Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Menurut Putin, Amerika Serikat dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal. 

(Reuters/Aleksei Nikolsky)

Info Militer Terbaru - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengembangkan rudal nuklir yang mampu menembus sistem pertahanan serangan udara Amerika Serikat. Menurut Putin, AS dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Putin dalam pertemuan membahas pengembangan angkatan bersenjata Rusia Selasa pekan ini mengatakan bahwa kemajuan rudal nuklir akan menjadi target angkatan bersenjata mereka satu dekade ke depan demi merespon tantangan dari negara pesaing.

"Kami akan mengembangkan sistem pertahanan anti-rudal juga, tapi di tahap pertama, kami juga akan mengerakan sistem serangan yang mampu menembus semua tameng pertahanan anti-rudal," kata Putin.

Pernyataan Putin disampaikan di tengah upaya AS membangun pertahanan anti-rudal di negara-negara anggota NATO. Bulan lalu, sembilan negara NATO melakukan uji gabungan sistem anti rudal di kapal perang Aegis di perairan Skotlandia.

Beberapa hari kemudian, AS melakukan uji coba intersepsi serangan nuklir yang merogoh kocek hingga US$ 230 juta di Pulau Wake di Pasifik.

Rencana sistem pertahanan rudal NATO ini pertama kali digagas oleh Presiden AS Ronald Reagan dan dilanjutkan oleh George W. Bush tahun 2002. Barack Obama tahun 2008 juga melanjutkan program ini namun mengurangi biayanya.

Jika beroperasi penuh, kapal dengan sistem pertahanan Aegis akan berpatroli dari Spanyol. Di Romania dan Polandia, akan ditempatkan roket pengintersepsi, sedangkan di Turki, Jerman dan beberapa negara NATO lainnya akan ditempatkan radar.

Rencana ini tahun 2007 dikecam Rusia setelah Polandia dan Republik Ceko mengizinkan pangkalan rudal di wilayah mereka. Ceko belakangan mundur dari rencana pertahanan AS itu.

Sejauh ini, menurut Putin, protes dan keresahan Rusia diabaikan oleh AS dan sekutunya. Putin mengatakan, alasan AS yang ingin mempertahankan NATO dari serangan rudal nuklir Iran dan Korea Utara hanyalah omong kosong.

Menurut dia, tujuan utama pertahanan rudal AS di negara NATO adalah demi mengantisipasi kekuatan militer Rusia yang kian pesat.

"Tujuan sebenarnya dari AS adalah untuk menghadapi serangan dari negara pemilik senjata nuklir lainnya, kecuali AS dan sekutunya, terutama ancaman nuklir dari negara kita, Rusia. AS ingin berkuasa dengan semua konsekuensinya," kata Putin.

Dalam tiga tahun terakhir industri pertahanan Rusia telah sukses menguji persenjataan yang bisa menembus sistem pertahanan rudal berlapis, kata Putin.

Juni lalu, Putin mengumumkan Rusia akan menambah lagi 40 rudal balistik antarbenua generasi terbaru tahun ini.

"Kami telah mengatakan di banyak kesempatan bahwa Rusia akan melakukan semua langkah yang diperlukan demi memperkuat persenjataan nuklir strategis," tegas Putin. (den)
READ MORE - Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Panglima AL Tiongkok kunjungi Mabes TNI AL

Ilustrasi KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (kiri) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Info Militer Terbaru - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut Tiongkok Laksamana Wu Shengli di Markas Besar TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Begitu tiba di Cilangkap, Wu Shengli disambut Ade Supandi melalui upacara Jajar Kehormatan Milliter di pelataran Gedung Utama Mabes Angkatan Laut.

Selain sebagai kunjungan kehormatan ke Mabes AL, kunjungan Laksamana Wu ini adalah bagian dari rangkaian kunjungan yang dilaksanakan dalam rangka penganugerahan Bintang Kehormatan Jalasena Utama kepada Laksamana Wu Shengli yang disematkan oleh Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo hari ini di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Pemberian Tanda Kehormatan, sebagai penghargaan atas kerja sama dan hubungan baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok, khususnya untuk kemajuan dan peningkatan hubungan militer kedua negara.

Laksamana TNI Ade Supandi mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Laut Tiongkok yang selama ini selalu aktif mengirimkan delegasinya pada berbagai kegiatan yang dihelat TNI AL dan mengharapkan kerja sama antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Tiongkok terus meningkat.

Laksamana Wu sendiri berterima kasih sebesar-besarnya atas sambutan hangat di Mabes AL, dan menyambut baik kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini antara kedua angkatan di dua negara ini.
READ MORE - Panglima AL Tiongkok kunjungi Mabes TNI AL

Amankan Perbatasan, 4 Senjata Penangkis Serangan Udara Disiagakan

Senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II yang disiagakan di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (11/11/2015) [KOMPAS.com/ YOHANES KURNIA IRAWAN]

Info Militer Terbaru - TNI Angkatan Udara menambah kekuatan 4 unit senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II untuk memperkuat alutsista Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak.

Komandan Detasemen Hanud 473 Paskhas Mayor Pas Anang Baskoro mengatakan, senjata buatan Swiss tahun 2014 tersebut diklaim sebagai yang tercanggih di dunia dan dimiliki Indonesia saat ini.

Bahkan Indonesia juga disebut sebagai pembeli pertama senjata tersebut yang dibeli langsung dari pabrik Rheinmetall Air Defance Swiss.

"Oerlikon Skyshield MK2 yang didatangkan di Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak, sebanyak 2 satuan tembak. Setiap satu satuan tembak terdiri dua meriam kaliber 35 mm, satu sensor unit atau radar mobile dan satu Camend Pos yang berfungsi pengedali tembakan dan satu pembantu radar secara visual," kata Anang.

Senjata penangkis udara ini dapat bekerja efektif sejauh empat kilomoter, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat apapun, menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang.

"Di dalam prinsip kerjanya, senjata ini yang mampu mendeteksi benda apapun yang berada di angkasa untuk menyerang obyek sasaran yang dilindungi sejauh 30 kilometer. Ketika obyek sasaran yang telah di-lock, meriam akan ditembakkan akan terus mengikuti sasaran hingga sasaran hancur," katanya.

Detasmen Hanud 473 Paskhas Pontianak bertugas untuk menjaga pangkalan TNI AU, mengingat adanya keberadaan skadron tempur di Lanud Supadio.

Selain itu, juga bertugas untuk melindungi obyek vital selain pangkalan militer atas kebijakan dari Panglima Komanda Pertahanan Nasional.

Senjata penangkis serangan udara, dengan jarak efektif 4 km. Dilengkapi dengan sensor unit dan mampu mengunci target 20 unit sekaligus dengan 1.050 meter/detik.

Dalam 1 menit, Oerlikon Shield bisa menembakkan 1000 butir peluru, dan setiap butirnya akan pecah menjadi 152 butir peluru lagi.

Komandan Lanud Supadio, Marsma Tatang Harlyansyah mengatakan, salah satu alasan pertimbangan dipilihnya Kalbar sebagai lokasi diperkuat oleh Oerlikon Skyshield karena merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.

"Selain itu, Lanud Supadio memiliki skadron tempur taktis Hawk 100/20, dan skadron pesawat tanpa awak. Ke depan juga barangkali akan kembali ada penambahan skadron udara lagi, karena rencananya Supadio kelak akan menjadi pangkalan induk sehingga dipandang perlu adanya alutsisa seperti Oerlikon Skyshield untu melindungi pangkalan milter dari serangan udara," ujar Tatang.
READ MORE - Amankan Perbatasan, 4 Senjata Penangkis Serangan Udara Disiagakan

Panglima TNI Inspeksi Kapal Perang


Info Militer Terbaru - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Hadiyan Suminta Atmadja melakukan inspeksi terhadap Kapal Perang Republik Indonesia, yaitu KRI Karang Pilang-981, KRI Karang Tekok-982 dan KRI Teluk Ratai-509 di Koarmatim Dermaga Ujung Surabaya.

Inspeksi yang dilakukan Panglima TNI adalah dalam rangka mengecek kesiapsiagaan seluruh alutsista dan personel TNI, untuk selalu siap dalam melaksanakan setiap kegiatan operasi yang akan digelar oleh TNI. "Rawatlah persenjataan kita dengan baik, sehingga siap operasional. Sehebat apapun kapal-kapal yang kita miliki, tetapi apabila kita tidak bisa merawatnya maka tidak siap operasional", tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Usai melakukan inspeksi KRI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada 972 Prajurit TNI AL di Aula Koarmatim Surabaya, diantaranya mengatakan bahwa kepercayaan rakyat kepada TNI lambat laun semakin meningkat dan kepercayaan rakyat terhadap TNI pada tahun 2015 menempati urutan tertinggi dibanding instansi dan lembaga negara lainnya. Profesionalisme prajurit TNI itu telah meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI.

Oleh karena itu, Panglima TNI mengingatkan untuk menghindari tindakan yang menyakiti hati rakyat demi kepentingan pribadi. Panglima TNI mengaku telah berkomitmen dengan para Kepala Staf Angkatan untuk tidak melakukan pembelaan sedikit pun bagi prajurit yang melakukan pelanggaran tertentu, bahkan akan diberikan hukuman tambahan, pemecatan. Alasannya, Panglima TNI lebih mencintai prajuritnya yang berjumlah 400.000 lebih daripada orang perorang yang demi kepentingan pribadinya rela mengorbankan nama baik TNI.

"Yang sangat penting adalah TNI harus unggul, solid, kuat, baik Angkatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian. TNI dan Polri hanya dipisahkan karena reformasi tetapi kita harus kompak bersatu demi NKRI", tegas Panglima TNI.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M
READ MORE - Panglima TNI Inspeksi Kapal Perang

Pemerintah Berencana Tambah Anggaran TNI

Pemerintah tetap bertekad mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh 


KCR 60M PAL produksi PT PAL Indonesia

Info Militer Terbaru - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus memperbesar anggaran sektor pertahanan. Pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai persiapan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang besar.

Luhut memaparkan, dalam jangka pendek pemerintah menargetkan anggaran pertahanan meningkat 0,8 hingga satu persen setiap tahun.

"Ini (peningkatan anggaran) bagus untuk ke depan. Kalau Indonesia berkembang menjadi satu dari tujuh kekuatan ekonomi dunia, pada saat yang sama kita sudah mempunyai TNI yang bagus," ucapnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/11).

Meski alokasi anggaran pertahanan meningkat, Luhut berkata, pemerintah tetap bertekad mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh. Menurutnya, jika industri dalam negeri sudah mampu menyediakan pelbagai peralatan militer bagi TNI, Indonesia tidak akan lagi bergantung pada industri asing.

Pada tahun 2015, dana pertahanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencapai Rp 102 triliun. Sementara itu, sebelum rancangan APBN 2016 disetujui DPR, alokasi dana pertahanan turun menjadi Rp 96,7 triliun.

Di sisi lain, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Beleid itu mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan menjadi kuat, mandiri dan berdaya saing.

Industri pertahanan yang dimaksud undang-undang itu mencakup industri alat utama, komponen utama dan penunjang, perbekalan hingga industri bahan baku.

Untuk mewujudkan cita-cita industri pertahanan dalam negeri yang mandiri, beleid itu mengharuskan pemerintah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Dalam nomenklaturnya, komite itu diketuai oleh presiden. Sementara itu, Menteri Pertahanan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara masing-masing berfungsi sebagai ketua dan wakil ketua harian KKIP.

TNI diperbolehkan membeli persenjataan dari luar negeri, namun dengan tujuh syarat, antara lain industri dalam negeri tidak mampu memproduksi peralatan senjata itu, adanya alih teknologi, serta adanya imbal dagang dan kandungan lokal paling rendah 85 persen. (utd)
READ MORE - Pemerintah Berencana Tambah Anggaran TNI

Sritex Segera Produksi Seragam Militer Kamboja

Sritex kini memproduksi seragam militer untuk setidaknya untuk 30 negara di dunia


Proses produksi SRITEX

Info Militer Terbaru - PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex tidak hanya dikenal sebagai produsen di bidang tekstil dan garmen dengan kualitas ekspor.

Emiten berkode SRIL ini juga dikenal karena memproduksi seragam militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun militer berbagai negara di dunia.

Guna melebarkan sayap bisnisnya di mancanegara, Sritex kini akan segera memproduksi dan menjual seragam militer Kamboja.

Menurut Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino, Sritex akan bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk mendirikan sebuah perusahaan baru di Kamboja. Kemudian, seragam militer akan dijual kepada pemerintah Kamboja.

Allan memaparkan, saat ini Sritex sedang mematangkan perjanjian kerjasama ini, baik dengan perusahaan lokal maupun pemerintah Kamboja.

Dia memprediksi, perjanjian tersebut akan selesai pada akhir tahun 2015 ini. "MoU (perjanjian kerjasama) selesai akhir tahun ini. Tahun depan mulai produksi dan trading," sebut Allan di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Allan mengaku, perseroan belum dapat memastikan jangka waktu kontrak perjanjian produksi dan pengadaan seragam militer Kamboja tersebut.

Meskipun demikian, dia menuturkan bahwa nilai transaksi seragam militer Kamboja itu cukup besar, yakni mencapai kisaran 50 juta dollar AS per tahun.

"Maunya pemerintah Kamboja produknya dijual ke perusahaan Kamboja. Kemudian perusahaan ini yang jual ke pemerintahnya. Nilai kontraknya belum tahu, tapi bisa puluhan juta dollar AS. Mungkin kalau kita bisa bikin seragam buat tentara dan militer di sana, ke pemerintahannya di sana itu bisa sampai 50 juta dollar AS per tahun," tutur Allan.

Sekedar informasi, Sritex kini memproduksi seragam militer untuk setidaknya untuk 30 negara di dunia.

Adapun delapan dari negara-negara tersebut adalah negara di kawasan Eropa. Sritex pun memproduksi seragam militer untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Tidak hanya itu, Sritex juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi di Asia yang berhak memproduksi seragam militer Jerman.
READ MORE - Sritex Segera Produksi Seragam Militer Kamboja

Thursday, 12 November 2015

TNI Tak Ambil Pusing Kisruh China-AS di Laut China Selatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvXxkxtNQ8WrMt-V-SrAKGDJCAaOdV00WudeQPGjjHr-TiyW02yV5MU-qfG_MCEXJRMkpPujdLWpC9w5kWpDsQLSb5IIijVWdJtvor1EPcpWiu46RDbT27kVaF1b6mrPotEP1XuFN90XxL/s1600/kripr1v4t33r.jpg
Satgas TNI AL [pr1v4t33r] ☆

Info Militer Terbaru - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, Indonesia tidak terdampak apapun dari hubungan pemerintah China dan Amerika Serikat yang disebut-sebut sedang memanas di Laut China Selatan.

"Tidak ada hubungannya. Yang memanas kan China dan Amerika Serikat, ngapain kita pusing," ujar Gatot di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, kemarin.

Gatot menyatakan, seluruh pengerahan alutsista TNI ke wilayah perbatasan Indonesia bukanlah bagian dari upaya mencegah akses hubungan China dan AS di Laut China Selatan. Dia mengatakan, TNI secara rutin memang melakukan patroli di perbatasan.

Pengiriman tujuh kapal TNI Angkatan Laut ke wilayah Natuna, Kepulauan Riau pada pekan lalu, menurut Gatot, juga bagian dari operasi rutin itu.

"TNI setiap saat mengirimkan kapalnya untuk mengawasi zona ekonomi eksklusif," katanya.

Pengiriman tujuh Kapal Republik Indonesia ke Natuna pada pekan lalu ditujukan untuk menjaga kawasan tersebut dari aksi pencurian ikan. Empat dari kapal itu akan ditempatkan di Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Tanjung Uban. Sementara sisanya dioperasikan ke perairan Natuna.

Akhir Oktober silam, AS mengerahkan kapal perang mereka ke kawasan sengketa teritorial kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. Kapal perusak milik Angkatan Laut AS, yaitu USS Lassen, terus berlayar hingga hanya berjarak 12 mil laut ke pulau buatan yang dibangun China pada tahun 2014 itu.

Pekan lalu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, mengunjungi kapal induk USS Theodore Roosevelt yang sedang beroperasi di Laut China Selatan. Saat itu dia mengatakan dengan terbuka, bahwa pemerintah AS menentang proyek reklamasi China di kepulauan Spratly.

Carter pun menyatakan, AS tidak akan menghentikan operasi laut mereka di kawasan Laut China Selatan. Mereka menganggap, kawasan itu merupakan perairan internasional sehingga negara manapun dapat berlayar di sana.
READ MORE - TNI Tak Ambil Pusing Kisruh China-AS di Laut China Selatan

Kenapa Lanud Supadio Diperkuat Senjata Canggih?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfU8WXIGvy7Zj5vbxJK5Wmv5TctCvIB_zSDdDSP9jJlWgqHApDP4fokjcI6nzQXPonV8IFR_LJKKTzZHzDYUXJ-3HzK60z6tWTj7S_YyFWgZkccKBn2sWRx7jIcLSjUqKDvD7S1d0eYM/s400/senjata-penangkis-paskhas_20151110_221126.jpg

Lanud Supadio kemungkinan akan ada penambahan skadron udara lagi sehingga akan menjadi pangkalan induk (TribunNews) ☆

Info Militer Terbaru - Komandan Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak, Mayor Pas Anang Baskoro mengatakan senjata penangkis serangan udara (PSU) Oerlikon Skyshield baru memperkuat tiga pangkalan udara di Indonesia.

Ketiganya adalah Detasemen Hanud 471 Paskhas yang berkedudukan di Halim Perdana Kusuma, Detasemen Hanud 472 Paskhas di Makassar dan Detasemen Hanud 473 Paskhas yang berada di Pontianak.

"Alutsista ini sudah lama berada di jakarta, karena terdapat beberapa agenda diantarnya adalah peringatan HUT TNI beberapa waktu lalu di Cilegon dan kelengkapan adiminsitrasinya sehingga proses pengirimanya ke Pontianak ditunda dan baru sekarang bisa dikirim," katanya, Selasa (10/11/2015).

Sekitar pukul 10.40 WIB, senjata canggih buatan swiss tersebut tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Menurutnya alasan kenapa pertimbangan dipilihnya Kalbar sebagai lokasi diperkuat oleh Oerlikon Skyshield karena wilayah Kalbar merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.

"Selain itu, Lanud Supadio memiliki skadron tempur taktis Hawk 100/20, dan skadron pesawat tanpa awak, ke depan juga barangkali akan kembali ada penambahan skadron udara lagi, ditambah lagi adanya peralihan Lanud dari tipe B menjadi tipe A dan kelak akan menjadi pangkalan induk maka dipandang perlu adanya alutsisa seperti Oerlikon Skyshield untu melindungi pangkalan milter dari serangan udara," katanya.

Anang menambahkan, jika sewaktu-waktu terjadi pelanggaran wilayah udara oleh pihak tertentu akan dilakukan tempur sergap. Paskhas merupakan pertahanan terakhir yang akan melindungi pangkalan dari serangan.

"Jika semuanya sistem keamanan mampu ditembus dan jelas ingin menyerang, kami adalah pertahanan udara terakhir yang melindungi pangkalan militer berserta alutsistanya," ujarnya.
READ MORE - Kenapa Lanud Supadio Diperkuat Senjata Canggih?

KRI SIM-367 tiba dari Lebanon

Duta Bangsa yang telah menyelesaikan misi sebagai Pasukan Perdamaian di bawah bendera PBB 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigm2ylO82kgkScg6eohBvT4jooNKZ-ogTKqNQpZXC88tfe_iugQ4Dq_gzO72BBpWol0lT8_sQ7YCA-AdDuKWm-96S4AsL663geoVOSzB4KN0sLiXPM4tmqKXmF-PHW9d8CeCmIEtOjzHA3/s1600/270215+Lat+FGS+Erfurt+F-262-2.jpg

Ilustrasi ketika KRI SIM-367 bertugas dalam misi PBB ☆

Info Militer Terbaru - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 tiba dari Lebanon di Dermaga Madura Koarmatim Ujung, Surabaya, Selasa, setelah lebih dari setahun silam, kapal berawak 100 personel itu diberangkatkan dari tempat yang sama pada 10 Oktober 2014.

Kedatangan Duta Bangsa yang telah menyelesaikan misi sebagai Pasukan Perdamaian di bawah bendera PBB itu disambut Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto.

Hadir pula, Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, para Pejabat Utama Koarmatim, Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Ina darwanto dan jajaran Pengurus Inti Daerah Jalasenstri Armatim serta sanak keluarga dan kerabat.

"KRI SIM-367 merupakan salah satu KRI yang dimiliki oleh Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim dan dikomandani oleh Letkol Laut (P) I Gusti Putu Alit Jaya sekaligus menjabat sebagai Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaiman.

Dalam misi itu, KRI SIM-367 membawa sebuah Helikopter BO NV 410 dari Pusnerbal Juanda, 100 personel dengan rincian 88 personel pengawak KRI SIM-367, Pilot dan Kru Helly sebanyak tujuh personel, Perwira Kesehatan/Dokter, Kopaska, Penyelam, Perwira Intelejen, serta Perwira Penerangan masing masing satu personel.

Dalam menjalankan misi perdamaian, KRI SIM-367 berada di bawah mandat PBB yang bertanggung jawab untuk mendukung Angkatan Laut Lebanon dalam mengawasi perairan teritorial Lebanon, mengamankan garis pantai dan mencegah masuknya senjata illegal atau materi yang berhubungan dengan hal tersebut lewat laut ke Lebanon.

MTF dibentuk berdasarkan permintaan dari pemerintah Lebanon (PM Siniora) dan berada dalam mandat Dewan Keamanan PBB, Resolusi 1701 (2006).

Pada akhir masa tugasnya, dalam pelayaran kembali ke Indonesia, KRI SIM-367 juga melakukan misi diplomasi terhadap negara-negara yang disinggahi.

Hal ini senada dengan amanat yang disampaikan oleh Pangarmatim dalam sebuah upacara penyambutan yang berlangsung secara sederhana di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya.

Dalam amanatnya, Pangarmatim juga menyampaikan rasa bangga serta penghargaan yang tinggi kepada seluruh prajurit yang terlibat dalam misi MTF TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL.

Selama bergabung dengan MTF UNIFIL, KRI SIM-367 telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan sehingga mendapat penghargaan antara lain berupa penganugerahan UN Medal and Certificate, Medal CISM (Comite International Sport Military), Belgia Medal, Italian Medal, LAF (Lebanon Armed Forces-Navy) Medal, serta Satya Lencana Shanty Dharma dari Presiden Ir. Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan pengalungan bunga oleh Ketua Daerah Jalasenstri kepada komandan KRI. Hadir pada acara tersebut, Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI Mintoro Yulianto, para Pejabat Utama Koarmatim, para Komandan KRI yang berada di Pangkalan.
READ MORE - KRI SIM-367 tiba dari Lebanon

Latihan Bersama Indonesia-Australia New Horizon 2015

Waasops KSAL buka latihan bersama Indonesia-Australia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZhulgfDAUq9JeylFdg9J6Mc9NmpsWkwexKDpaMTDuWaUOJKFKZ4ZMiClVl-eAyPNIBSW2iIB185uv-gk99ksTC7Kr79SuA78-jqIvOnV2CDM9KC9yMEj2ZZLqdmTcAOEP7o8R8LizX3I/s1600/2058574_20141002031254supermarine.jpg
KRI Usman Harun 359 [supermarine] ☆

Info Militer Terbaru - Wakil Asisten Operasi KSAL Laksamana Pertama TNI I G. Putu W. yang mewakili Asops KSAL Laksamana Muda TNI Ari Soedewo telah membuka secara resmi Latihan Bersama Indonesia-Australia bertajuk "New Horizon 2015" di Gedung Candrasa Mako Koarmatim Ujung, Surabaya.

Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, Selasa, melaporkan latihan bersama antara TNI Angkatan Laut dengan Royal Australian Navy (RAN) itu dibuka pada Senin (9/11) dengan ditandai penyematan tanda peserta latihan oleh Waasops KSAL yang didampingi Atase Pertahanan Australia di Jakarta Capt. (N) Nick Hart.

Sebelumnya, laporan kesiapan latma dilakukan oleh Komandan Satgas Latma New Horizon 2015 Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta yang sehari-hari menjabat Komandan KRI Usman Harun-359 yang merupakan salah satu unsur pelaku latihan.

Latihan Bersama antara dua angkatan laut negara yang bertetangga tersebut memiliki makna penting, tidak hanya bertujuan meningkatkan profesionalisme untuk kedua angkatan laut, tapi juga untuk meningkatkan hubungan bilateral dan memperkuat kerjasama antara TNI AL dan RAN.

Tujuan lain yang ingin dicapai dari latihan bersama tersebut adalah meningkatnya hubungan dan pemahaman melalui pelatihan di pangkalan dan interaksi sosial, meningkatnya kemampuan tempur, saling pengertian dan kerja sama melalui program latihan terstruktur di pangalan serta meningkatknya kemampuan dalam keterampilan kepelautan, keterampilan perang, standar profesional, keamanan dan komunikasi.

Dengan dilaksanakannya latihan bersama, diharapkan dapat melatih kemampuan dan keahlian personel kedua angkatan laut serta meningkatnya rasa persaudaraan sehingga bisa bersama-sama menjaga stabilitas keamanan kawasan maritim antar kedua negara.

Dalam amanat yang dibacakan Waasops, Asops KSAL mengatakan Latihan Bersama New Horizon dilaksanakan sejak tahun 1990 dan dilakukan setiap dua tahun.

Pada tahun 2015, Latihan Bersama New Horison akan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu harbour phase, sea phase dan post exercise phase.

Pada sea phase, akan dilaksanakan beberapa serial latihan, diantaranya peperangan bahaya umum, peperangan anti udara, peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, manuver taktis dan latihan penembakan.

Pembukaan Latihan Bersama New Horizon 2015, dihadiri Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, para Komandan KRI jajaran Koarmatim yang berada di Pangkalan Surabaya serta para pelaku latihan dari TNI AL dan RAN.

 PPRC 2015 

Sementara itu, Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Ganip Warsito melepas Unsur PPRC yang tergabung dalam Satgasla, KRI Makassar-590, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Tombak-629, di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya (10/11).

Tiga Unsur PPRC tersebut selanjutnya akan menuju daerah operasi untuk bergabung dengan Unsur Satgasla lainnya yang lebih dahulu berada di Daerah Operasi untuk melaksanakan operasi penyekatan awal di Perairan Morotai, Maluku Utara.

KRI Makassar 590, kapal perang jenis LPD yang masuk jajaran Satfib Koarmatim dengan Komandan KRI, Letkol Laut (P) Elmundo. S. Sianipar akan dijadikan Markas Komandan Satgasla PPRC TNI 2015 Laksamana Pertama TNI ING. Ariawan, S.E., M.M. dalam mengendalikan unsur-unsur Satgasla yang terdiri dari beberapa KRI.
READ MORE - Latihan Bersama Indonesia-Australia New Horizon 2015

Wednesday, 11 November 2015

Turki Bahas Kemajuan Joint Project

The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 RI
Info Militer Terbaru - Sampai saat ini Indonesia dan Turki telah melakukan kerjasama industri pertahanan antara kedua negara, diantaranya yaitu joint project of medium tank dan joint project of Software Defined Radio (SDR). Dirjen Pothan berharap, jumlah kerjasama antara industri pertahanan kedua negara semakin bertambah.

Demikian dikatakan Dirjen Pothan Kemhan Dr Timbul Siahaan yang memimpin pertemuan tahunan The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 di Kantor Ditjen Pothan Kemhan, Jakarta. Kementerian Pertahanan RI dalam hal ini Ditjen Potensi Pertahanan Kemhan melaksanakan Pertemuan tahunan ke-4 Kerjasama Industri Pertahanan antara Indonesia dan Turki sebagai kelanjutan dari penandatanganan kerjasama industri pertahanan kedua negara pada tahun 2010 lalu.

Dirjen Pothan Kemhan Dr Timbul Siahaan yang memimpin pertemuan tahunan ini mengatakan bahwa pertemuan tahunan ini adalah salah satu upaya peningkatan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Turki. Pertemuan tahunan ini digunakan sebagai ajang peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan kedua negara, dimana kedua negara berkesempatan mendiskusikan dan berbagi pengalaman mengenai industri pertahanan yang menjadi perhatian kedua negara.

Kerjasama pertahanan di bidang industri pertahanan ini sejalan dengan cita-cita Kemhan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan dan industri pertahanan dalam negeri. Dan project bersama antara masing-masing industri pertahanan Indonesia dan Turki ini merupakan kesempatan baik dalam upaya pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh kedua negara untuk memberikan kesempatan bagi pengembangan program-program kerjasama antar industri pertahanan kedua negara. Serta upaya peningkatan kerjasama industri pertahanan kedua negara yang telah berjalan.

Sementara itu MG Saban Umut yang memimpin delegasi Turki dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Turki berdasarkan pada saling kepercayaan. Kerjasama di bidang industri pertahanan ini diakui memperkuat hubungan bilateral kedua negara terutama di bidang pertahanan sejak tahun 2010 ketika awal ditandatanganinya kerjasama pertahanan kedua negara. Dan project-project kerjasama antara industri pertahanan kedua negara juga semakin mempererat hubungan tersebut.

Dalam The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 antara Indonesia dan Turki ini dipaparkan pula mengenai kemajuan joint project of medium tank oleh perwakilan PT Pindad dan kemajuan joint project of SDR oleh perwakilan PT Len Industri. (DAS/SPD
READ MORE - Turki Bahas Kemajuan Joint Project

Kajian sistem datalink nasional dirumuskan

Universitas Pertahanan menjalin kerja sama keilmuan dengan pabrikan sistem pertahanan Swedia, Saab

SAAB Swedia menawarkan kepada TNI AL pendidikan beasiswa yang akan berfokus pada Triple Helix ☆

Info Militer Terbaru - Interoperabilitas datalink dari sistem antar matra TNI, sistem kesenjataan, dan bahkan pabrikan persenjataan dan penginderaan serta radar di tubuh TNI diakui masih menjadi hal yang belum paripurna dientaskan.

"Sebagai institusi keilmuan, kami mencoba memberi masukan kepada TNI dan Kementerian Pertahanan dengan basis implementasi dari konsep Triple Helix sebagaimana yang kami saksikan dalam kunjungan kerja kami ke Swedia beberapa bulan lalu," kata Wakil Rektor Universitas Pertahanan, Marsekal Muda TNI Suparman, di Sentul, Jawa Barat, Selasa.

Universitas Pertahanan menjalin kerja sama keilmuan dengan pabrikan sistem pertahanan Swedia, Saab, yang berkantor pusat di Stockholm.

Kerja sama itu meliputi pengembangan dan inovasi sistem, beasiswa, dan lain-lain, yang nota kesepahamannya telah ditandatangani di Stockholm, tahun lalu.

Tahun depan, Universitas Pertahanan akan mendirikan Program Studi Teknologi dan Industri Pertahanan. Kepaduan antara pemerintah, institusi pendidikan tinggi dan riset, serta industri dalam berbagai aspek masih jadi masalah di Indonesia.

Sementara di Swedia, hal ini telah lama selesai, dan kondang dikenal dengan nama konsep Triple Helix, yang menjadi DNA kemajuan industri, ekonomi, dan inovasi negara di Semenanjung Skandinavia itu.

Bukan cuma institusi dan perusahaan pemerintahan Kerajaan Swedia yang dilibatkan dalam penerapan Triple Helix itu, karena banyak swasta besar dan kecil bersama-sama bekerja sesuai keperluan nasional mereka.

Contoh interoperabilitas sistem datalink pada aspek militer itu diberi Suparman. Menurut Suparman yang bergelut di bidang radar dan penginderaan semasa dinas aktif di lingkungan TNI AU, pengintegrasian sistem radar TNI AU pernah menghadapi masalah.

Indonesia pada masa lalu mengoperasikan radar di satuan-satuan radar TNI AU buatan blok Timur, lalu membeli sistem dari Inggris (Plessey Company plc), dan belakangan Prancis (Thomson CSF).

"Waktu kami mengadakan radar-radar baru, mengintegrasikan data dari sistem-sistem dan pabrikan berbeda ini masalah besar. Sampai kami harus memberi mereka peringatan kepada mereka (pabrikan) agar ini bisa dientaskan lebih dulu," kata Suparman.

Bahkan, dalam latihan gabungan di tingkat TNI, pernah dilakukan latihan gabungan pendahuluan khusus dari sistem senjata dan data ketiga matra TNI untuk mengupas dan memuluskan interoperabilitas sistem-sistem ini.

Setelah latihan pendahuluan interoperabilitas ini selesai dan dievaluasi bersama barulah latihan gabungan TNI digelar.

Dari fakta ini, kata dia, interoperabilitas sistem data menjadi hal yang mendesak untuk diwujudkan sesuai keperluan pertahanan Indonesia. 
READ MORE - Kajian sistem datalink nasional dirumuskan

Menhan akan Ajukan Tambahan Alutsista

Ada yang perlu ditambah, yang sudah ketinggalan akan kita perbarui


Anoa produksi Pindad akan digunakan oleh Korpaskhas [paskhas] ☆

Info Militer Terbaru - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menyatakan akan mengajukan penambahan alat utama persenjataan (alutsista). Penambahan itu untuk menunjang sistem pertahanan negara.

"Ada yang perlu ditambah, yang sudah ketinggalan akan kita perbarui, segera, ya tahun depan," kata Ryamizard saat berkunjung ke Lanud Sulaiman di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (9/11) kemarin.

Saat ini diperlukan penambahan anggaran untuk alutsista di TNI AD, AU dan AL. Tetapi semua itu menurut Ryamizard, tergantung dalam pembahasan anggaran nanti dengan DPR.

Sebenarnya, ia menuturkan, anggaran untuk alutsista sudah ada. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar. "Karena pasukan-pasukan kita di pasukan khusus, seperti di Kopassus, Marinir, dan di Korpaskhas ini dananya tidak besar," ujar dia.

Untuk keberadaan alutsista di Korpaskhas TNI AU ini, menurut dia sudah ideal. Namun, perlu ada pembahasan lagi terkait jumlahnya. Sedangkan untuk alutsista pesawat tempur yang bisa digunakan di atas 30 tahun itu tergantung dari perawatan.

Namun, kalau sudah tidak layak, tidak bisa untuk diterbangkan. Kata dia, jika jam terbang banyak dan perawatannya bagus, maka alutsista tersebut pun masih bisa digunakan. Terlebih, ia mengakui, sebetulnya jam terbang pasukan khusus negara ini memang tergolong banyak.

"Jam terbang kita ini masih banyak," kata dia. "Itu tergantung dari perawatan. Di negara lain, seperti Singapura, alutsista yang lama pun masih dipakai karena perawatannya juga bagus.
READ MORE - Menhan akan Ajukan Tambahan Alutsista

Tuesday, 10 November 2015

Sukhoi TNI Cegat Pesawat Penyusup di Langit Tarakan

Dipaksa Turun di Tarakan Pesawat Sukhoi TNI AU. (CNN Indonesia/Safir Makki)☆ 

 
Info Militer Terbaru
- Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat (intersepsi) pesawat asing yang melanggar wilayah udara Republik Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11).

"Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.

Peristiwa itu, ujar Dwi, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.

"Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ," kata Dwi.

Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, ujar Dwi, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.

 Diterbangkan Pilot AS 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia Marsekal Pertama Dwi Badarmanto menyatakan pesawat asing yang tertangkap radar menyusup di langit Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11), dipiloti oleh tentara Amerika Serikat.

"Pesawat itu diawaki oleh orang Amerika. Isinya satu pilot itu saja. Sekarang pesawat sudah dipaksa turun dan pilot dimintai keterangan kenapa dia terbang di situ, melanggar wilayah udara Indonesia," kata Dwi kepada CNN Indonesia.

Pilot tersebut bernama James Patrick Murphy. Dia adalah penerbang Angkatan Laut AS. Saat ini Murphy sedang diinterogasi secara intensif oleh TNI AU di Tarakan, sementara pesawat jenis propeller first engine Cessna yang dia terbangkan diparkir di Pangkalan Udara TNI.

"Masih dalam penyidikan," ujar Dwi. Murphy akan diperiksa sesuai proses hukum di Indonesia yang kemungkinan menghabiskan waktu satu-dua hari.

Dwi menyatakan pelanggaran wilayah udara di Indonesia telah berulang kali terjadi, termasuk di langit Tarakan. "Ini mungkin yang ke-19 sepanjang tahun ini. Pokoknya kami tak mau ambil risiko. Begitu ada pelanggaran, kami paksa dia turun," kata Dwi.

Pelanggaran udara di wilayah Indonesia terjadi di saat konflik di Laut China Selatan tengah memanas. AS belum lama ini mengirimkan kapal perangnya berlayar di sekitar pulau reklamasi buatan China yang terletak dekat Kepulauan Spratly yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai miliknya, dan mengabaikan keberatan dari Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Klaim ini terus menyulut ketegangan di kawasan tersebut. (agk)

CNN Indonesia
READ MORE - Sukhoi TNI Cegat Pesawat Penyusup di Langit Tarakan

Saturday, 29 August 2015

Alert, Australia Segera Dapat 4 Poseidon


Info Militer Terbaru - Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Australia, Indonesia wajib mewaspadai hal ini. Boeing telah mendapatkan kontrak senilai US$1.five miliar untuk pengadaan 13 pesawat Poseidon yang merupakan pengintai maritime paling canggih saat ini. Dari jumlah itu sembilan akan diperuntukan bagi Angkatan Laut Amerika dan empat untuk Royal Australian Air pressure (RAAF).

Pesawat Poseidon memiliki kemampuan peperangan anti-kapal selam, anti-permukaan dan intelijen, pengawasan dan pengintaian.

Produksi pesawat pertama untuk RAAF akan dimulai akhir tahun ini dengan pengiriman dijadwalkan untuk 2016. Dalam siaran persnya Sabtu 29 Agustus 2015, Boeing juga mengatakan akan memberikan Australia dengan sistem pelatihan lengkap untuk pesawat.
READ MORE - Alert, Australia Segera Dapat 4 Poseidon

Tuesday, 25 August 2015

Pasukan Khusus Korea Utara Dekati Perbatasan




Info Militer Terbaru - Keadaan semakin memanas di Semenanjung Korea, Korea Utara mengerahkan kapal pendaratan amfibi yang membawa pasukan khusus ke garis depan Semenanjung Korea sembari menunggu pembicaraan tingkat tinggi dengan Korea Selatan untuk mengurangi ketegangan.

Menurut kantor berita Yonhap, sekitar 10 kapal pendaratan amfibi meninggalkan basis mereka di Korea Utara dan melakukan perjalanan ke sebuah pangkalan angkatan laut tidak jauh dari perbatasan maritim antara kedua Korea.

“Sejak Korea Utara mengumumkan keadaan darurat perang, kendaraan invasi dan pasukan telah aktif bergerak,” kata seorang sumber kepada kantor berita tersebut sebagaimana dikutip Sputnik.

Kontak senjata antara kedua tetangga pecah pada Kamis 20 Agustus 2015 dengan masing-masing pihak menuduh pihak lawan yang melakukan provokasi lebidh dulu. Untuk meredakan ketegangan, kedua negara mulai melakukan pertemuan tingkat tinggi.
READ MORE - Pasukan Khusus Korea Utara Dekati Perbatasan

Wednesday, 5 August 2015

Buntu, Relokasi Pangkalan Militer AS di Okinawa Ditangguhkan


Info Militer Terbaru - Jepang akan menangguhkan relokasi pangkalan militer AS di Prefecture Okinawa selama 30 hari untuk meredakan ketegangan dengan pemerintah setempat.

Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dikutip oleh kantor Kyodo mengatakan pada konferensi pers bahwa Tokyo akan mengadakan “konsultasi intensif” dengan otoritas lokal untuk menyelesaikan kebuntuan yang sedang berlangsung.

Suga mengatakan penundaan relokasi yang direncanakan dari Pangkalan Udara Korps Marinir  Futenma berlaku pada Senin, 10 Agustus 2015.

Ia juga menegaskan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe dijadwalkan bertemu Gubernur Okinawa Takeshi Onaga, Jumat.

Onaga, melawan gigih rencana relokasi itu, berjanji untuk mencabut persetujuan pendahulunya bulan lalu.

Rencana pembangunan untuk relokasi pangkalan AS  ‘dari Ginowan yang kurang penduduknya wilayah pesisir Henoko telah memicu bentrokan pendapat karena kekhawatiran pengaruh lingkungan terkait kehadiran militer AS di Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani dan mitra AS-nya Ashton Carter menegaskan kembali rencana relokasi ini menjadi  bagian perjanjian antar pemerintah, bulan April ini.

Lebih setengah dari 47.000 tentara AS ditempatkan di Jepang yang berbasis di Okinawa. Situs militer diperkirakan mencapai hampir 18 persen dari seluruh daratan prefektur itu.
READ MORE - Buntu, Relokasi Pangkalan Militer AS di Okinawa Ditangguhkan

Friday, 10 July 2015

Prancis Tawarkan Mistral Rusia ke Kanada


Info Militer Terbaru-Buletin Intelligence Online Prancis Kamis 9 Juli 2015 melaporkan bahwa pembuat kapal DCNS telah mengaktifkan lobi ke Kanada untuk menjual kapal kelas Mistral pesanan Rusia yang tidak dikirim.

Pada tahun 2011, Perancis dan Rusia menandatangani kesepakatan $ 1,5 milyar untuk Paris untuk membangun dua kelas Mistral kapal serbu amfibi untuk Rusia. Kapal-kapal telah dibangun dan yang pertama dijadwalkan akan diserahkan November lalu, tapi Prancis menarik diri dari perjanjian pada menit terakhir atas peran Rusia dalam krisis Ukraina.

Penjualan kapal mistral ke pihak ketiga bukan menjadi hal yang mudah karena sebagian teknologi yang ditanam di kapal tersebut adalah milik Rusia. Sehingga penjualan hanya bisa dilakukan dengan izin Moskow. Sementara beberapa waktu lalu Rusia menyatakan tidak akan pernah memberi izin penjualan. Saat ini pembicaraan kedua pihak tentang kompensasi pembatalan pengiriman belum menemui titik temu.
READ MORE - Prancis Tawarkan Mistral Rusia ke Kanada

Gripen Hungaria Intersep Pesawat Asing

Gripen Hungaria
Gripen Hungaria

Info Militer Terbaru-Dua jet tempur Gripen milik Hungaria mencegat dan mengawal dua pesawat di atas Slovenia dalam dua misi terpisah.

Dalam penjelasan yang dikutip airforce-technology.com Kamis 9 Juli 2015, Kementerian Pertahanan Hungaria mengatakan pencegatan ini merupakan misi yang diterbangkan dari Kecskemét Air Base di Hungaria, merupakan bagian dari misi NATO. Hungaria, bekerja sama dengan Italia, telah melakukan tugas-tugas pengawasan udara di wilayah udara Slovenia sejak Oktober 2014. Namun tidak dijelaskan kapan pencegatan itu terjadi dan pesawat negara mana yang diintersep.

JAS 39 Gripen ini didukung oleh mesin tunggal Volvo-Flygmotor RM12. Pesawat tempur r ringan multiperan dirancang untuk melakukan berbagai misi pertarungan udara, serangan ke darat dan misi pengintaian.

Pesawat tempur Gripen Hungaria melakukan pengawasan udara di kedua rongga udara Hungaria dan Slovenia dengan dukungan pilot dilatih untuk tugas-tugas internasional.

Sebagai bagian dari NATO. Hungaria diatur untuk berpartisipasi dalam misi pengawasan uadra Baltik selama empat bulan hingga September tahun ini.
READ MORE - Gripen Hungaria Intersep Pesawat Asing

Wednesday, 8 July 2015

Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules


Info Militer Terbaru-Angkatan Udara Indonesia berencana mengganti pesawat angkut berat Hercules C-130 yang sudah tua. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan pihaknya telah melakukan kajian mengenai calon pengganti Hercules itu sudah dikirim ke Kementerian Pertahanan.

“Sudah kami kirim jauh-jauh hari sebelum kecelakaan Hercules A-1310 di Medan pekan lalu,” kata Agus.

Dalam kajian yang dikirim ke Kementerian Pertahanan, TNI AU mengincar dua jenis pesawat angkut kelas berat, yakni Airbus A400M Atlas dan Antonov An-70. Soal harga masing-masing merupakan ranah Kementerian Pertahanan.

A400 merupakan pesawat angkut berat buatan Airbus. Pesawat ini telah dibeli beberapa negara antara lain Spanyol, Inggris, Turki, dan Malaysia. Namun pada Mei lalu pesawat ini mengalami masalah setelah salah satu pesawat yang tengah diuji jatuh dan terbakar di Sevilla Spanyol. Pesawat ini juga didera dengan berbagai persoalan teknis termasuk keterlambatan pengiriman dan mundurnya pencapaian kemampuan operasional pesawat.

Sementara An-70 adalah pesawatadalah pesawat empat mesin yang dikembangkan Ukraina dan Rusia. Dengan kargo berukuran 22,4 m panjang, 4,80 m lebar, dan 4,40 m. Pesawat ini, dikombinasikan dengan kemampuan daya rentang 6. 598 km (dengan 20.000 kg payload) dan muatan maksimum 47.000 kg, menempatkan An-70 dalam kategori yang sama dengan A400M Atlas dari Airbus.

Tetapi pesawat ini juga mengalami masalah dalam pengembangan karena konflik Ukraina- Rusia yang menyebabkan Moskow kemudian menarik diri dari program tersebut. Dengan program yang dipimpin oleh Ukraina tetapi sebagian besar dibiayai oleh Rusia. Proyek jadi kacau balau karena konflik di negara tersebut. Terlebih melibatkan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menghapus Antonov An-70 pesawat angkut militer, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan Ukraina, dari program persenjataan nasional, kata surat kabar Izvestia sebagaimana dikutip Ria Novosti Senin 2 Maret 2015 lalu.

Sedangkan Ukraina pada Januari 2015 menyetujui produksi pesawat ini dan akan memperkenalkan ke layanan angkatan bersenjatanya. Serial produksi sekarang akan mulai, meskipun perusahaan tidak menentukan jadwal pasti

Asisten Perencanaan KSAU Marsekal Muda M. Syafii mengatakan penggantian pesawat Hercules masuk program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI bertajuk “Minimum Essential Force” (MEF). “Seharusnya masuk dalam rencana strategis pengadaan 2015-2019,” kata Syafii sebagaimana dikutip Tempo.

Marsekal Agus Supriatna berharap pemerintah memprioritaskan rencana pembelian pesawat angkut berat tersebut, terlebih setelah jatuhnya Hercules di Medan. Kecelakaan pesawat buatan 1964 itu merenggut 33 nyawa personel TNI AU dan enam anggota TNI AD serta 83 warga sipil yang ikut menumpang.
READ MORE - Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules