Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Monday, 22 June 2015

Jatuh di Lebanon, Israel Gempur Drone Sendiri dari Udara

drone israel

Info Militer Terbaru-Sebuah ledakan terjadi di dekat kota Saghbein di daerah terpencil Bekaa Barat Lebanon. Al Manar TV yang dikelola Hizbullah mengatakan, sebuah pesawat tak berawak Israel jatuh di daerah tersebut dan serangan udara itu sebagai upaya Israel untuk menghancurkannya.

Sebuah sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa penyebab ledakan “masih belum 100 persen jelas, tetapi kemungkinan besar itu adalah serangan udara Israel menghancurkan drone mereka [yang jatuh].”

“Sebuah serangan udara Israel diluncurkan pagi ini untuk menghancurkan salah satu drone mereka yang jatuh di pegunungan di luar Saghbine kemarin,” kata seorang sumber keamanan kepada AFP Minggu 21 Juni 2015.

Sumber lain juga mengatakan kepada Reuters sebuah pesawat tanpa awak Israel mungkin telah jatuh. Sumber tidak menjelaskan lebih jelas; sambil menambahkan “penyelidikan yang tepat” telah diluncurkan.

Gambar yang muncul di media Libanon menunjukkan sisa-sisa pesawat tak berawak yang menjadi target serangan Israel dengan salah satu bagian terlihat seperti sayap.Sejauh ini tidak ada komentar dari Israel.

Tahun lalu, Israel meledakkan perangkat pengawasan di Lebanon, ledakan menewaskan satu anggota Hizbullah. Perangkat ini tersembunyi terlihat seperti batu, tapi tetap ditemukan. Kelompok ini merespons dengan meledakkan bom di dekat perbatasan Israel, melukai dua tentara.
READ MORE - Jatuh di Lebanon, Israel Gempur Drone Sendiri dari Udara

Wednesday, 10 June 2015

Mesranya Hubungan Arab Saudi – Israel

Pejabat Israel salaman dengan jenderal Saudi.
 Pejabat Israel salaman dengan jenderal Saudi.

Info Militer Terbaru-Arab Saudi dan Israel akhirnya buka kartu. Kedua negara yang selama ini santer disebut saling menjalin hubungan mesra secara diam-diam akhirnya mengakui sekongkol mereka.

Para pejabat kedua negara pernah dilaporkan media internasional bertemu di suatu tempat di luar negeri atau di Israel buat membahas kerjasama di kawasan Timur Tengah.

Sudah bukan rahasia lagi jika Arab Saudi yang mengaku beraliran Islam Sunni merasa pengaruhnya di Timur Tengah digerogoti oleh Iran yang beraliran Syiah.

Namun beberapa kali pertemuan antara pejabat Saudi dengan pejabat Negeri Zionis itu selalu disangkal oleh Saudi. Meski Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman pernah mengatakan sebaliknya. Dalam wawancara dengan koran Israel Yedioth Ahronoth April tahun lalu dia mengatakan Kuwait dan Arab Saudi merupakan dua dari sejumlah negara Arab yang menjalin hubungan rahasia dengan Israel meski tidak punya hubungan diplomatik.

Namun kedua pejabat pemerintah Saudi dan Kuwait membantah klaim Lieberman itu.Apa saja yang menjadi bukti kuat sekongkol Saudi dengan Israel ?:

1). Amankan haji, Saudi sewa keamanan swasta Israel
 
Tahun 2013 lalu menjadi haji paling menyengsarakan bagi calon jemaah asal Palestina. Bagaimana tidak? Pemerintah Arab Saudi menyewa perusahaan keamanan swasta G4S milik Israel.

Situs abna.ir melaporkan, Senin (14/10/2013), Saudi bukan pertama kali menyewa keamanan. Saban tahun diperlukan sekitar 700 ribu orang pasukan agar pelaksanaan haji berjalan lancar. Tentu saja ini mengejutkan bagi Peziarah Palestina.

G4S al-Majal, salah satu cabang dari perusahaan keamanan G4S dipercaya sudah mengawal pengamanan haji sejak 2010. Namun belum diketahui bagaimana jenis kerja sama dengan perusahaan induk.

Pegiat dari kelompok Boikot Sanksi dan Divestasi Israel pada Palestina (BDS) mengatakan pihaknya menyerukan agar Saudi membatalkan kerjasama dengan satuan keamanan yang juga melindungi pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, sedikit-sedikit mencaplok tanah Palestina.

Tak hanya BDS yang bereaksi atas kerjasama ini imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ekrima Sabri mengatakan bekerja sama dengan G4S juga merupakan kejahatan. “Mereka membantu penjajah adalah penjajah juga,” ujarnya.

2).Delegasi Saudi temui pejabat militer Israel.
 
Menurut radio Israel, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Amir Salman bin-Sultan dan dua pejabat lainnya diam-diam mengunjungi Israel.

Perjalanan ke Israel itu dilaporkan oleh surat kabar bermarkas di Yerusalem, al-Manar. Dalam berita itu dikatakan informasi soal itu berasal dari sumber-sumber rahasia, seperti dilansir situs middleeastmonitor.com, Rabu (11/12/2013).

“Delegasi Saudi,” kata sumber itu,”menemui pejabat militer Israel dan Bin-Sultan mengunjungi salah satu pangkalan militer Israel ditemani seorang pejabat militer senior.”

Radio Israel tidak mengonfirmasi berita dari sumber itu, namun dilaporkan sejumlah surat kabar baru-baru ini sudah banyak melaporkan pertemuan rahasia antara pejabat Saudi dengan pejabat militer Israel.

Awal pekan ini koran Iran melaporkan pihak Saudi dan Israel mengadakan pertemuan di sebuah negara di luar negeri.

Riyadh sebelumnya membantah laporan dari koran British Sunday Times yang melaporkan kerja sama Saudi-Israel dalam persiapan menyerang program pengembangan nuklir Iran.

3). Saudi izinkan jet tempur Israel melintas buat gempur Iran
 
Pejabat Uni Eropa di Brussels, Belgia, mengatakan kepada stasiun televisi Israel Channel 2, Arab Saudi sudah menawarkan wilayah udaranya untuk dilintasi pesawat-pesawat jet tempur Israel guna menyerang Iran jika diperlukan.
 
Langkah itu sebagai balas budi buat Israel yang meningkatkan pembicaraan damai dengan Palestina.
“Pihak berwenang Saudi sudah berkoordinasi penuh dengan pejabat Israel dalam soal Iran,” kata pejabat Eropa itu, seperti dilansir Sputnik News, Kamis (26/2).

Jika jet-jet tempur Israel bisa melintasi wilayah udara Arab Saudi maka Negeri Bintang Daud itu bisa menyerang Teheran kapan saja tanpa perlu mengitari Teluk Persia.

Channel 2 juga mengungkapkan pasukan intelijen Israel dan negara Arab juga sudah berbagi informasi soal program nuklir Iran.

Meski Israel dan Saudi tidak punya hubungan diplomatik, namun sejumlah laporan yang menyatakan kedua negara itu sudah banyak bekerja sama untuk menyerang Iran.

4).Jet tempur Israel dukung Saudi ikut gempur Yaman
 
Sumber di Ibu Kota Sanaa, Yaman, Jumat lalu mengatakan sejumlah jet tempur Israel ikut melancarkan serangan udara ke Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi pada Kamis pekan lalu.
“Ini pertama kalinya pasukan Zionis bergabung dengan koalisi negara Arab,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Politik Al-Haq, yaman, Hassa Zayd dalam akun jejaring sosial Facebook, seperti dilansir Global Search, Ahad (29/3).

Dia mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah memerintahkan langsung Angkatan Udara Israel mengerahkan jet-jet tempur mereka buat mendukung serangan Saudi ke Yaman.

Jumat lalu sedikitnya 15 orang tewas di Sanaa dalam serangan udara itu.

Stasiun televisi al-Massira melaporkan serangan udara Saudi itu menargetkan rakyat sipil Yaman yang sedang berbelanja di pasar.

Liga Arab kemarin menyatakan siap membentuk koalisi militer buat menyerang Yaman yang kini dikuasai pemberontak Houthi beraliran Syiah.

Negara-negara Arab itu juga menyerukan pemberontak Houthi untuk segera mundur dari Sanaa dan sejumlah institusi pemerintah serta menyerahkan senjata mereka kepada otoritas yang berwenang.

5).Pejabat Israel dan Saudi akui jalin kerjasama
 
Arab Saudi dan Israel akhirnya membenarkan rumor selama ini bahwa dua negara bermusuhan itu sebetulnya sudah menjalin hubungan diplomatik. Dalam forum Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat pekan lalu, kedua negara membenarkan sudah digelar lima kali pertemuan rahasia di tempat netral sejak 2014.

Tujuan dialog itu adalah membahas strategi menangkal Iran yang terus berambisi memiliki nuklir. Dirjen Kementerian Luar Negeri Israel Dore Gold mengatakan pihaknya dan Saudi punya kepentingan beririsan.

Israel jengah dengan langkah Iran mendanai militan Hizbullah di selatan Libanon. Apalagi AS malah mengizinkan Iran memiliki fasilitas nuklir, yang dikhawatirkan bisa menjangkau wilayah Zionis.

Sedangkan Arab Saudi sejak lama tidak akur dengan negara mayoritas Syiah itu. Apalagi Iran secara terbuka mendukung militan Houthi yang menggulingkan Presiden Yaman selaku sekutu Saudi.

“Bukan berarti (Israel-Saudi) telah menyelesaikan semua masalah dan perbedaan selama ini, tapi harapan kami, isu-isu bersama dapat kami atasi di tahun-tahun mendatang,” kata Gold seperti dilansir the Atlantic, Senin (8/6).

Dalam forum yang sama, Saudi diwakili Anwar Majed Eshki, purnawirawan yang dulu menjabat sebagai penasehat Dubes Saudi untuk Amerika Serikat.

Eshki bersalaman dengan Gold di hadapan forum yang digelar Kementerian Luar Negeri AS itu. Saat berpidato, Eshki menjelaskan alasan negaranya bersedia duduk semeja dengan Israel, untuk menangani pengaruh Iran.

Bekas jenderal berpengaruh di Saudi ini percaya para mullah di Iran berambisi menguasai Timur Tengah. “Ada tujuh skenario yang dipersiapkan Saudi untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah,” kata Eshki.

Salah satu rencana itu adalah mendongkel rezim Mullah di Iran. Supaya Israel dan negara-negara Arab tak lagi ribut, Saudi pun mengusulkan terciptanya negara penyangga menampung warga Kurdi. Wilayah ‘kurdistan’ itu mencakup sebagian Iran, Irak, dan Turki.

Sumber: Merdeka.com
READ MORE - Mesranya Hubungan Arab Saudi – Israel

Friday, 22 May 2015

Untuk Apa Ribuan Bom Dikirim ke Israel?


Info Militer Terbaru-Amerika Serikat akan menjual ribuan bom dan rudal ke Israel, serta 10 helikopter Seahawk ke Arab Saudi. Perjanjian penjualan senjata tersebut bernilai sekitar US$ 1,9 miliar untuk masing-masing negara.

Rencana penjualan senjata ke dua sekutu AS di Timur Tengah itu telah disampaikan Departemen Luar Negeri AS kepada Kongres AS.

Dalam kesepakatan penjualan senjata untuk Israel, termasuk 3 ribu rudal Hellfire, 250 rudal udara-ke-udara berjarak menengah, 4.100 bom luncur dan 50 bom BLU-113 yang dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi di bawah tanah.

Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/5/2015).
Israel yang menentang keras diplomasi AS dengan Iran soal program nuklirnya, telah menegaskan pihaknya berhak mengambil aksi militer sepihak terhadap Iran guna mencegah negara seterunya itu memiliki senjata nuklir. Dan bom-bom yang dipesan Israel ke AS tersebut, bisa digunakan untuk menggempur lokasi-lokasi nuklir Iran yang berada di bawah tanah.

“Rencana penjualan peralatan ini akan memberikan Israel kemampuan untuk mendukung kebutuhan pertahanan dirinya sendiri,” demikian statemen Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan.

Sementara rencana penjualan senjata dengan Arab Saudi mencakup 10 helikopter Seahawk MH-60R beserta radarnya, sistem navigasi dan 38 rudal Hellfire.

Sebelumnya, pemerintah AS telah menyetujui kesepakatan penjualan senjata senilai US$ 90 miliar dengan Saudi antara tahun 2010 dan 2014.

Sesuai aturan, Kongres AS harus diberitahu 30 hari sebelum pemerintah AS bisa mengambil langkah-langkah final soal perdagangan militer ke pemerintah asing. Penjualan itu bisa dilakukan jika parlemen AS tidak memblokirnya atau mengamandemen perjanjian.

Sumber: Detik.com
READ MORE - Untuk Apa Ribuan Bom Dikirim ke Israel?

Friday, 8 May 2015

Trauma Perang 2014, Israel Tambah Pengangkut Baja

Namer Israel
Namer Israel

Info Militer Terbaru-Sebagai respons dari perang tahun lalu di Gaza, Israel telah menandatangani kesepakatan senilai US$310 juta – menggunakan dana bantuan militer US – dengan General Dynamics Land Systems (GDLS) untuk menghasilkan pengangkut personel lapis baja bersenjata, Departemen Pertahanan mereka mengumumkan Selasa 5 Mei 2015-05-07.

GDLS akan menghasilkan kit untuk armored personnel carrier (APC) Namer Israel (“macan” dalam bahasa Ibrani) yang didasarkan pada chassis dari Merkava, tank tempur utama militer Israel.

Kontrak enam tahun untuk GDLS untuk menghasilkan kit untuk kendaraan, dengan perakitan akhir berlangsung di fasilitas Kementerian Pertahanan Israel selatan Tel Aviv, di mana industri lokal akan menyediakan komponen dan subsistem. lainnya GDLS sebelumnya memiliki kontrak lain – sekarang menyimpulkan, dan juga didanai melalui bantuan militer AS – untuk US$ 250 juta memproduksi mesin Namer di AS.

“The Namer dianggap pembawa lapis baja paling berat di dunia, dan telah terbukti kemampuannya dalam Operation Protective Edge terhadap berbagai ancaman,” kata Kementerian Pertahanan  mengacu pada perang di Gaza musim panas lalu.

Sebelumnya perang itu, Kementerian Pertahanan Israel telah merencanakan untuk memotong jumlah Namers. Namun sebuah insiden di mana tujuh infanteri tewas ketika sebuah rudal anti-tank menghantam M113 tahun 50 mereka (model pertama kali digunakan oleh AS di Vietnam) hingga menuai kritik publik. Akhirnya pemerintah memikirkan kembali rencana pengurangan.

Operator akan dilengkapi dengan Trophy active protection system (APS), yang membantu mempertahankan diri dari rudal bahu dan serangan mortir yang banyak terjadi di pertempuran di Gaza dan Libanon Selatan. Meskipun Merkava Mk4s telah menggunakan APS di masa lalu, beberapa Namer buatan 2009 belum menggunakan.

AS menghabiskan sekitar US$ 3 miliar per tahun dalam bentuk bantuan untuk Israel, lebih dari setengah dari belanja bantuan AS di seluruh dunia, dan yang menyediakan sekitar seperempat dari anggaran pertahanan Israel. Israel menghabiskan sekitar 75% dari bantuan membeli produk buatan AS.
READ MORE - Trauma Perang 2014, Israel Tambah Pengangkut Baja

Thursday, 7 May 2015

Israel Latihan Khusus Untuk Hadapi S-300 Iran


 F-16 Israel

 F-16 Israel

Info Militer Terbaru-Angkatan udara Israel telah menggunakan latihan bilateral dengan Yunani untuk secara khusus menghadapi serangan sistem rudal S-300. Sistem rudal canggih buatan Rusia yang akan segera dikirim ke Iran.

Dalam latihan yang digelar April lalu, skenario yang dilakukan adalah melakukan misi serangan ke fasilitas nuklir Iran termasuk melakukan misi melawan buatan S-300.

Israel mengerahkan kekuatan Lockheed Martin F-16I  dari beberapa basis untuk berpartisipasi dalam latihan “Iniohos” tersebut..

Sebagaimana dilaporkan Flightglobal Rabu 6 Mei 2015, baru-baru ini, komandan pangkalan udara Israel Nevatim, Brigadir Jenderal Lihu HaCohen mengatakan angkatan udara bersiap-siap untuk beberapa skenario yang mungkin terjadi, termasuk berhadapan dengan Iran. Pasukan udara Israel dan Yunani telah menggelar sejumlah latihan bersama selama beberapa tahun terakhir.

Anggota NATO Yunani telah memiliki S-300 sejak akhir 1990-an. Athena juga melakukan negosiasi dengan Rusia untuk pembelian rudal tambahan. Sistem rudal inilah yang digunakan untuk latihan.
Menurut sumber-sumber asing, angkatan udara Israel telah mengakuisisi data teknis tentang sistem rudal permukaan ke udara, dan sekarang pilot memiliki kesempatan untuk mensimulasikan skenario di mana mereka menyerang sebuah situs sangat dilindungi dengan S 300 dan sistem anti-pesawat canggih lainnya.
READ MORE - Israel Latihan Khusus Untuk Hadapi S-300 Iran