Showing posts with label Tank Tempur. Show all posts
Showing posts with label Tank Tempur. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

Turki Bahas Kemajuan Joint Project

The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 RI
Info Militer Terbaru - Sampai saat ini Indonesia dan Turki telah melakukan kerjasama industri pertahanan antara kedua negara, diantaranya yaitu joint project of medium tank dan joint project of Software Defined Radio (SDR). Dirjen Pothan berharap, jumlah kerjasama antara industri pertahanan kedua negara semakin bertambah.

Demikian dikatakan Dirjen Pothan Kemhan Dr Timbul Siahaan yang memimpin pertemuan tahunan The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 di Kantor Ditjen Pothan Kemhan, Jakarta. Kementerian Pertahanan RI dalam hal ini Ditjen Potensi Pertahanan Kemhan melaksanakan Pertemuan tahunan ke-4 Kerjasama Industri Pertahanan antara Indonesia dan Turki sebagai kelanjutan dari penandatanganan kerjasama industri pertahanan kedua negara pada tahun 2010 lalu.

Dirjen Pothan Kemhan Dr Timbul Siahaan yang memimpin pertemuan tahunan ini mengatakan bahwa pertemuan tahunan ini adalah salah satu upaya peningkatan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Turki. Pertemuan tahunan ini digunakan sebagai ajang peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan kedua negara, dimana kedua negara berkesempatan mendiskusikan dan berbagi pengalaman mengenai industri pertahanan yang menjadi perhatian kedua negara.

Kerjasama pertahanan di bidang industri pertahanan ini sejalan dengan cita-cita Kemhan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan dan industri pertahanan dalam negeri. Dan project bersama antara masing-masing industri pertahanan Indonesia dan Turki ini merupakan kesempatan baik dalam upaya pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh kedua negara untuk memberikan kesempatan bagi pengembangan program-program kerjasama antar industri pertahanan kedua negara. Serta upaya peningkatan kerjasama industri pertahanan kedua negara yang telah berjalan.

Sementara itu MG Saban Umut yang memimpin delegasi Turki dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Turki berdasarkan pada saling kepercayaan. Kerjasama di bidang industri pertahanan ini diakui memperkuat hubungan bilateral kedua negara terutama di bidang pertahanan sejak tahun 2010 ketika awal ditandatanganinya kerjasama pertahanan kedua negara. Dan project-project kerjasama antara industri pertahanan kedua negara juga semakin mempererat hubungan tersebut.

Dalam The 4th Defence Industry Cooperation Meeting 2015 antara Indonesia dan Turki ini dipaparkan pula mengenai kemajuan joint project of medium tank oleh perwakilan PT Pindad dan kemajuan joint project of SDR oleh perwakilan PT Len Industri. (DAS/SPD
READ MORE - Turki Bahas Kemajuan Joint Project

[Foto] Camouflage Baru BMP3F Marinir

Loreng Baru dan tulisan "MARINIR" dihilangkan


Info Militer Terbaru - Berikut ini penampakan loreng baru pada kendaraan tempur Marinir. Juga terlihat pada ranpur tersebut tulisan "MARINIR" yang selalu nampak disamping dihilangkan.

Belum jelas apakah ini sudah menjadi keputusan akhir atau masih dalam ujicoba lapangan.

Gambar ini dipostkan pr1v4t33r dari defense.pk.

bmp3f-1.jpg
bmp3f-6.jpg
READ MORE - [Foto] Camouflage Baru BMP3F Marinir

Wednesday, 20 May 2015

FNSS dan Pindad Sepakat Produksi Kaplan

IFV Kaplan-20
IFV Kaplan-20

Info Militer Terbaru-Dalam ajang IDEF ’15 di Istanbul, pemerintah Turki dan Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama untuk memproduksi Kaplan, tank kelas medium yang dibangun oleh perusahaan FNSS Turki.

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua negara akan bekerja untuk merancang, mengembangkan dan memproduksi dua prototipe tank. Kesepakatan itu juga melibatkan integrasi, sertifikasi dan memproduksi badan tank untuk tes ranjau.

Pada tahun 2010, FNSS memenangkan kontrak senilai $ 500 juta dari pemerintah Malaysia untuk pembangunan 250 kendaraan angkut lapis baja (APC). Hal Itu merupakan kesepakatan ekspor terbesar yang pernah dimenangkan oleh perusahaan pertahanan Turki.

FNSS adalah perusahaan patungan antara Nurol Holding Turki dengan BAE Systems Land and Armament berbasis di AS, dengan saham mayoritas milik perusahaan Turki.

Kini, kendaraan lapis baja Pars 8×8 dalam rencana produksi bersama di Malaysia. FNSS awalnya mengembangkan APC Pars untuk militer Turki.

Sementara, Turki dan Indonesia mengambil langkah pertama untuk kerjasama memproduksi Kaplan, saat kendaraan ini diluncurkan Mei 2013.


Mereka telah menandatangani perjanjian awal, untuk bermitra antara FNSS dengan PT Pindad Indonesia. FNSS memiliki teknologi kendaraan lapis baja sistem penggerak rantai, sementara PT Pindad memiliki teknologi sistem penggerak roda.

Seorang pejabat FNSS mengatakan perusahaannya berharap untuk mulai memproduksi Kaplan dalam waktu dua tahun ini.

“Semua aspek program telah cukup matang,” katanya. “Kesepakatan baru ini akan meningkatkan posisi FNSS ‘di pasar kendaraan lapis baja, di Asia. (17/05/2015).

Sumber: Defensenews.com
READ MORE - FNSS dan Pindad Sepakat Produksi Kaplan

Friday, 8 May 2015

Trauma Perang 2014, Israel Tambah Pengangkut Baja

Namer Israel
Namer Israel

Info Militer Terbaru-Sebagai respons dari perang tahun lalu di Gaza, Israel telah menandatangani kesepakatan senilai US$310 juta – menggunakan dana bantuan militer US – dengan General Dynamics Land Systems (GDLS) untuk menghasilkan pengangkut personel lapis baja bersenjata, Departemen Pertahanan mereka mengumumkan Selasa 5 Mei 2015-05-07.

GDLS akan menghasilkan kit untuk armored personnel carrier (APC) Namer Israel (“macan” dalam bahasa Ibrani) yang didasarkan pada chassis dari Merkava, tank tempur utama militer Israel.

Kontrak enam tahun untuk GDLS untuk menghasilkan kit untuk kendaraan, dengan perakitan akhir berlangsung di fasilitas Kementerian Pertahanan Israel selatan Tel Aviv, di mana industri lokal akan menyediakan komponen dan subsistem. lainnya GDLS sebelumnya memiliki kontrak lain – sekarang menyimpulkan, dan juga didanai melalui bantuan militer AS – untuk US$ 250 juta memproduksi mesin Namer di AS.

“The Namer dianggap pembawa lapis baja paling berat di dunia, dan telah terbukti kemampuannya dalam Operation Protective Edge terhadap berbagai ancaman,” kata Kementerian Pertahanan  mengacu pada perang di Gaza musim panas lalu.

Sebelumnya perang itu, Kementerian Pertahanan Israel telah merencanakan untuk memotong jumlah Namers. Namun sebuah insiden di mana tujuh infanteri tewas ketika sebuah rudal anti-tank menghantam M113 tahun 50 mereka (model pertama kali digunakan oleh AS di Vietnam) hingga menuai kritik publik. Akhirnya pemerintah memikirkan kembali rencana pengurangan.

Operator akan dilengkapi dengan Trophy active protection system (APS), yang membantu mempertahankan diri dari rudal bahu dan serangan mortir yang banyak terjadi di pertempuran di Gaza dan Libanon Selatan. Meskipun Merkava Mk4s telah menggunakan APS di masa lalu, beberapa Namer buatan 2009 belum menggunakan.

AS menghabiskan sekitar US$ 3 miliar per tahun dalam bentuk bantuan untuk Israel, lebih dari setengah dari belanja bantuan AS di seluruh dunia, dan yang menyediakan sekitar seperempat dari anggaran pertahanan Israel. Israel menghabiskan sekitar 75% dari bantuan membeli produk buatan AS.
READ MORE - Trauma Perang 2014, Israel Tambah Pengangkut Baja

Pindad Sepakati Pembangunan Tank Medium Dengan FNSS Turki

Desain Tank Medium Pindad
Desain Tank Medium Pindad

Info Militer Terbaru-Turki dan Indonesia sepakat untuk mengembangkan tank medium dan telah menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tank medium, ujar perwakilan Industri pertahanan Turki.

Kedua negara menandatangani perjanjian untuk desain dan pembuatan 2 prototipe tank medium. Hak kekayaan intelektual akan menjadi milik kedua negara, ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Pembuatan prototipe ini akan selesai dalam 37 bulan, termasuk pembuatan satu hull/ badan tank untuk digunakan dalam tes ranjau.

Program ini akan dipantau oleh komite eksekutif yang akan dibentuk oleh Departemen Pertahanan Nasional Indonesia dan Undersecretariat for Defense Industries, Turki.

FNSS Defense Systems, Turki merupakan perusahaan sistem tempur darat terkemuka di Turki, yang akan memberikan pelatihan kerja untuk BUMN PT Pindad Indonesia untuk desain dan produksi tank medium. Prototipe pertama akan diproduksi di Turki dengan partisipasi insinyur PT Pindand dan prototipe kedua akan diproduksi di Indonesia oleh PT Pindad.

Sumber: Anadolu Agency

READ MORE - Pindad Sepakati Pembangunan Tank Medium Dengan FNSS Turki

Tuesday, 5 May 2015

Inilah Tampilan Tank Armata Cs Secara Utuh!!!

Info Militer Terbaru-Setelah sekian lama diselimuti misteri, tank paling baru Rusia Armata akhirnya menampakkan dirinya secara utuh.  Kementerian Pertahanan Rusia memposting foto-foto tank Armata dan peralatan  baru yang akan ditampilkan dalam Parade Kemenangan 9 Mei 2015 nanti.

Foto-foto resolusi tinggi dari Main Battle Tank Armata, kendaraan tempur infanteri Armata, Koalitsiya-SV howitzer self-propelled, dan kendaraan tempur infanteri ditampilkan utuh tanpa penutup sama sekali.

Armata tank
Armata tank

Kurganets-25 armored personnel carrier
Kurganets-25 armored personnel carrier

A Koalitsia-SV self-propelled gun
A Koalitsia-SV self-propelled gun

Bumerang armored personnel carrier
Bumerang armored personnel carrier
 
A Kornet-D1 anti-tank missile complex
A Kornet-D1 anti-tank missile complex
 
READ MORE - Inilah Tampilan Tank Armata Cs Secara Utuh!!!

Wednesday, 29 April 2015

Desain Sementara Tank Medium Pindad-FNSS










Sebuah mock up tampak bertengger gagah di stand PT.Pindad dalam ajang seminar Armour Vehicle Asia, di Hotel Crown Plaza, Selasa 28/04/2015. Tak salah lagi. Inilah model pertama dari medium tank yang nantinya akan dikerjakan PT. Pindad dan FNSS Turki. Keberadaan model medium tank ini paling tidak membangkitkan semangat, bahwa proyek prestisius ini masih terus berjalan.

Namun demikian, desain ini belumlah sempurna 100%. Menurut perwakilan Pindad, masih banyak diperlukan penyempurnaan. Apalagi, insinyur dari Pindad dan FNSS belum secara resmi bekerja bareng menyempurnakan desain yang telah ada. Namun satu hal yang pasti, Medium Tank nantinya akan menggunakan kubah meriam 105mm CV-CT besutan CMI. Hal ini diamini oleh perwakilan CMI yang berada di pameran, saat berbincang dengan ARCinc.

Sementara perwakilan dari FNSS menyebutkan memang belum ada desain yang 100% sempurna. Tim dari kedua negara masih terus bekerja menyesuaikan requirement dari masing-masing negara. Namun, bisa dipastikan desain medium tank benar-benar baru dan tidak mengacu pada ranpur ACV-300 produk FNSS. Selain itu bobot medium tank dipastikan tidak akan melebihi 40 ton, meski untuk hal ini bergantung pada konfigurasi yang nantinya ditetapkan.

Dalam waktu dekat, Pindad dan FNSS akan melakukan penandatanganan dimulainya secara resmi pengerjaan Medium Tank. Semoga semuanya berjalan lancar.

Sumber: ARC.web.id
READ MORE - Desain Sementara Tank Medium Pindad-FNSS

Tuesday, 28 April 2015

Perkembangan Tank Medium Pindad Turki

Desain tank Pindad yang beredar di Sosial Media

Bandung – Sejumlah anggota Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad, dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Ri Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra. Mereka diterima oleh Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad, Bandung yang juga dihadiri jajaran Direksi dan pimpinan PT Pindad, 16/3/2015.

Adapun kunjungan kerja ini dilakukan untuk meminta data dan informasi dari PT Pindad mengenai perkembangan kerjasama proyek medium tank dengan Turki. “Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan kerjasama pertahanan antara Pindad dengan Turki, termasuk bagaimana respon dari Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mendukung implementasi kerjasama tersebut,” ujar Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra mewakili para anggotanya.

Silmy Karim, menanggapi hal tersebut, mengatakan bahwa proyek bersama Indonesia – Turki mengenai medium tank sudah diinisiasi sejak lama, namun analisis kemampuan Pindad terus dilakukan. “Kerjasama ini sebenarnya sudah dinisiasi sejak lama oleh Pemerintah, bahkan penandatanganannya sudah terjadi sejak tahun 2013. Secara manufaktur dan testing Pindad sudah siap. Namun ada beberapa teknologi yang masih memerlukan bantuan dari para mitra seperti turret dan firing control system, navigation system, serta self defence system. Kami ingin membuat medium tank yang sempurna baik dari mobility, fire power, dan survivability” ujar Silmy.

Jadwal pengerjaan proyek sudah dibuat. Jika semuanya berjalan lancar, pada tahun 2015 ini akan dibuat satu unit purwarupa produk di Indonesia dan satu unit di Turki. Komunikasi yang lebih intens juga sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Savunma Sanayii M (SSM), Kementerian Pertahanan Turki. “Untuk progress B2B, sudah dikirimkan beberapa karyawan Pindad untuk mempelajari lebih jauh teknik pengelasan aluminium armored yang dipakai sebagai bahan baku medium tank,” ujar Silmy. Ia juga menyatakan rasa optimisnya bahwa proyek ini akan berjalan dengan baik di masa depan. “Kami optimis program medium tank ini akan berjalan dengan baik karena latar belakang teknologi industri pertahanan Indonesia dan Turki yang sudah cukup baik,” tutup Silmy.

Setelah diskusi panjang di auditorium selesai, rombongan Komisi I DPR RI mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad di Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata untuk mencoba performa produk pertahanan dan keamanan Pindad secara langsung.

Sumber: Pindad.
READ MORE - Perkembangan Tank Medium Pindad Turki

Monday, 27 April 2015

Angkatan Darat Jerman Takkan Mampu Melawan Tank Rusia

Jerman tidak memiliki amunisi yang efektif dan tidak akan mampu menahan tank Rusia dalam kasus konflik militer, surat kabar Jerman “Die Welt” menulis. Terlepas dari kenyataan bahwa Jerman memiliki Leopard 2, salah satu tank tempur terbaik di dunia, angkatan bersenjatanya kekurangan amunisi kuat dan tidak memiliki peluang melawan tank Rusia, menurut surat kabar itu yang dikutip Spuntik Minggu 26 April 2015.

Jerman berbasis pada amunisi wolfram yang tidak menghasilkan energi kinetik cukup untuk melawan tank T-90 dan T-80 Rusia yang modern dan berteknologi maju.

Ada perlombaan konstan antara negara-negara untuk mengembangkan kemampuan militer industri mereka dan meningkatkan senjata mereka serta perlindungan mereka, kata artikel tersebut. Jenis persenjataan baru terus mengisi pasar, sementara Jerman tertinggal di belakang.

Rusia telah memodernisasi tank dengan cepat. Misalnya, tank T-90 diperkenalkan pada tahun 1990an telah dimodernisasi beberapa kali, dan pada 2017-2020 Rusia berencana untuk memperkenalkan model baru yang disebut Armata yang jelas akan semakin menyulitkan Jerman.
READ MORE - Angkatan Darat Jerman Takkan Mampu Melawan Tank Rusia

Moskow: T-14 Paling Mematikan di Dunia

Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengungkapkan tank T-14 Armata. Main Battle Tank (MBT) ini mereka sebut sebagai kendaraan tempur lapis baja paling mematikan di dunia. Pernyataan ini disampaikan Minggu 26 April 2015, beberapa pecan menjelang Parade Hari Kemenangan 2015.

MBT T-14 dan kendaraan lapis baja baru Rusia menunjukkan lompatan besar dalam hal teknologi  dibandingkan peralatan militer tua era-Soviet.

“Kendaraan baru mewakili perubahan terbesar dalam keluarga kendaraan tempur lapis Rusia sejak tahun 1960-an dan 1970-an,” melaporkan HIS Jane 360 ​​Defense Weekly.

Fitur utama dari tangki baru menara tak berawak yang jauh-dikontrol, dengan awak duduk di kapsul lapis baja di bagian depan lambung tangki.

T-14 dipersenjatai dengan smoothbore meriam 125 mm yang dapat menembakkan amunisi bertenaga tinggi, termasuk armor-piercing membuang proyektil sabot, peluru kendali, berbentuk biaya dan jenis-jenis amunisi. Energi Moncong meriam tank lebih besar daripada Rheinmetall mm 120 Leopard-2 Jerman.

Bahkan ada yang berspekulasi bahwa tank Armata mungkin akan dilengkapi dengan gun 152 mm. Jika ini benar, tangki akan memiliki meriam paling kuat yang pernah dipasang pada tank tempur utama. T-14 juga akan membawa senapan kaliber 30 mm untuk menembak jatuh terbang rendah target udara, termasuk pesawat dan helikopter. Untuk mempertahankan diri rudal anti-tank, T-14 akan memiliki menara-mount senapan mesin berat 12,5 mm.

Armata dapat mempertahankan diri dari serangan senjata berat. Bahkan mampu membendung gempuran helikopter Apache.

Armata direncanakan menjalani uji coba negara hingga 2016, Uralvagonzavod diharapkan memasok lebih dari 2.300 tank baru untuk militer Rusia pada tahun 2020. Armata akan menggantikan tank T-72 dan T-90 yang sudah tua.
READ MORE - Moskow: T-14 Paling Mematikan di Dunia

Friday, 10 April 2015

Asia Tenggara Adu Kuat Main Batlle Tank

Departemen Pertahanan Indonesia sempat dikritik ketika membeli main batlle tank Leopoard. Selain dinilai tidak pas untuk geografi Indonesia, senjata model ini tidak lagi diperlukan untuk perang masa depan. Tetapi ternyata bukan hanya Indonesia, hampir semua negara Asia Tenggara juga ramai-ramai melengkapi arsenalnya dengan tank tempur utama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara bahkan disebut telah mengubah arah dengan pengadaan tank tempur utama (MBT) entah dengan membeli baru seperti yang dilakukan Malaysia dan Thailand maupun dengan tank lama yang telah diupgrade kemampuannya.

Leopard 2A4 Indonesia

Menurut IHS Jane, Indonesia bahkan yang paling terakhir memutuskan untuk belanjja MBT. Dengan membeli dari Jerman Rheinmetall 103 Leopard 2A4 MBT, 42 Marder 1A3 kendaraan tempur infanteri (IFV) dan 11 kendaraan pendukung. Sebagian kendaraan telah dikirim dan sesuai kontrak seluruh pengiriman akan selesai 30 bulan setelah kontrak diteken pada Desember 2012 lalu.

PT-91M-MBT
Malaysia juga belanja besar-besaran untuk MBT ini dengan telah mengambil pengiriman 48 PT-91M MBT dari Polandia, yang dipersenjatai dengan senjata 125mm smooth-bore gun  yang memungkinkan kru untuk dikurangi hanya menjadi tiga, yang terdiri dari komandan, penembak dan sopir.

Armada dukungan juga telah dikirim oleh Polandia termasuk enam WZT-91M armoured recovery vehicles (ARV), tiga MID-91M armoured engineer vehicles (AEV) dan lima PMC-91M armoured vehicle-launched bridges (AVLB) dilengkapi dengan German Krauss-Maffei Wegmann Leguan horizontally launched bridge. Malaysia memiliki persyaratan untuk MBT tambahan, yang memungkinkan sebuah brigade tank secara penuh bisa terbentuk.

Leopard-2 Singapura

Singapura, selama ini masih didominasi dengan AMX-13 tank ringan Perancis tua, dipersenjatai dengan senjata 75mm. Namun Krauss-Maffei Wegmann telah mengambil peran dengan mengirimkan Leopard 2 MBT dipersenjatai dengan / 44 gun smoothbore 120mm L. Sebanyak 96 MBT telah diserahkan. Dari jumlah itu 66 telah dikerahkan dan sisanya digunakan sebagai suku cadang. Tank ini juga telah ditingkatkan kemampuannya oleh Singapore Technologies Kinetics, termasuk pemasangan peralatan kontrol senjata, sistem manajemen pertempuran, sistem AC dan paket armor. Kendaraan dukungan Buffel ARV kini telah disampaikan, dengan AEV dan AVLB dalam pesanan.

BM-Oplot-MBT Thailand

Sedangkan Thailand  juga telah mengambil pengiriman dari Ukraina 49 BM Oplot MBT dipersenjatai dengan senapan 125mm smoot-bore, sistem pengendalian penembakan komputerisasi dan paket armor canggih yang mencakup baja reaktif eksplosif. Selain Oplot MBT, Thailand telah mengambil pengiriman lebih dari 100 BTR-3E1 seri 8×8 amfibi pengangkut personel lapis baja. Nah jadi tidak salah memang Indonesia pun membeli Leopard karena negara tetanggapun juga melakukan hal yang sama.
READ MORE - Asia Tenggara Adu Kuat Main Batlle Tank

Monday, 30 March 2015

Rakushka, Tempurung Terbang dari Rusia



MOSKOW: Pasukan lintas udara Rusia saat ini tengah bersiap memamerkan koleksi senjata terbarunya, yakni kendaraan tempur BMD-4M dan kendaraan lapis baja universal BTR-MD Rakushka yang dalam bahasa Indonesia berararti ”tempurung”. Senjata baru tersebut akan mengitari Lapangan Merah pada 9 Mei 2015 mendatang, saat perayaan peringatan Perang Patriotik Raya. Dalam satu dekade ke depan, satuan lintas udara Rusia akan membeli 1.500 unit BMD-4M dan 2.500 unit BTR-MD.

Kendaraan lapis baja Rakushka akan menjadi kendaraan tempur aktif pasukan lintas udara Rusia, menggantikan pendahulunya BTR-D yang telah digunakan selama 40 tahun. Pasukan Rusia telah lama menunggu kendaraan tempur baru.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dokumen spesifikasi teknis proyek pengembangan kendaraan militer pasukan lintas udara Rusia telah diterbitkan pada 1992, namun proyek ini menemui jalan buntu, sebelum akhirnya pada September 2009 muncul proyek modernisasi BMD dan pembuatan kendaraan lapis baja Rakushka menggunakan format kendaraan dalam dokumen tersebut sebagai dasarnya.

Saat ini, Rakushka tengah menjalani uji coba di dalam pasukan Rusia. Minggu lalu, stasiun televisi Kementerian Pertahanan Rusia menunjukan cuplikan keikutsertaan Rakushka dalam latihan tempur satuan pasukan lintas udara Tula. Rakushka menunjukan kemampuannya dalam bergerak cepat di lingkungan pemukiman padat dan mendapat sambutan hangat dari para mekanik dan pengemudi yang gembira karena menjadi salah satu pengemudi pertama kendaraan tersebut.

Di dalam reportase tersebut disebutkan bahwa kendaraan ini dirancang bukan untuk melakukan serangan frontal. Kendaraan ini dirancang sebagai penahan serangan musuh, sehingga senjata yang dimiliki pun tidak mengesankan, berupa dua senapan mesin kaliber 7,62 mm yang ditaruh di bagian atas kabin dan di pinggir kiri depan kabin.

Kendaraan berbobot 13,2 ton ini digunakan untuk melakukan tugas logistik seperti pengiriman pasukan ke garis depan, mengantarkan amunisi senjata, serta mengevakuasi korban luka. Untuk memenuhi tugas tersebut, kendaraan ini harus memiliki kecepatan, kapasitas angkut, serta kemampuan manuver yang baik. Parameter tersebut merupakan nomor andalan BTR-MD. Meski konstruksi kendaraan ini dibuat terbatas agar dapat dimuat dalam kendaraan transportasi udara serta mampu bergerak di atas air, kendaraan ini mampu meningkatkan daya angkutnya 1,5 kali lebih besar dibanding BTR-D. Kendaraan ini bisa memuat 13 tentara serta dua orang awak pengendali, sedangkan konstruksi bagian dalam kendaraan ini mempermudah pengangkutan korban luka yang berada di atas tandu maupun pengangkutan amunisi.

Rakushka sendiri dibuat menggunakan sasis BMD-4, sehingga mampu melakukan unifikasi produksi dengan beberapa jenis kendaraan lapis baja lain. Hal ini merupakan hal baru dalam dunia senjata Rusia, yang biasanya membuat kendaraan dengan spesifikasi komponen yang benar-benar berbeda satu sama lain tanpa memperhatikan sisi keekonomisan produksi tersebut.



Berenang dan Terjun dengan Parasut

“Kendaraan ini merupakan kendaraan tempur yang dirancang untuk pasukan lintas udara, sehingga kendaraan ini harus memiliki kemampuan pendaratan dan penggunaan terpisah dari pasukan utama tentara Rusia. Hal terpenting bagi kendaraan ini adalah kemampuan menahan paparan tembakan dari serangkaian tipe senjata dalam kontak perang,” kata Redaktur Utama majalah Natsionalnaya Oborona Igor Korotchenko mengomentari Rakushka.

Kendaraan lapis baja ini dirakit dengan mesin penggerak di belakang, sementara bagian tengah merupakan tempat pengangkutan personel atau barang angkut, dan di bagian depan adalah tempat pengendali kendaraan. Kendaraan ini melindungi awak dan personel di dalamnya dengan badan mobil yang terbuat dari baja aluminium dan dua blok pelontar granat Tucha, yang menjamin kendaraan dan pasukan tentara dengan jalan keluar yang aman dari zona peperangan. Tempat duduk personel juga dirancang terhubung ke atas badan mobil, untuk menjaga keamanan para personel dari ledakan ranjau darat. Selain itu, terdapat filter udara dari luar serta pemanas kabin.

Rakushka tidak hanya dapat terjun menggunakan parasut, tetapi juga berenang dengan kecepatan sepuluh kilometer per jam, menaklukan hambatan di permukaan air, berenang mengarungi gelombang laut, dan masuk kembali ke kapal pendarat.

Pada Agustus lalu, Rakusha telah menjalani uji coba di laut. Saat itu, ‘sang Tempurung’ mampu menunjukan arti julukannya tersebut di atas air. Kendaraan ini tidak hanya berhasil mendarat di pesisir pantai dengan tingkat ketinggian gelombang skala empat hingga lima, tetapi juga berenang kembali masuk ke dalam kapal pendarat yang berada 500 meter dari pinggir pantai dengan ketinggian gelombang skala tiga.

Pasukan lintas udara yang mendapatkan kendaran baru ini pada Juni lalu berencana untuk melakukan uji coba ekstrem hingga 2015, guna memeriksa kelemahan dan cacat kendaraan ini. Setelah itu, BTR-MD akan masuk ke dalam perbendaharaan senjata tentara Rusia.

Pada Agustus lalu, menjelang perayaan Hari Pasukan Lintas Udara Rusia, Komandan Utama Pasukan Lintas Udara Kolonel Jenderal Vladimir Shamanov mengumumkan bahwa hingga 2015, pasukan di bawah komandonya akan mendapatkan dua kompleks yang terdiri dari 32 mesin BMD-4M dan lebih dari 20 unit BTR Rakushka. (VIT)

 Sumber: Indonesia RBTH
READ MORE - Rakushka, Tempurung Terbang dari Rusia