Showing posts with label Rudal. Show all posts
Showing posts with label Rudal. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Menurut Putin, Amerika Serikat dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal. 

(Reuters/Aleksei Nikolsky)

Info Militer Terbaru - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengembangkan rudal nuklir yang mampu menembus sistem pertahanan serangan udara Amerika Serikat. Menurut Putin, AS dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Putin dalam pertemuan membahas pengembangan angkatan bersenjata Rusia Selasa pekan ini mengatakan bahwa kemajuan rudal nuklir akan menjadi target angkatan bersenjata mereka satu dekade ke depan demi merespon tantangan dari negara pesaing.

"Kami akan mengembangkan sistem pertahanan anti-rudal juga, tapi di tahap pertama, kami juga akan mengerakan sistem serangan yang mampu menembus semua tameng pertahanan anti-rudal," kata Putin.

Pernyataan Putin disampaikan di tengah upaya AS membangun pertahanan anti-rudal di negara-negara anggota NATO. Bulan lalu, sembilan negara NATO melakukan uji gabungan sistem anti rudal di kapal perang Aegis di perairan Skotlandia.

Beberapa hari kemudian, AS melakukan uji coba intersepsi serangan nuklir yang merogoh kocek hingga US$ 230 juta di Pulau Wake di Pasifik.

Rencana sistem pertahanan rudal NATO ini pertama kali digagas oleh Presiden AS Ronald Reagan dan dilanjutkan oleh George W. Bush tahun 2002. Barack Obama tahun 2008 juga melanjutkan program ini namun mengurangi biayanya.

Jika beroperasi penuh, kapal dengan sistem pertahanan Aegis akan berpatroli dari Spanyol. Di Romania dan Polandia, akan ditempatkan roket pengintersepsi, sedangkan di Turki, Jerman dan beberapa negara NATO lainnya akan ditempatkan radar.

Rencana ini tahun 2007 dikecam Rusia setelah Polandia dan Republik Ceko mengizinkan pangkalan rudal di wilayah mereka. Ceko belakangan mundur dari rencana pertahanan AS itu.

Sejauh ini, menurut Putin, protes dan keresahan Rusia diabaikan oleh AS dan sekutunya. Putin mengatakan, alasan AS yang ingin mempertahankan NATO dari serangan rudal nuklir Iran dan Korea Utara hanyalah omong kosong.

Menurut dia, tujuan utama pertahanan rudal AS di negara NATO adalah demi mengantisipasi kekuatan militer Rusia yang kian pesat.

"Tujuan sebenarnya dari AS adalah untuk menghadapi serangan dari negara pemilik senjata nuklir lainnya, kecuali AS dan sekutunya, terutama ancaman nuklir dari negara kita, Rusia. AS ingin berkuasa dengan semua konsekuensinya," kata Putin.

Dalam tiga tahun terakhir industri pertahanan Rusia telah sukses menguji persenjataan yang bisa menembus sistem pertahanan rudal berlapis, kata Putin.

Juni lalu, Putin mengumumkan Rusia akan menambah lagi 40 rudal balistik antarbenua generasi terbaru tahun ini.

"Kami telah mengatakan di banyak kesempatan bahwa Rusia akan melakukan semua langkah yang diperlukan demi memperkuat persenjataan nuklir strategis," tegas Putin. (den)
READ MORE - Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Monday, 6 July 2015

Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih
S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih

Info Militer Terbaru-Kesepakatan antara Rusia dan China untuk pengadaan sistem pertahanan udara S-400 akan mengubah peta bagi sejumlah negara. Sistem rudal paling canggih ini jelas akan meningkatkan kekuatan untuk Beijing dalam upayanya mendominasi langit di sepanjang perbatasannya, kata para ahli.

Sistem dengan daya jangkau 400 kilometer ini memungkinkan China untuk menyerang setiap sasaran udara di pulau Taiwan, selain mencapai target udara sejauh New Delhi, Calcutta, Hanoi dan Seoul. Air defense identification zone (ADIZ) atau zona identifikasi pertahanan udara Laut China dan Kuning di Timur Laut Cina juga akan dilindungi. Sistem ini akan memungkinkan China, jika perlu, untuk menyerang setiap sasaran udara dalam Korea Utara.

S-400 juga akan memungkinkan China untuk memperluas, tetapi tidak mendominasi, ruang pertahanan udara lebih dekat ke Jepang yang mengendalikan Kepulauan Senkaku yang disengketakan di Laut China Timur, kata Vasiliy Kashin, seorang spesialis Centre for Analysis of Strategies and Technologies, Moscow.

Saat ini China telah memiliki sistem S-300 dengan kisaran 300 kilometer. Jarak itu  hanya memungkinkan untuk menyerang target di sepanjang pantai barat laut Taiwan dan tidak dapat mencapai kota-kota besar di India dan Korea Selatan, kata Alexander Huang, Council on Strategic and Wargaming Studies, Taipei.  S-400 akan menantang kemampuan Taiwan untuk melakukan operasi pertahanan udara dalam Adiz, yang meliputi Selat Taiwan.

“Tentu saja, sistem baru ini juga akan memberikan China kemampuan ekstra untuk mencegah dan menolak ancaman udara musuh, membuat pasukan regional yang lebih berhati-hati ketika beroperasi dekat China,” kata Huang.

CEO Rosoboronexport Anatoly Isaikin mengumumkan penjualan sistem ini pada 13 Apri 2015 lalul. Dia mengatakan kepada media berita bahwa S-400 memiliki permintaan di pasar internasional dan China akan menjadi pelanggan ekspor pertama. Tidak ada spesifik yang terungkap, namun kontrak yang sebenarnya kemungkinan besar ditandatangani pada kuartal terakhir 2014, kata Kashin. Dia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup 4-6 batalyon dengan nilai sekitar US$ 3 miliar.

Sebagaimana ditulis Defense News Sabtu 18 April 2015 S-400 adalah sistem yang tangguh dan merupakan evolusi rudal udara dalam upaya modernisasi pertahanan China, kata Mark Stokes, direktur eksekutif Proyek 2049 Institute. “Akan menarik untuk mengetahui apa rudal khusus varian diekspor sama dengan yang dibuat untuk Rusia,” katanya.

Kementerian Taiwan Pertahanan Nasional (MND) tidak terkejut dengan kabar ini, kata juru bicara Mayjen. Luo Shou-he. Menruut dia MND. Rusia dan China telah bekerja sama erat pada isu-isu militer selama puluhan tahun, kata dia, termasuk penjualan senjata dan pertukaran teknologi pertahanan.
“Untuk mengatasi potensi ancaman sistem baru ini, ROC [angkatan bersenjata Taiwan] telah menyelesaikan analisis ancaman rudal, dan strategi untuk melawan penanggulangan untuk melibatkan S-400,” katanya.
READ MORE - Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Rudal Bastion

Info Militer Terbaru-Ketegangan di Crimea sepertinya masih akan terus terjadi menyusul keputusan Rusia yang akan menyebarkan rudal darat ke kapal berbasis silo, Bastion, di Semenanjung Crimea pada tahun 2020, kata kantor berita Interfax di Moscow Kamis, 2 Juli 2015. Sistem rudal baru akan diposisikan di wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana Kremlin untuk meningkatkan keamanan di wilayah Laut Hitam.

Penyebaran sistem rudal pesisir ini akan dilakukan tiga bulan setelah Rusia menempatkan sistem anti-misil di Crimea.

Infrastruktur rudal Bastion yang berbasis silo secara signifikan akan mampu meningkatkan kemampuan milter Rusia di Crimea. Sebuah rudal silo berbentuk silinder vertikal, yang dibangun di bawah tanah untuk menyimpan dan meluncurkan rudal balistik antarbenua.

Peluncur Bastion-P membawa dua rudal jelajah anti kapal P-800 Oniks/Yakhont (SS-N-26 Strobile). Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 km dengan lintasan penerbangan hi-low dan mampu mencapai jarak hingga 120 km dengan lintasan penerbangan low-low.

Kendaraan TEL (Transporter Erector Launcher) dapat meluncurkan rudal dalam waktu 5 menit. Kendaraan ini memiliki konfigurasi peluncuran vertikal. Kendaraan ini dapat meluncurkan rudal dengan interval waktu 2-5 detik antar peluncuran satu rudalnya.
READ MORE - Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Tuesday, 2 June 2015

Rudal Exocet KRI Bung Tomo, Gagal Tembak Target

KRI Bung Tomo tembakkan Exocet Block 2 (Antara)
 KRI Bung Tomo tembakkan Exocet Block 2 (Antara)

Info Militer Terbaru-KSAL TNI AL Laksamana Ade Supandi menyatakan hasil uji coba rudal exocet MM40 Block II dari kapal perang KRI Bung Tomo gagal. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian uji tembak tersebut, maka keputusan sementara seluruh rudal exocet TNI AL akan diteliti lebih lanjut.

Pada uji coba tersebut sesungguhnya rudal telah meleset dari jalur tembak. rudal berhasil terbang untuk beberapa detik, namun meluncur tajam dan menungkik ke arah dalam laut. Sementara sasaran utamanya adalah KRI Kupang yang berjarak 30km.

Rudal hanya stabil dalam beberapa detik saat lepas landas, rudal sempat stabil dan berjalan sesuai prosedur program, namun pada saat terbang rendah 15 meter di atas permukaan laut, rudal menungkik tajam dan tengelam.

Hal ini mengingatkan kita pada uji coba tembak rudal yakhont pertama yang juga gagal dan hilang dalam lautan,

Rudal Ecoxet merupakan rudal buatan prancis yanhg terkenal dalam perang Malvinas.

READ MORE - Rudal Exocet KRI Bung Tomo, Gagal Tembak Target

Sunday, 24 May 2015

Foto Peluncuran Rudal dari Kapal Selam Korut Palsu


Info Militer Terbaru-Foto menunjukkan rudal Korea Utara yang diluncurkan dari kapal selam disebut pejabat tinggi militer AS sebagai hal yang tidak nyata. Foto itu hasil rekayasa sebagai bagian dari propaganda.

Sebelumnya media pemerintah Korea Utara merilis foto pada 9 Mei yang menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong un menyaksikan secara dekat peluncuran rudal berbasis kapal selam. Tapi Laksamana James Winnefeld dari Amerika Serikat mengatakan Pyongyang akan membutuhkan waktu lama untuk bisa mencapai kemampuan itu.

Analisis dari insinyur kedirgantaraan Jerman Markus Schiller dan Robert Schmucker dari Schmucker Technologie yang dihubungi Reuters juga mendukung mendukung pernyataan Winnefeld ini.
Kedua orang ini mengatakan foto-foto peluncuran itu “sangat dimodifikasi,” termasuk refleksi dari api rudal di dalam air yang tidak sejalan dengan rudal itu sendiri.

Korea Utara, secara teratur mengancam untuk menghancurkan Amerika Serikat, memiliki track record memalsukan bukti untuk mengklaim kemajuan signifikan dalam teknologi rudal, Schiller dan Schmucker mengatakan, seperti maket rudal yang diarak dalam parade militer di tahun 2012 dan 2013.

“Sebuah foto di TV negara menunjukkan rudal tinggi di langit meninggalkan jejak asap putih, sedangkan foto lain dari media pemerintah menunjukkan tidak ada asap putih, yang menunjukkan dua foto itu dari rudal yang berbeda dengan sistem propulsi yang berbeda,” kata Schiller dan Schmucker.
READ MORE - Foto Peluncuran Rudal dari Kapal Selam Korut Palsu

Saturday, 23 May 2015

KRI Kupang Akan Dijadikan Sasaran Tembak Rudal Exocet MM-40 Block II

Simulasi penembakan rudal dilakukan di Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata Surabaya (photo : TNI AL
 Simulasi penembakan rudal dilakukan di Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata Surabaya (photo : TNI AL

Info Militer Terbaru-Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama ING. Ariawan memimpin Latihan Pos dan Komando simulasi penembakan senjata strategis Rudal Exocet MM-40 Blok II di Tactical Team Trainer Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata, Kobangdikal Bumimoro, Surabaya, Kamis (21/5).

Latihan simulasi ini melibatkan baik prajuirt yang bertugas di kapal maupun staf pendukung lainnya. Latihan uji coba penembakan senjata strategis TNI AL ini, akan melibatkan 10 kapal perang jajaran Koarmatim. Sedangkan yang menembakkan rudal tersebut adalah KRI Bung Tomo-357, yaitu kapal perang terbaru yang dimiliki TNI AL yang saat ini masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim, dengan Komandan Kapal Kolonel Laut (P) Yayan Sofian, ST.

Frigate KRI Bung Tomo 357 TNI AL (photo : Express)
Frigate KRI Bung Tomo 357 TNI AL (photo : Express)



Penembakan Rudal Exocet MM-40 Blok II akan dilakukan disekitar laut jawa dalam waktu dekat ini dengan sasaran eks KRI Kupang. Penembakan senjata stragis tersebut, akan disaksikan langsung oleh pejabat TNI diatas KRI Surabaya-591, yang dalam latihan ini sebagai kapal markas.


Dilaksanakannya penembakan senjata strategis Rudal Exocet MM-40 Blok II ini, yaitu untuk mewujudkan hasil pembinaan serta meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan operasional serta mengukur kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL terbaru yang dimiliki TNI AL, yaitu Kapal Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo-357.

Penembakan senjata ini juga dalam rangka penyiapan KRI Bung Tomo-357 yang akan tergabung dengan Satgas MTF XXVIII-H UNIFIL di Lebanon dalam waktu dekat. Penembakan Rudal Exocet MM-40 Blok II, selain untuk meningkatkan kemampuan tempur unsur-unsur TNI AL juga diharapkan mampu menimbulkan dampak penangkalan (Deterrence Effect) baik bagi Negara maupun non negara (State Actor and Non State Actor) yang akan mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber: TNI AL
READ MORE - KRI Kupang Akan Dijadikan Sasaran Tembak Rudal Exocet MM-40 Block II

Thursday, 21 May 2015

Rusia-Belarusia Bangun Sistem Rudal Pertahanan Udara Baru


Info Militer Terbaru-Rusia dan Belarusia akan bersama-sama mengembangkan sebuah kompleks rudal jarak pendek anti-pesawat baru. Rencana itu diumumkan pada Selasa 19 Mei 2015.

“The Nudelman Precision Engineering Design Bureau  (KBtochmash) akan bergabung dengan rekan-rekan di Belarusia untuk mengembangkan sebuah sistem rudal pertahanan udara jarak pendek mulai tahun depan yang semuanya baru,”  kata Direktur KBtochmash Vladimir Slobodchikov kepada RIA Novosti, Selasa. Namun dia tidak merinci tentang sistem pertahanan rudal yang akan dibangun tersebut.

KBtochmash adalah salah satu perusahaan terkemuka Rusia yang mengembangkan teknologi pertahanan dan sistem untuk angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara, yang mengkhususkan diri dalam pengembangan senjata lini depan presisi tinggi.

Didirikan pada tahun 1934, KBtochmash mulai merancang senjata penerbangan otomatis, kemudian beralih untuk mengembangkan sistem rudal. Salah satu produk yang terkenal adalah sistem anti-tank Falanga, sistem rudal senjata dipandu untuk tank Cobra, sistem rudal anti-pesawat Strela-10, C-25L dan rudal udara dipandu C-25LD.

Perkembangan perusahaan terbaru termasuk Sosna ADM, Palma sistem pertahanan udara angkatan laut, Sosna-R rudal dipandu laser anti-pesawat, sistem pengendalian penembakan optronic Palma-SU, dan perangkat laser otomatis yang portabel untuk penanggulangan optronic.
READ MORE - Rusia-Belarusia Bangun Sistem Rudal Pertahanan Udara Baru

Rusia Ancam Tingkatkan Senjata Nuklir Jika Amerika Terus Memprovokasi


Info Militer Terbaru-Rusia mengancam akan meningkatkan kekuatan arsenal nuklirnya untuk menanggapi provokasi Amerika Serikat. Berbicara pada konferensi Nuklir Non-Proliferasi Nuklir 2015 di New York, Mikhail Ulyanov, Direktur Departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata di Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa Rusia akan terpaksa meningkatkan ukuran dari senjata nuklirnya guna menanggapi tindakan provokatif US.

Tindakan AS telah menyebabkan munculnya faktor yang bertentangan, dalam beberapa keadaan, bahkan mungkin akan mendorong Rusia untuk mulai meningkatkan [arsenal nuklirnya],” kata Ulyanov sebagaimana dikutip National Interest Selasa 19 Mei 2015

Pejabat itu menguraikan dugaan provokasi AS seperti, program pertahanan rudal AS, penolakan AS untuk bernegosiasi atas larangan senjata di luar angkasa, sistem Prompt Global Strike AS (PGS), Washington secara de facto menolak untuk meratifikasi Comprehensive Test Ban Treaty, dan secara serius membangun ketidakseimbangan senjata konvensional di Eropa.

Ulyanov menjelaskan bahwa Rusia saat ini tidak secara aktif mempertimbangkan meningkatkan ukuran senjata nuklirnya, tetapi langkah tersebut akan dipertimbangkan jika tindakan Amerika tetap tidak berubah.

Sejak akhir Perang Dingin, Amerika Serikat dan Rusia telah memangkas jumlah persenjataan nuklir mereka, dari sekitar 70.000 hulu ledak pada puncak Perang Dingin menjadi kurang dari 15.000 saat ini. Dari 15.000 hulu ledak di Rusia dan persenjataan AS hari ini, hanya sekitar 3.500 dianggap operasional. Sisanya berada di persediaan.
READ MORE - Rusia Ancam Tingkatkan Senjata Nuklir Jika Amerika Terus Memprovokasi

Wednesday, 20 May 2015

Iskander-M akan Ditempatkan di Kaliningrad Hingga 2018


Info Militer Terbaru-Brigade Roket Kendali Angkatan Darat Rusia yang bermarkas di wilayah Kaliningrad akan dipersenjatai dengan sistem misil balistik Iskander-M hingga 2018, demikian disampaikan Komandan Pasukan Misil dan Artileri Angkatan Darat Rusia, Mayor Jenderal Mikhail Matveyevsky Sabtu 16 Mei 2015 lalu.

“Brigade Roket Kendali Angkatan Darat Rusia akan dipersenjatai dengan kompleks sistem misil Iskander-M, sesuai jadwal hingga 2018,” kata Matveyevsky pada stasiun radio Russian News Service.

Iskander merupakan pewaris dari kompleks peluncur rudal balistik teater Oka atau OTR-23 (yang diklasifikasikan sebagai SS-23 Spider oleh NATO), yang dihancurkan pada 1989 berdasarkan perjanjian Soviet-AS mengenai likuidasi roket jarak pendek dan menengah.
READ MORE - Iskander-M akan Ditempatkan di Kaliningrad Hingga 2018

Tuesday, 19 May 2015

Arab Saudi Berencana Datangkan Rudal Nuklir dari Pakistan

Rudal Nuklir Shaheen II Pakistan dengan jangkauan 2000-2500 km
Rudal Nuklir Shaheen II Pakistan dengan jangkauan 2000-2500 km

Info Militer Terbaru-Saat masyarakat internasional melakukan negosiasi kesepakatan nuklir dengan Iran, Arab Saudi dilaporkan telah mengambil keputusan untuk meminta saudaranya Pakistan, untuk mendapatkan beberapa senjata nuklir.

Arab Saudi diyakini secara luas merupakan donatur program senjata nuklir Pakistan. Sebagai gantinya, Riyadh dilaporkan mengharapkan Islamabad untuk memberikan rudal di masa-masa sulit untuk membela kerajaan Arab Saudi.

“Momen itu kini telah datang ke Arab Saudi”, kata seorang mantan pejabat pertahanan Amerika kepada Koran Sunday Times. “Telah ada kesepakatan lama dengan Pakistan dan kini Kerajaan Saud telah membuat keputusan strategis untuk bergerak maju.”

Menurut laporan itu, belum ada transfer senjata yang telah terjadi, tapi “Saudi bermaksud akan melakukan apa yang telah mereka katakan tanpa keraguan”, kata sumber itu dilaporkan.

Laporan itu muncul sebulan menjelang pertemuan antara Teheran dan kelompok P5 + 1 untuk menyelesaikan kesepakatan, yang akan mencabut sanksi terhadap Iran dalam pertukaran untuk membuat program nuklir Iran lebih transparan dan dibatasi. Sekutu kunci AS di Timur Tengah, Israel dan Arab Saudi, yang keberatan dengan kesepakatan itu, mengatakan pada akhirnya akan memungkinkan Iran untuk memperoleh senjata nuklir.

Laporan dari Arab Saudi mendapatkan nuklir bukan berita baru. Pada bulan November tahun 2013, BBC Newsnight melaporkan dugaan kesepakatan pembagian nuklir antara Arab Saudi dan Pakistan.

Program ini dikutip Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel, mengatakan dalam konferensi di Swedia bahwa jika Iran mendapat bom, “Saudi tidak akan menunggu satu bulan pun. Mereka sudah membayar untuk bom itu dan mereka akan pergi ke Pakistan untuk membawa apa yang perlu mereka bawa.”

Spekulasi itu terjadi setelah pembicaraan nuklir antara Iran dan P5 + 1 menunjukkan kemajuan di Jenewa.

Beberapa ahli, bagaimanapun meragukan bahwa mempersenjatai Arab Saudi dengan nuklir, tidak sederhana seperti menagih utang.

“Saya ragu bahwa Pakistan siap untuk mengirim senjata nuklir ke Arab Saudi,” ujar Mark Fitzpatrick, seorang ahli non-proliferasi kepada Guardian pada saat itu.

“Reputasi Pakistan sangat menderita dan terakhir kali mereka dibantu negara-negara lain dengan teknologi senjata nuklir dengan beberapa dukungan pemerintah atau setidaknya persetujuan, Korea Utara, Iran dan Libya. Pakistan tahu bahwa mentransfer senjata nuklir ke Arab Saudi akan dikenakan biaya diplomatik dan pertaruhan reputasi yang besar.”

Potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang dipicu oleh kesepakatan nuklir Iran. Pada saat ini ada beberapa negara di kawasan itu yang dikenal atau diyakini telah memiliki senjata nuklir.
Pakistan memiliki cadangan 80 sampai 120 hulu ledak nuklir yang dirancang untuk mengimbangi arsenal India, sementara Turki adalah tuan rumah dari senjata nuklir NATO. Israel dikatakan memiliki stock nuklir, meskipun tidak pernah secara resmi dikonfirmasi. Beberapa negara lain memiliki program nuklir sipil, termasuk Iran, Mesir dan UEA.

Sumber:RT.com
READ MORE - Arab Saudi Berencana Datangkan Rudal Nuklir dari Pakistan

Saturday, 16 May 2015

Lapan Sukses Luncurkan Roket RX-450


Info Militer Terbaru-Lapan berhasil meluncurkan roket RX-450. Peluncuran berlangsung di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Jawa Barat, Rabu (13/5). RX 450 merupakan roket sonda yang mempunyai diameter 450 mm yang dapat digunakan untuk mengukur parameter atmosfer.

Roket ini direncanakan mampu mencapai ketinggian dan jangkauan maksimum berturut-turut sebesar 44 km dan 129 km jika ditembakkan pada sudut elevasi 70 derajat. Roket RX 450 merupakan bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS). Uji terbang roket ini merupakan bagian dari tahapan dalam penguasaan roket RPS yang direncanakan dapat membawa muatan 50 kg ke orbit rendah.




Pada uji terbang roket RX 450 tersebut motor roket dapat berfungsi dengan baik untuk membawa terbang roket. Beberapa hal masih harus terus dilakukan untuk memperoleh hasil terbang yang maksimal.

Setelah peluncuran RX-450, Lapan berencana untuk menuju peluncuran berikutnya yaitu RX-550 dan roket berdiameter yang lebih besar. Hasil peluncuran tersebut menjadikan motivasi bagi Lapan untuk lebih maju dalam peningkatan dan pengembangan teknologi antariksa khususnya roket.

Peluncuran disaksikan oleh Kepala Lapan Prof. Thomas Djamaluddin, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Dr. Rika Andiarti beserta pejabat struktural dan para peneliti Lapan, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta PT Pindad.

Sumber: Lapan.go.id
READ MORE - Lapan Sukses Luncurkan Roket RX-450

Friday, 15 May 2015

Teluk Bangun Perisai Rudal, AS Lagi-Lagi Untung Besar


Info Militer Terbaru-Setelah bertemu di Camp David pada Kamis 14 Mei 2014, Presiden Obama dan Dewan Kerjasama Teluk mengumumkan pembentukan sebuah perisai rudal regional. Negara-negara Teluk juga berjanji untuk berkonsultasi dengan Amerika Serikat sebelum mengambil tindakan militer di luar perbatasan mereka.

Amerika Serikat berpotensi menerima miliaran dolar dalam kontrak pertahanan setelah meyakinkan negara-negara Teluk untuk menciptakan sebuah sistem pertahanan rudal regional, yang akan mengintegrasikan kemampuan militer dari negara-negara Arab yang berpartisipasi. Presiden Obama diperkirakan akan mendorong penciptaan komprehensif MDS, yang akan mencakup radar jarak jauh dan sistem pertahanan udara. Langkah itu untuk meyakinkan sekutu regional bahwa AS masih menganggap mereka mitra penting, meskipun ada kesepakatan nuklir dengan Iran.

Namun rencana itu bisa terganjal karena ketidakhadiran Raja Arab Saudi, Salman dan pemimpin lain yang menolak untuk menghadiri pertemuan puncak itu, sebagai protes atas kesepakatan dengan Teheran. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Bahrain hanya mengirim delegasi rendah untuk menghadiri pertemuan dengan Obama.

Kesimpulan dari pertemuan puncak, Dewan Kerjasama Teluk mengumumkan bahwa perjanjian nuklir yang komprehensif dengan Iran adalah untuk kepentingan banyak negara. Namun jika Iran melanggar mereka berjanji untuk melawan.

Sementara itu Amerika Serikat berjanji untuk secara cepat mengirim senjata pertahanan canggih untuk negara-negara Teluk. Sementara permintaan negara Teluk untuk bisa membeli F-35 tidak terkabul. Amerika tidak akan mengimpor senjata itu ke negara-negara itu.

“Amerika Serikat akan membantu melakukan kajian GCC arsitektur pertahanan rudal balistik dan menawarkan bantuan teknis dalam pengembangan sistem Rudal Balistik dan Peringatan Dini,” bunyi pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih.

Pada malam pertemuan dengan Obama, para pejabat Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mendorong pengembangan kemampuan nuklir mereka sendiri setara dengan Iran. “Kita tidak bisa duduk di tempat ketika Iran diperbolehkan untuk mempertahankan banyak kemampuan dan mengumpulkan penelitiannya,” kata seorang delegasi Saudi anonim New York Times sebelum pertemuan dimulai.

Namun, Obama tampaknya berharap bahwa kesepakatan dengan Iran akan mencegah perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Batas waktu untuk kesepakatan diselesaikan pada program nuklir Iran adalah 30 Juni.
READ MORE - Teluk Bangun Perisai Rudal, AS Lagi-Lagi Untung Besar

Thursday, 14 May 2015

AS Setuju Jual 48 Rudal Harpoon ke Jepang


Info Militer Terbaru-Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan rudal anti-kapal Harpoon ke Jepang, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu 13 Mei 2015.

Penjualan senilai US$199 juta itu untuk 48 rudal Harpoon dinilai akan memberikan kontribusi pada kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan mendukung sekutu di Pasifik Barat, DSCA menambahkan. “Jepang berniat untuk menggunakan rudal Harpoon Block II untuk melengkapi kemampuan rudal Harpoon yang ada,” kata DSCA.

“Penjualan ini akan memperkuat kemampuan Jepang Maritime Self Defense Force dan meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan US Naval.”

Rudal Harpoon adalah rudal anti-kapal yang mampu terbang rendah digunakan pada kapal angkatan laut. Rudal ini memiliki kemampuan serangan terhadap pertahanan darat, rudal permukaan ke udara dan fasilitas pelabuhan.
READ MORE - AS Setuju Jual 48 Rudal Harpoon ke Jepang

Israel: Mesir Beli S-300 Rusia

Israel: Mesir Beli S-300 Rusia
S-300

Info Militer Terbaru-Seorang pejabat intelijen senior Israel yang melacak keseimbangan senjata regional mengatakan pada hari Rabu 13 Mei 2015 bahwa Mesir membeli sistem pertahanan udara canggih Rusia S-300, kesepakatan tersebut dilaporkan di media Rusia, tetapi tidak dikonfirmasi oleh Kairo.

Ditanya tentang pernyataan Israel, seorang pejabat Mesir tidak membenarkan tetapi juga mengatakan Israel seharusnya tidak perlu merasa terancam.

“Jika kita mendapatkan hal seperti itu, itu karena kita sedang mencari timur, bukan utara,” kata pejabat itu kepada Reuters, sebuah pernyataan yang mengandung makna bahwa yang seharusnya dikhawatirkan adalah Iran yang mengembangkan nuklir.

Seorang juru bicara militer Mesir tidak segera tersedia untuk komentar pada pernyataan Israel.
Dalam keadaan stabil meskipun perdamaian dingin sejak tahun 1979, Israel dan Mesir dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan koordinasi keamanan terhadap kelompok militan.

Israel juga telah mendorong Amerika Serikat untuk mempersenjatai Kairo melawan gerilyawan di Sinai Mesir, telah kurang senang dengan prospek dari tetangga selatan mengakuisisi sistem senjata strategis.

Dalam laporan 6 Maret, kantor berita Rusia Tass mengatakan Mesir akan menerima sistem rudal Antey-2500, yang merupakan varian S-300 dan menempatkan nilai kontrak lebih dari satu miliar dolar. Pemerintah Rusia juga tidak mengkonfirmasi kesepakatan itu.

Ditanyakan saat briefing dengan wartawan asing tentang laporan media Rusia, pejabat intelijen senior Israel, yang tidak bisa disebutkan namanya mengatakan: “Jika Anda berbicara tentang S-300, mereka (Mesir) membeli sistem ini.

“Saya tidak tahu jenis ancaman apa yang dilihat Mesir ketika mereka memutuskan untuk membelinya, tapi kami tidak melihat Mesir sebagai musuh,” kata pejabat itu, yang menambahkan bahwa ia berharap hubungan bilateral akan terus meningkatkan.

S-300 mampu melakukan berbagai ancaman udara di rentang panjang dan dengan demikian akan menimbulkan tantangan untuk angkatan udara berteknologi maju seperti Israel.

Rusia secara terpisah telah merencanakan untuk menjual S-300 ke Iran yang mengusik syaraf ketakutan Israel.

Mesir tergantung pada bantuan militer AS yang luas, yang dapat berpotensi dipengaruhi oleh kekuatan lobi Israel sendiri di Washington.

READ MORE - Israel: Mesir Beli S-300 Rusia

Wednesday, 13 May 2015

Turki Pertimbangkan Beli S-300


Info Militer Terbaru-Turki masih mempertimbangkan untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia, kata seorang pejabat senior industri pertahanan Rusia di IDEF 2015, International Defense Industry Fair yang diselenggarakan di Istanbul (Turki) dari tanggal 5 sampai 8 Mei 2015.

Sebagaimana dikutip TASS, Sergey Goreslavsky, wakil kepala eksportir senjata Rusia Rosoboronexport, Turki terus menunjukkan minat tinggi membeli S-300 Rusia.

“Menteri Pertahanan Turki mengatakan bahwa negaranya siap untuk melanjutkan kerjasama di bidang transfer teknologi,” kata wakil CEO Rosoboronexport itu. Dia juga mencatat bahwa Rosoboronexport mengandalkan pengembangan komprehensif kerjasama dengan Turki di bidang teknologi pertahanan.

Turki saat ini sedang mencari cara untuk menghabiskan antara US$3.4- $4 juta untuk membeli sistem pertahanan udara dan rudal sebagai bagian dari program Turkish Air Force Long-Range Air-and Missile-Defence System (T-LORAMIDS).

Raytheon dan Lockheed Martin AS, menawarkan Patriot Capability-3 dan Gem.T missiles; Rusia  mengajukan S-300; China menawarkan HQ-9; dan konsorsium Italia-Prancis menawarkan SAMP / T Aster 30.
READ MORE - Turki Pertimbangkan Beli S-300

Rudal China Bisa Jangkau Hampir Seluruh Wilayah AS


Info Militer Terbaru-China sekarang memiliki puluhan rudal berkemampuan nuklir yang bisa menargetkan hampir keseluruhan wilayah AS, menurut laporan Departemen Pertahanan tentang militer China 2015.

Laporan tahunan kepada Kongres berfokus pada modernisasi militer China, rencana invasi mungkin untuk pulau pemerintahan sendiri dan US-sekutu Taiwan, kemajuan teknologi ruang angkasa, dan maju dengan cepat kemampuan rudal Beijing.

Kemampuan konvensional China meningkat. Tapi Beijing juga sekarang memiliki apa yang bisa dianggap aset militer utama untuk menekan Amerika yakni kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir hampir di mana saja di bumi (setidaknya di luar Amerika Selatan).

Berikut peta dari laporan yang menyoroti rentang rudal maksimum rudal balistik antarbenua (ICBM). dan menengah China. Rudal, CSS-4, bisa menargetkan hampir keseluruhan dari AS (kecuali untuk Florida).



CSS-4 memiliki jangkauan terbesar dari setiap ICBM China. Rudal ini berkemampuan nuklir, menurut laporan Departemen Pertahanan, dan sistem silo berada di pedesaan China. Beijing dengan perkiraan antara 50 dan 60 ICBM berbasis silo.

DF-31A memiliki rentang terpanjang kedua yang mampu memukul mayoritas pantai Pasifik AS ‘di samping bagian-bagian dari pertengahan Barat. Berbeda dengan CSS-4, DF-31A adalah rudal moble. Ini berarti Beijing dapat memindahkan ICBM ke berbagai titik di seluruh negeri untuk target yang lebih baik dan menghindari serangan.

DF-31, CSS-3, dan CSS-5 semua juga rudal  mobile dan berkemampuan nuklir. Tapi tidak seperti CSS-4 atau DF-31A, rudal ini dimaksudkan untuk pencegahan regional melawan kekuatan tetangga seperti Rusia dan India.

Berbeda dengan rudal darat lainnya pada grafik, JL-2 adalah rudal balistik berkemampuan nuklir berbasis laut. Menurut Departemen Pertahanan, JL-2 akan dibawa kapal selam kelas Jin sebagai penangkal nuklir. Sejauh ini China telah menugaskan empat kapal selam kelas Jin dengan yang lain dalam pembangunan. Laporan Pentagon memperkirakan Jin memulai patroli pada tahun 2015.

Membaiknya penangkal nuklir China telah didorong oleh perkembangan di negara-negara bahwa China mungkin mempertimbangkan untuk menjadi pesaing strategis.

China dimodernisasi pasukan rudalnya karena “kemajuan terus di AS dan, pada tingkat lebih rendah, ISR strategis Rusia [Intelijen, pengawasan dan pengintaian], pemogokan presisi, dan kemampuan pertahanan rudal,” catatan laporan.
READ MORE - Rudal China Bisa Jangkau Hampir Seluruh Wilayah AS

Sunday, 10 May 2015

Brasil Segera Ajukan Proposal Pembelian Pantsir-S1 Ke Rusia

Pantsir-S1
Pantsir-S1

Info Militer Terbaru-Brasil akan segera mengirim permintaan resmi mengenai potensi pembelian sistem rudal Pantsir-S1 ke Rusia. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Jaques Wagner Brasil mengatakan kepada Sputnik Sabtu 9 Mei 2015.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan bahwa daftar tunggu untuk pembelian sistem Pantsir-S1 sampai 2019. “Saya telah berbicara dengan duta besar Rusia di Brazil, dan kami akan segera mengirimkan permintaan resmi [tentang pembelian Pantsir-S1] dan memulai negosiasi pada harga,” kata Menteri Brasil, Sabtu.

Wagner menekankan bahwa kesepakatan telah terjadi sebelumnya, tetapi ditunda karena pemotongan belanja militer di Brasil tahun ini.

Menurut laporan media Rusia, pembelian senjata potensial dengan Brazil meliputi tiga hingga 18 unit baterai Pantsir-S1 dengan harga diperkirakan sebesar US$ 1 miliar.

Pantsir-S1 (SA-22 Greyhound) adalah sistem rudal permukaan udara jarak pendek dan menengah dan sistem artileri senjata anti-pesawat, yang mulai beroperasi pada 2012 dan direncakanan untuk secara bertahap menggantikan senjata anti-pesawat Tunguska self-propelled.
READ MORE - Brasil Segera Ajukan Proposal Pembelian Pantsir-S1 Ke Rusia

BrahMos Sukses Hantam Target Tersembunyi di Balik Gunung






Info Milter Terbaru-India melakukan dua tes berturut-turut versi lanjutan dari rudal jelajah supersonik BrahMos 290-km, yang memiliki kemampuan menyelam curam dan menghantam target tersembunyi di balik pegunungan. Uji ini  membuka jalan untuk induksi skala penuh ke dalam Angkatan Darat.


“Uji serangan darat dilakukan di sektor timur untuk jarak lebih dari 200-km pada Jumat dan Sabtu 9 Mei 2015. Tes sekali menunjukkan rudal ini sebagai senjata yang sangat mematikan dengan akurasi untuk mengambil target musuh di mana saja,” kata Kepala BrahMos Sudhir Mishra.

“Pada hari Sabtu, rudal memukul tempat yang sama dengan titik yang dihantam rudal pada hari Jumat. Ini adalah uji tembak dari BrahMos ke-48,” tambahnya.

Dikembangkan bersama oleh India dan Rusia, rudal terbang di Mach 2,8 atau hampir tiga kali kecepatan suara. Dari 2007 dan seterusnya, Angkatan Darat telah melantik dua resimen dari BrahMos Blok-I dan II yang dikembangkan untuk mencapai target kecil tertentu dengan penampang radar rendah dalam lingkungan yang berantakan.

Versi rudal Blok-III, yang diuji pada hari Jumat dan Sabtu, akan menjadi resimen ke-3. Memiliki manuver lintasan dan kemampuan menyelam curam untuk operasi perang gunung.

Pemerintah India telah menyetujui pengerahan rudal BrahMos di Arunachal Pradesh untuk mengimbanngi China yang membangun infrastruktur militer sepanjang 4.057 km, setelah sebelumnya untuk sektor barat menghadapi Pakistan.

Angkatan Laut juga telah memasang rudal pada beberapa kapal perangnya, termasuk frigat siluman terbaru. Sedang Angkatan Udara berencana menguji rudal jelajah dari pesawat tempur Sukhoi-30MKI.
READ MORE - BrahMos Sukses Hantam Target Tersembunyi di Balik Gunung

Korut Sukses Uji Rudal Kapal Selam






Info Militer Terbaru-Korea Utara mengaku telah berhasil menguji rudal kapal selam, yang jika benar maka akan menjadi dorongan yang signifikan dalam arsenal mereka. Para pengamat mengatakan Korea Utara memiliki beberapa hulu ledak nuklir tetapi perkembangan baru ini sangat meningkatkan kemampua Pyongyang untuk pengiriman senjata ke musuh karena akan lebih efektif dan sulit dideteksi.

Tes terbaru ini belum diverifikasi secara independen. Namun media pemerintah merilis foto di mana pemimpin Korea Utara Kim Jong un melihat sebuah rudal menyembur dari dasar laut.


Kim Jong-un mengatakan negaranya sekarang memiliki kemampuan senjata strategis tingkat dunia yang mampu menyerang dan memusnahkan kekuatan musuh yang melanggar kedaulatan dan martabat mereka, kata laporan itu. Tes semacam ini sebenarnya melanggar sanksi PBB yang melarang Korea Utara menggunakan teknologi rudal balistik. Tetapi Korut tidak pernah mengindahkan larangan semacam itu.

Klaim tentang kemampuan militer Korea Utara ditanggpi skeptis oleh sejumlah pihak. Gambar-gambar terbaru di media pemerintah kemungkinan rekayasa Photo Shop, karena Kim Jong-un sangat dekat dengan peluncuran rudal itu.

Namun, analis US-Korea Institute di Johns Hopkins University di AS melaporkan baru-baru ini gambar satelit menunjukkan bahwa “menara komando dari kapal selam Korea Utara pertama kali terlihat di Juli 2014 yang diduga peluncuran vertikal untuk baik balistik atau rudal jelajah.

Para akademisi Amerika juga mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan bahwa Korea Utara telah memiliki fasilitas upgrade di Shipyard Sinpo Selatan untuk program pembangunan angkatan laut yang signifikan yang mungkin terkait dengan pembangunan kapal selam.

Rudal yang diluncurkan dari kapal selam akan secara dramatis mengubah strategi lawan karena waktu respons yang jauh lebih pendek dibandingkan jika rudal diluncurkan dari darat.


READ MORE - Korut Sukses Uji Rudal Kapal Selam

Friday, 8 May 2015

Rusia dan AS Dalam Perlombaan Senjata Nuklir


Info Militer Terbaru-Kremlin telah memulai proses untuk memperbarui semua hulu ledak dan sistem peluncuran nuklir. Upaya modernisasi akan mempengaruhi semua senjata nuklir strategis dan nonstrategis Rusia yang berjumlah total 4.500 hulu ledak, Bulletin of Atomic Scientists melaporkan. Modernisasi meliputi penggantian rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missiles (ICBM)  era Soviet dengan sistem peluncuran roket baru.

Juga termasuk dalam mendorong modernisasi adalah pengembangan peluncuran upgrade kapal selam balistik kelas Borei. Dalam dekade mendatang, Moskow berencana mengganti dua kapal selam balistik kelas rudal dengan Borei. Varian baru akan menampilkan peningkatan elektronik, dan modifikasi lainnya.

Rusia tidak sendirian yang ingin meng-upgrade pasukan nuklirnya. AS juga ingin memodernisasi senjata nuklirnya dan platform peluncuran dengan tujuan membuat arsenal lebih efisien tanpa harus memperoleh hulu ledak baru.

“Kami belum mengerahkan sistem strategis baru yang besar dalam beberapa waktu, kami telah memodernisasi yang kita punya atau telah berkurang – motor roket baru dan sistem panduan untuk rudal Minuteman, banyak bagian dibangun kembali untuk B-52, dll,” kata Matthew Bunn, seorang ahli proliferasi nuklir di Harvard, mengatakan kepada PolitiFact.

Pada 9 Januari 2014 muncul foto, mockup dari Minuteman 3 rudal nuklir yang digunakan untuk pelatihan oleh kru pemeliharaan rudal terlihat di FE Warren Air Force Base, Wyo.

Secara total, AS berencana memodernisasi berbagai senjata yang diperkirakan menelan biaya total US$348 miliar selama dekade mendatang, menurut perkiraan dari Kantor Anggaran Kongres.

Namun, total tagihan bisa naik menjadi US$ 1 triliun dalam tiga dekade untuk biaya pemeliharaan, laporan dari James Martin Pusat Studi Nonproliferasi memperkirakan.

Proses modernisasi memicu apa yang John Mecklin, editor The Bulletin of Atomic Scientists sebut sebagai perlombaan senjata. “Ini perlombaan senjata. Negara nuklir berusaha untuk memastikan bahwa negara-negara nuklir lainnya tidak mendapatkan teknologi mereka,” katanya seperti dikutip Business Insider Jumat 7 Mei 2015.

Modernisasi ini tidak mengakibatkan upaya di AS dan Rusia. Sama seperti Rusia memodernisasi persenjataan rudal balistik ICBM dan kapal selam, AS juga mengganti triad nuklir dengan rudal baru, kapal selam, dan bomber-generasi berikutnya.
READ MORE - Rusia dan AS Dalam Perlombaan Senjata Nuklir