terkait status pilot sebagai anggota militer Amerika Serikat masih menunggu proses pemeriksaan security clearance yang ditangani Mabes TNI. Hasilnya akan disampaikan ke Mabes TNI AU diteruskan kepada Pangkalan TNI AU Tarakan. Proses izin exit permit masih diurus oleh Kedubes AS ke Kementerian Luar Negeri RI, dan hasilnya masih menunggu.

"Semalam pilot Murphy, setelah menjalani pemeriksaan BO Air Nav Bandara Juwata Tarakan sampai pukul 19.45 WITA dikawal oleh pihak provost TNI AU ke tempat istirahat sementara di mess TNI AU Tarakan dengan pengawasan ketat oleh TNI," ujar Andi. 

detik | Beritasatu  
READ MORE - Kronologi TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat di Tarakan

Tuesday, 10 November 2015

Kisah Pidato Bung Tomo

Bung Tomo berpidato di depan rakyat Jawa Timur, 1950an. [Dok. Keluarga] ☆

Apa Peran Bung Tomo di Perang Surabaya 10 November 1945? 
Namanya Sutomo, orang menyebutnya Bung Tomo. Setiap kali Indonesia memperingati peristiwa 10 November yang kini sudah 70 tahun, setiap kali pula Bung Tomo disebut. Apa sebenarnya peran Bung Tomo pada republik sehingga namanya tak pernah dipisahkan dari pertempuran bersejarah itu? "Peran utama Bung Tomo adalah orasi dia yang membakar rakyat untuk memberikan perlawanan," kata sejarawan Rushdy Hoesein.

Setidaknya itu yang terlihat dalam pertempuran di Surabaya. Selama tiga pekan memang terkenal. inilah pertempuran melawan pasukan asing pertama dan terbesar sesudah Proklamasi 1945. Sebanyak 6.000-16.000 pejuang Republik gugur dan 200 ribu warga sipil mengungsi. Di pihak lawan, setidaknya 2.000 orang terbunuh. Wajar jika kemudian pemerintah menetapkan peristiwa 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Umur Sutomo atau Bung Tomo waktu itu masih 25 tahun dan ia menjadi kepala departemen penerangan di organisasi Pemuda Republik Indonesia. Organisasi ini memiliki laskar terbesar di Surabaya. Tapi justru dengan posisi itu wartawan Domei--sekarang Antara--Surabaya ini tahu bagaimana membangkitkan pemberontakan rakyat.

Bung Tomo, seperti pemuda yang menyiarkan Proklamasi ke seluruh dunia melalui Radio Republik Indonesia, juga memakai media elektronik untuk mengkomunikasikan perjuangan ke berbagai penjuru. Ia memilih melancarkan agitasi dan propaganda lewat corong radio.

Orasinya setiap hari pada pukul setengah enam sore selalu ditunggu. Sejarawan Rusdhy Husein menyebut, orang menyemut di sekitar tiang-tiang pengeras suara yang tersebar di berbagai sudut Surabaya. Suara Sutomo di Radio Pemberontakan itu bahkan terdengar hingga ke Yogyakarta.
 Siaran Radio yang Ditunggu  Bung Tomo bersiap melakukan siaran radio, 1947. [Dok.Dukut] ☆
Moechtar, mantan Pemimpin Redaksi Panjebar Semangat, majalah berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya memberi kesaksian seputar pidato Bung Tomo dan Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Ia kini berusia 90 tahun, lahir di Pacitan pada 22 Februari 1925.

Moechtar sekolah di Hollandshe Indische Kweekschool Yogyakarta. Ketika Jepang masuk Indonesia, sekolah berlanjut ke Sekolah Guru Menengah Laki-laki. Setelah revolusi kemerdekaan, Moechtar melanjutkan luliah di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Fakultas Sosiologi Jurusan Publisistik di Universitas Indonesia di Jakarta.

Moechtar mengingat, ketika tahun 1945, sekolah tidak terurus, diliburkan akibat perang berkecamuk. Ketika itu, Jepang bertekuk lutut ke Sekutu, dan Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan. Namun, situasi belum normal. Sehingga, pemerintahan dan juga sekolah belum terurus dengan baik.

Dalam situasi yang tak menentu sehingga sekolah libur, Moechtar yang saat itu sekolah di Yogyakarta, memilih untuk sementara tinggal di Kediri, Jawa Timur. "Saya ke tempat paman saya yang bernama Soedjito. Ia menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Kediri," kata Moechtar, Ahad 22 Oktober 1945.

Kini, Moechtar tinggal di Pucang Asri, Kota Surabaya dalam posisi banyak berbaring akibat pernah jatuh sehingga tulang belakangnya trauma. Daya ingat Moechtar masih kuat, meski sekali-sekali ia perlu waktu lama untuk mengingat sesuatu.

Sebagai pejabat Kediri, Soedjito tinggal di tengah kota, di dekat Pasar Pahing di Kelurahan Jamsaren, Kediri. Selama tinggal di rumah pamannya ini, Moechtar punya kegiatan yang hampir rutin tiap hari. Ketika jarum jam menunjuk jam lima petang, Moechtar mendapat tugas untuk mengeluarkan radio merk Philips yang berbentuk kotak, dari kayu.

Ia mengatakan, radio merupakan barang mewah pada saat itu. Di Kediri, kata dia, yang punya radio bisa dihitung dengan jari. "Karena paman saya kepala dinas pekerjaan umum, penghasilannya cukup untuk membeli radio," kata Moechtar.

Ia mengeluarkan radio milik pamannya dari dalam rumah ke halaman rumah yang luas. Di halaman rumah, sudah menunggu penduduk sekitar tempat pamannya tinggal. Mereka menunggu siaran Bung Tomo.

Bahkan, ada juga yang datang dari tempat jauh di Kediri. Setidaknya ada 20 hingga 30 orang yang takzim menunggu di halaman untuk mendengarkan siaran radio. Kadang, yang datang hingga 50 orang.

Menurut Moechtar, saat itu, stasiun radio yang memancarkan siaran hingga masuk Kediri cuma satu. Ketika itu, belum banyak siaran radio. Sehingga, Moechtar tidak pernah memindah stasiun radio ke stasiun lain karena memang tidak ada yang lain. Siaran yang paling ditunggu itu adalah siaran dari radio yang dimiliki Bung Tomo. Isinya, pidato Bung Tomo selama sekitar setengah jam.
READ MORE - Kisah Pidato Bung Tomo

Menhan Ryamizard Diangkat Jadi Warga Kehormatan Paskhas

Kendaraan Lokal ILSV, Kendaraan Penyerbu Ringan Buatan Indonesia di pakai Menhan periksa pasukan [defense.pk]☆


Info Militer Terbaru
- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu diangkat menjadi warga kehormatan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara. Prosesi pengangkatan itu digelar di Markas Korpaskhas Lanud Sulaeman Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (9/11/2015).

Prosesi penerimaan menjadi warga Kehormatan Paskhas itu ditandai dengan penyematan pisau komando, wing dan baret jingga oleh Komandan Korpaskhas Marsda TNI Adrian Wattimena.

"Saya bangga menjadi bagian dari Korpaskhas, ini kehormatan dan terima kasih kepada semua staf TNI-AU dan Paskhas," kata Ryamizard Ryacudu seperti dikutip Antara.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi dan memuji prestasi pasukan elite TNI Angkatan Udara itu, baik dalam penugasan di dalam maupun di luar negeri.

Ia menyebutkan, para anggota Paskhas memiliki kualifikasi para komando dalam melaksanakan tugasnya dan tetap profesional. Menurut dia, pasukan itu terlatih dan memiliki reputasi yang baik dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan NKRI.

"Semuanya masih terjaga oleh Paskhas yang memiliki disiplin tinggi, dan saya komitmen untuk menjaga nama baik Paskhas," kata Ryamizard.

Menurut dia, sebagai pilar pertahanan NKRI, pasukan Paskhas harus tetap mempertahankan naluri bertempur dan meningkatkan kemampuan dan profesionalitas untuk mendukung tugas negara dengan tantangan yang kian berat dan kompleks.

Untuk menunjukkan Indonesia yang kuat, kata Menhan, harus ditunjukkan dan memerlukan TNI yang kuat dan profesional. Kebijakan ketahanan negara harus tersusun dengan baik agar negara tetap kuat.

"Seluruh anggota TNI, termasuk Paskhas harus punya kesiapan tinggi dalam menjalankan tugas yang diamanatkan," katanya.

Pada kesempatan itu, Menhan juga menegaskan agar seluruh prajurit untuk tetap menjadi kekuatan dan tentara rakyat yang tangguh dan profesional.

 Kompas  
READ MORE - Menhan Ryamizard Diangkat Jadi Warga Kehormatan Paskhas

Saturday, 7 November 2015

Indonesia Belum Mengajukan Pembelian Su-35

su-35






Info Militer Terbaru - Rusia belum menerima permintaan resmi dari Indonesia mengenai pembelian pesawat tempur generasi 4++ Su-35 dan kendaraan infanteri BMP-3F. Keputusan mengenai pembelian akan diumumkan segera setelah penetapan APBN.

Demikian hal tersebut dikabarkan Kepala Hubungan Eksternal Rosoboroneksport Viktor Brakunov selama pameran Defense & Security 2015 kepada RIA Novosti, Kamis (5/11).

“Militer Indonesia tertarik memperoleh senjata baru dan peralatan militer buatan Rusia, termasuk pesawat tempur dan kendaraan infanteri. Namun, sejauh ini kami belum menerima permintaan resmi dari pihak Indonesia karena saat ini sedang ditetapkan anggaran negara untuk lima tahun ke depan. Bila hal tersebut telah ditetapkan dan permintaan disetujui, akan segera dilaksanakan negosiasi yang substansial,” kata Brakunov.

Pada saat yang sama, juru bicara sekaligus perwakilan senior dari AU Indonesia mengatakan selama pameran dirgantara MAKS-2015 yang diselenggarakan pada bulan Agustus lalu di Zhukovsky, bahwa pembelian Su-35 untuk mendukung Angkatan Udara negara adalah prioritas.

Pada bulan September lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli satu skuadron Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai empat dekade.

Pada bulan Maret 2015, Dirjen Rosoboroneskport Anatoly Isaikin mengabarkan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan penandatanganan kontrak penyediaan pasokan baru kendaraan infanteri BMP-3F yang sekarang berhasil digunakan dalam Korps Marinir Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pasokan pertama dari 17 kendaraan dikirimkan dalam rangka perjanjian pinjaman Indonesia senilai satu miliar dolar AS dari Rusia, yang ditandatangani pada bulan September 2007 silam ketika Presiden Vladimir Putin datang berkunjung ke Jakarta.
READ MORE - Indonesia Belum Mengajukan Pembelian Su-35

Tuesday, 30 June 2015

Pesawat Hercules TNI AU Jatuh Dekat Pemukiman Penduduk di Medan


Info Militer Terbaru-Satu pesawat militer dilaporkan jatuh di wilayah Medan, Sumatera Utara (Sumut). Masih belum dipastikan ada atau tidaknya korban dalam kecelakaan ini.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah II M Nasir Usman mengaku mendapat laporan tentang pesawat jatuh. Tetapi dia belum bisa memberikan informasi lengkap.

"Kami mendapat informasi soal pesawat yang jatuh sekitar seperempat jam yang lalu. Tetapi jenis pastinya, atau ada tidaknya korban, kami belum mendapat informasi," kata Nasir yang dihubungi sekitar pukul 12.03 WIB, Selasa (30/6/2015).

Pesawat itu dilaporkan berjenis Hercules, terbang dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo, Medan. Tetapi tujuan dan jam keberangkatan belum diperoleh informasi.

Sumber: detik.com
READ MORE - Pesawat Hercules TNI AU Jatuh Dekat Pemukiman Penduduk di Medan