Showing posts with label Rusia. Show all posts
Showing posts with label Rusia. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Menurut Putin, Amerika Serikat dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal. 

(Reuters/Aleksei Nikolsky)

Info Militer Terbaru - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mengembangkan rudal nuklir yang mampu menembus sistem pertahanan serangan udara Amerika Serikat. Menurut Putin, AS dan negara NATO selama ini mencoba mengantisipasi serangan nuklir Rusia dengan membangun sistem pertahanan rudal.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Putin dalam pertemuan membahas pengembangan angkatan bersenjata Rusia Selasa pekan ini mengatakan bahwa kemajuan rudal nuklir akan menjadi target angkatan bersenjata mereka satu dekade ke depan demi merespon tantangan dari negara pesaing.

"Kami akan mengembangkan sistem pertahanan anti-rudal juga, tapi di tahap pertama, kami juga akan mengerakan sistem serangan yang mampu menembus semua tameng pertahanan anti-rudal," kata Putin.

Pernyataan Putin disampaikan di tengah upaya AS membangun pertahanan anti-rudal di negara-negara anggota NATO. Bulan lalu, sembilan negara NATO melakukan uji gabungan sistem anti rudal di kapal perang Aegis di perairan Skotlandia.

Beberapa hari kemudian, AS melakukan uji coba intersepsi serangan nuklir yang merogoh kocek hingga US$ 230 juta di Pulau Wake di Pasifik.

Rencana sistem pertahanan rudal NATO ini pertama kali digagas oleh Presiden AS Ronald Reagan dan dilanjutkan oleh George W. Bush tahun 2002. Barack Obama tahun 2008 juga melanjutkan program ini namun mengurangi biayanya.

Jika beroperasi penuh, kapal dengan sistem pertahanan Aegis akan berpatroli dari Spanyol. Di Romania dan Polandia, akan ditempatkan roket pengintersepsi, sedangkan di Turki, Jerman dan beberapa negara NATO lainnya akan ditempatkan radar.

Rencana ini tahun 2007 dikecam Rusia setelah Polandia dan Republik Ceko mengizinkan pangkalan rudal di wilayah mereka. Ceko belakangan mundur dari rencana pertahanan AS itu.

Sejauh ini, menurut Putin, protes dan keresahan Rusia diabaikan oleh AS dan sekutunya. Putin mengatakan, alasan AS yang ingin mempertahankan NATO dari serangan rudal nuklir Iran dan Korea Utara hanyalah omong kosong.

Menurut dia, tujuan utama pertahanan rudal AS di negara NATO adalah demi mengantisipasi kekuatan militer Rusia yang kian pesat.

"Tujuan sebenarnya dari AS adalah untuk menghadapi serangan dari negara pemilik senjata nuklir lainnya, kecuali AS dan sekutunya, terutama ancaman nuklir dari negara kita, Rusia. AS ingin berkuasa dengan semua konsekuensinya," kata Putin.

Dalam tiga tahun terakhir industri pertahanan Rusia telah sukses menguji persenjataan yang bisa menembus sistem pertahanan rudal berlapis, kata Putin.

Juni lalu, Putin mengumumkan Rusia akan menambah lagi 40 rudal balistik antarbenua generasi terbaru tahun ini.

"Kami telah mengatakan di banyak kesempatan bahwa Rusia akan melakukan semua langkah yang diperlukan demi memperkuat persenjataan nuklir strategis," tegas Putin. (den)
READ MORE - Rusia Kembangkan Rudal Nuklir untuk Menembus Pertahanan AS

Stasiun TV Ungkap Persenjataan Nuklir Rahasia Rusia

Rekaman itu disiarkan pada Selasa (10/11/2015) dan kemudian dihapus oleh stasiun televisi itu

Status-6, proyek high-speed drone submarine bertenaga nuklir

Info Militer Terbaru - Kremlin, Rabu (11/11/2015), mengakui bahwa sebuah stasiun televisi Rusia tanpa sengaja mengungkap rencana rahasia terkait pengembangan sebuah sistem peluru kendali nuklir.

Dua stasiun televisi pemerintah, NTV dan Channel One, memperlihatkan seorang perwira militer tengah membaca sebuah dokumen rahasia.

Dokumen itu berisi foto, gambar, dan rincian sebuah sistem persenjataan yang diberi nama Status-6 yang dirancang oleh Rubin, perusahaan produsen kapal selam yang berbasis di St Petersburg.

"Peluru-peluru kendali nuklir yang ditembakkan kapal selam akan menciptakan sebuah zona kontaminasi nuklir ekstensif yang membuat semua kegiatan militer dan ekonomi di daerah itu terganggu untuk waktu lama," demkian isi dokumen yang terpampang jelas selama beberapa detik. Dokumen rahasia itu terekam kamera televisi dalam sebuah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan para perwira militer di kota Sochi di tepi Laut Hitam, Senin lalu.

Rekaman itu disiarkan pada Selasa (10/11/2015) dan kemudian dihapus oleh stasiun televisi itu. Namun, sejumlah situs berita masih memuat foto dan berita tentang hal tersebut.

"Benar, sejumlah data rahasia terekam kamera dan disiarkan secara luas sehingga rekaman itu harus dihapus," ujar juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov.

"Pada masa depan kami akan melakukan langkah-langkah preventif agar hal semacam ini tak terjadi lagi," tambah Peskov.

Sejauh ini tidak diperoleh penjelasan bagaimana gambar berisi dokumen rahasia seperti itu bisa lolos dari proses penyuntingan di dua stasiun televisi yang dikendalikan pemerintah itu.
READ MORE - Stasiun TV Ungkap Persenjataan Nuklir Rahasia Rusia

Saturday, 7 November 2015

Indonesia Belum Mengajukan Pembelian Su-35

su-35






Info Militer Terbaru - Rusia belum menerima permintaan resmi dari Indonesia mengenai pembelian pesawat tempur generasi 4++ Su-35 dan kendaraan infanteri BMP-3F. Keputusan mengenai pembelian akan diumumkan segera setelah penetapan APBN.

Demikian hal tersebut dikabarkan Kepala Hubungan Eksternal Rosoboroneksport Viktor Brakunov selama pameran Defense & Security 2015 kepada RIA Novosti, Kamis (5/11).

“Militer Indonesia tertarik memperoleh senjata baru dan peralatan militer buatan Rusia, termasuk pesawat tempur dan kendaraan infanteri. Namun, sejauh ini kami belum menerima permintaan resmi dari pihak Indonesia karena saat ini sedang ditetapkan anggaran negara untuk lima tahun ke depan. Bila hal tersebut telah ditetapkan dan permintaan disetujui, akan segera dilaksanakan negosiasi yang substansial,” kata Brakunov.

Pada saat yang sama, juru bicara sekaligus perwakilan senior dari AU Indonesia mengatakan selama pameran dirgantara MAKS-2015 yang diselenggarakan pada bulan Agustus lalu di Zhukovsky, bahwa pembelian Su-35 untuk mendukung Angkatan Udara negara adalah prioritas.

Pada bulan September lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli satu skuadron Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai empat dekade.

Pada bulan Maret 2015, Dirjen Rosoboroneskport Anatoly Isaikin mengabarkan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan penandatanganan kontrak penyediaan pasokan baru kendaraan infanteri BMP-3F yang sekarang berhasil digunakan dalam Korps Marinir Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Pasokan pertama dari 17 kendaraan dikirimkan dalam rangka perjanjian pinjaman Indonesia senilai satu miliar dolar AS dari Rusia, yang ditandatangani pada bulan September 2007 silam ketika Presiden Vladimir Putin datang berkunjung ke Jakarta.
READ MORE - Indonesia Belum Mengajukan Pembelian Su-35

Monday, 6 July 2015

Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih
S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih

Info Militer Terbaru-Kesepakatan antara Rusia dan China untuk pengadaan sistem pertahanan udara S-400 akan mengubah peta bagi sejumlah negara. Sistem rudal paling canggih ini jelas akan meningkatkan kekuatan untuk Beijing dalam upayanya mendominasi langit di sepanjang perbatasannya, kata para ahli.

Sistem dengan daya jangkau 400 kilometer ini memungkinkan China untuk menyerang setiap sasaran udara di pulau Taiwan, selain mencapai target udara sejauh New Delhi, Calcutta, Hanoi dan Seoul. Air defense identification zone (ADIZ) atau zona identifikasi pertahanan udara Laut China dan Kuning di Timur Laut Cina juga akan dilindungi. Sistem ini akan memungkinkan China, jika perlu, untuk menyerang setiap sasaran udara dalam Korea Utara.

S-400 juga akan memungkinkan China untuk memperluas, tetapi tidak mendominasi, ruang pertahanan udara lebih dekat ke Jepang yang mengendalikan Kepulauan Senkaku yang disengketakan di Laut China Timur, kata Vasiliy Kashin, seorang spesialis Centre for Analysis of Strategies and Technologies, Moscow.

Saat ini China telah memiliki sistem S-300 dengan kisaran 300 kilometer. Jarak itu  hanya memungkinkan untuk menyerang target di sepanjang pantai barat laut Taiwan dan tidak dapat mencapai kota-kota besar di India dan Korea Selatan, kata Alexander Huang, Council on Strategic and Wargaming Studies, Taipei.  S-400 akan menantang kemampuan Taiwan untuk melakukan operasi pertahanan udara dalam Adiz, yang meliputi Selat Taiwan.

“Tentu saja, sistem baru ini juga akan memberikan China kemampuan ekstra untuk mencegah dan menolak ancaman udara musuh, membuat pasukan regional yang lebih berhati-hati ketika beroperasi dekat China,” kata Huang.

CEO Rosoboronexport Anatoly Isaikin mengumumkan penjualan sistem ini pada 13 Apri 2015 lalul. Dia mengatakan kepada media berita bahwa S-400 memiliki permintaan di pasar internasional dan China akan menjadi pelanggan ekspor pertama. Tidak ada spesifik yang terungkap, namun kontrak yang sebenarnya kemungkinan besar ditandatangani pada kuartal terakhir 2014, kata Kashin. Dia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup 4-6 batalyon dengan nilai sekitar US$ 3 miliar.

Sebagaimana ditulis Defense News Sabtu 18 April 2015 S-400 adalah sistem yang tangguh dan merupakan evolusi rudal udara dalam upaya modernisasi pertahanan China, kata Mark Stokes, direktur eksekutif Proyek 2049 Institute. “Akan menarik untuk mengetahui apa rudal khusus varian diekspor sama dengan yang dibuat untuk Rusia,” katanya.

Kementerian Taiwan Pertahanan Nasional (MND) tidak terkejut dengan kabar ini, kata juru bicara Mayjen. Luo Shou-he. Menruut dia MND. Rusia dan China telah bekerja sama erat pada isu-isu militer selama puluhan tahun, kata dia, termasuk penjualan senjata dan pertukaran teknologi pertahanan.
“Untuk mengatasi potensi ancaman sistem baru ini, ROC [angkatan bersenjata Taiwan] telah menyelesaikan analisis ancaman rudal, dan strategi untuk melawan penanggulangan untuk melibatkan S-400,” katanya.
READ MORE - Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Rudal Bastion

Info Militer Terbaru-Ketegangan di Crimea sepertinya masih akan terus terjadi menyusul keputusan Rusia yang akan menyebarkan rudal darat ke kapal berbasis silo, Bastion, di Semenanjung Crimea pada tahun 2020, kata kantor berita Interfax di Moscow Kamis, 2 Juli 2015. Sistem rudal baru akan diposisikan di wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana Kremlin untuk meningkatkan keamanan di wilayah Laut Hitam.

Penyebaran sistem rudal pesisir ini akan dilakukan tiga bulan setelah Rusia menempatkan sistem anti-misil di Crimea.

Infrastruktur rudal Bastion yang berbasis silo secara signifikan akan mampu meningkatkan kemampuan milter Rusia di Crimea. Sebuah rudal silo berbentuk silinder vertikal, yang dibangun di bawah tanah untuk menyimpan dan meluncurkan rudal balistik antarbenua.

Peluncur Bastion-P membawa dua rudal jelajah anti kapal P-800 Oniks/Yakhont (SS-N-26 Strobile). Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 km dengan lintasan penerbangan hi-low dan mampu mencapai jarak hingga 120 km dengan lintasan penerbangan low-low.

Kendaraan TEL (Transporter Erector Launcher) dapat meluncurkan rudal dalam waktu 5 menit. Kendaraan ini memiliki konfigurasi peluncuran vertikal. Kendaraan ini dapat meluncurkan rudal dengan interval waktu 2-5 detik antar peluncuran satu rudalnya.
READ MORE - Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Saturday, 4 July 2015

MiG-29 Fulcrum Rusia Jatuh

MiG-29 Fulcrum
MiG-29 Fulcrum

Info Militer Terbaru-Sebuah jet tempur MiG-29 Fulcrum milik Rusia dikabarkan jatuh di Krasnodar, wilayah selatan Rusia.

“Pesawat itu jatuh di wilayah Kushchyovka. Menurut informasi awal tidak ada yang terluka atau kerusakan di darat," kata sumber pertahanan seperti dikutip Ria Novosti Jumat sumber itu.

Pilot dikabarkan selamat setelah memutuskan melontarkan diri dari pesawat di waktu yang tepat. Saat ini keberadaan pilot masih dicari.

Sebuah sumber mengatakan bahwa kegagalan teknis dan kesalahan pilot dianggap sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan insiden itu terjadi ketika pesawat sedang melakukan penerbangan latihan rutin tanpa amunisi. Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menggrounded semua MiG-29 yang ada sampai penyebab kecelakaan dipastikan.
READ MORE - MiG-29 Fulcrum Rusia Jatuh

Helikopter Mi-8 Rusia Hilang di Siberia

Mi-8
Mi-8

Info Militer Terbaru-Tim SAR Rusia tengah mencari helikopter Mi-8 yang hilang pada Kamis 2 Juli 2015 malam di wilayah otonomi Khanty-Mansi, Siberia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Situasi Darurat Rusia Jumat.

“Kemarin malam, helikopter Mi-8 yang terbang dari Nizhnevartovsk gagal untuk mendarat tepat waktu. Berdasarkan laporan, pesawat tersebut mengangkut lima orang,” kata sang menteri.

Pencarian melibatkan sekitar 90 orang dan sepuluh peralatan milik Kementerian Situasi Darurat Rusia.
READ MORE - Helikopter Mi-8 Rusia Hilang di Siberia

Friday, 3 July 2015

Paris-Moskow Capai Kesepakatan Awal Kompensasi Mistral


Info Militer Terbaru-Paris dan Moskow dikabarkan telah membuat kesepakatan awal tentang kompensasi untuk kegagalan pengiriman dua kapal kelas Mistral yang dipesan Rusia kepada Prnacis. Pembicaraan dilanjutkan dengan konsultasi pada bulan Juli, sebuah sumber di sektor kerjasama teknis militer, Kamis 2 Juli 2015.

“Rusia dan Perancis dalam kesepakatan awal tentang kompensasi kegagalan pengiriman Mistrals pada bulan Juni. Keputusan harus disetujui sekarang oleh pemerintah kedua negara, ” kata sumber itu kepada RIA Novosti.

Sebelumnya, pers melaporkan bahwa Prancis bersedia untuk mengembalikan uang sekitar 800 juta euro untuk Moskow. SementaraMoskow telah bersikeras minta 1,1 miliar Euro termasuk kompensasi dan uang yang telah dibayarkan.

Pada tahun 2011, Rusia dan Perancis menandatangani kontrak senilai 1,5 miliar untuk pengiriman dua operator helikopter kelas Mistral. Tetapi Prancis tidak mengirimkan dua kapal yang telah jadi itu karena menilai Rusia terlibat dalam krisis Ukraina, klaim bahwa Rusia telah berulang kali membantah.
READ MORE - Paris-Moskow Capai Kesepakatan Awal Kompensasi Mistral

Saturday, 27 June 2015

Rusia Luncurkan Mesin Penebar Ranjau Generasi Baru

UMZ-K
UMZ-K

Info Militer Terbaru-International Forum Army -2015, yang baru-baru ini digelar di luar Moskow, terus mengejutkan penggemar persenjataan karena banyak senjata yang ditawarkan telah diungkap ke publik. Salah satu bagian dari peralatan militer yang diresmikan di showground adalah kendaraan serbaguna baru Rusia.

Rusia multipurpose mine-laying vehicle baru yang telah dirancang untuk menyebarkan ranjau anti-personil, anti-penerjun payung dan anti-tank jarak jauh di medan.

Dinamakan UMZ-K, kendaraan ini itu berbeda dari pendahulunya, UMZ. Salah satu ada di chassis roda. Berbeda dengan UMZ, yang dipasang di atas sebuah chassis truk kargo Zil-131B, sistem baru ini didasarkan pada bahwa dari KamAZ-63501.

Sebagaimana dilaporkan Ria Novosti Jumat 26 Juni 2015, truk utilitas berat KamAZ-63501 adalah anggota dari keluarga Mustang dan salah satu truk terbesar di kisaran KamAZ. Kendaraan ini sepenuhnya konvensional dalam desain, versi baru dari 8×8 dengan kapasitas muatan meningkat 15.000 kg.

Dalam platform ini terdapat enam payload peluncur putar dengan mekanisme elevasi tetap. Sudut kemiringan 50 derajat, sedangkan cakupan horisontal adalah 90 derajat.

Beban ranjau dasar adalah 180 cluster yang terdiri dari anti-personil (PKP, POM), anti-penerjun payung (PDM) atau ranjau antitank (PTM).

Panjang maksimum ladang ranjau yang diletakkan oleh satu kendaraan bisa mencapai: ranjau anti-personil (PFM) – 3.200 meter; ranjau anti-personil (POM) – 5.000 meter; tambang antitank (PTM) – 600 meter. Kendaraan yang diawaki dua orang ini dijuluki “Hell Machine” atau mesin neraka oleh media.
READ MORE - Rusia Luncurkan Mesin Penebar Ranjau Generasi Baru

Putin-Obama Saling Telepon, Ada Apa?


Info Militer Terbaru-Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah menelepon Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pada hari Kamis 25 Juni 2015.

Ini adalah pertama kalinya kedua pemimpin berbicara dalam empat bulan terakhir. Putin dilaporkan menanyakan tentang misi serangan ke ISIS dan sejumlah misi di Timur Tengah. Dalam pembicaraan itu  kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti dengan pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu untuk membahas lebih lanjut masalah ini.

Mereka juga membahas secara rinci mengenai situasi di Suriah dan masalah nuklir Iran. Dan tentu saja masalah krisis Ukraina yang sedang berlangsung.

Para pejabat Amerika mengatakan kepada New York Times bahwa Obama “fokus pada perang separatis di Ukraina yang dinilai didukung Moskow dan mendorong Putin untuk mematuhi kesepakatan Minsk.”

Seperti dilaporkan New York Times menurut Kremlin, kedua pemimpin sepakat bahwa Asisten Menteri Luar Negeri Victoria Nuland dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Grigory Karasian akan segera menghubungi untuk membahas pemenuhan perjanjian Minsk.

“Para pejabat Amerika berharap Putin juga melihat munculnya ISIS sebagai suatu ancaman dan diharapakan menekan Presiden Suriah Assad.
READ MORE - Putin-Obama Saling Telepon, Ada Apa?

Thursday, 25 June 2015

Indonesia Teken Kerjasama Konsultasi Keamanan dengan Rusia

menkopolhukam

Info Militer Terbaru-MENKOPOLHUKAM RI Tedjo Edhy Purdijanto saat ini tengah berada di Moskow, Rusia, untuk melakukan serangakain pertemuan dalam bidang pertahanan. Beberapa kesepakatan ditandatangani dalam kunjungan kerja itu.Salah satunya penandatangan kerjasama Memorandum of Understanding on Bilateral Consultation on Security Matters Indonesia–Rusia itu dilakukan di kantor Dewan Keamanan Federasi Rusia di Moskow, pada Senin (22/6).

Indonesia diwakili Menkopolhukam Tedjo Edhy dan pihak Rusia diwakili Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia (DKFR) Nikolai Patrushev. Turut hadir dalam acara tersebut Dubes RI Djauhari Oratmangun, Deputi Menko Polhukam Agus Sriyono, pejabat Kemenpolhukam dan KBRI Moskow.

Dalam pertemuan itu, Menko Tedjo dan Sekretaris DKFR berdiskusi selama sekitar 2 jam membahas sejumlah topik bahasan terkait politik, hukum dan keamanan yang menjadi perhatian bersama. Patrushev mengapresiasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang mengedepankan kemandirian dan kepentingan nasional.

Turut dibahas upaya peningkatan kerjasama kedua negara termasuk pertukaran pakar militer maupun dalam pengadaan alat-alat militer. Dibicarakan juga kerjasama peningkatan pengawasan terhadap pelaku kriminal lintas negara, terorisme dan pencucian uang.

Khusus masalah pemberantasan narkoba, disepakati perlunya mempercepat penandatanganan MoU kerjasama pemberantasan narkoba kedua negara maupun prakarsa latihan gabungan pemberantasan penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

Selain dalam rangka penandatanganan MOU, kunjungan Menko Polhukam RI ke Rusia juga dalam rangka memenuhi undangan pemerintah Rusia untuk berpartisipasi dalam International Meeting of High Rangking Officials Responsible for Security Matters di Ulan Ude, Rusia, 24-25 Juni 2015. 

Sumber: detik.com
READ MORE - Indonesia Teken Kerjasama Konsultasi Keamanan dengan Rusia

Islam bisa Comeback di Rusia, Bagaimana Bisa?

masjid di Rusia
Masjid di Rusia

Di era pasca Perang Dingin termasuk kepemimpinan Vladimir Putin agama mendapat tempat cukup luas di Rusia. Kerapkali Putin dituding menggunakan agama sebagai pembentukan dari citra publik, menggunakan Ortodoks sebagai cara untuk meningkatkan agenda politiknya.

Tapi Ortodoks bukan satu-satunya agama yang mengalami kebangkitan pada periode pasca-Perang Dingin. Islam yang di era Soviet dijauhi kini menjadi salah satu agama yang banyak dianut warga Rusia.

Hal ini menjadi tema utama presentasi di George Washington University Elliott School pada 7 April  2015 yang disampaikan Bulat Akhmetkarimov, seorang kandidat PhD di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS). Pada acara yang bertajuk “Islam dan Dinamika Rezim Ethno-Confessional di Rusia, 1990-2012,” Akhmetkarimov membahas sikap negara Rusia terhadap agama dan bagaimana sikap terhadap Islam telah berkembang di abad XX dan awal XXI.

Sebagai agama minoritas terbesar di Rusia, muslim membentuk sekitar 11 persen dari total populasi Rusia. Berdasarkan statistik yang disediakan oleh Pew Research Center, persentase ini diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 13 persen pada tahun 2030 dan hampir 17 persen persen pada tahun 2050, dengan sekitar dua puluh juta muslim di Rusia.

Untuk menyoroti betapa banyak yang telah berubah sehubungan dengan Islam di Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet, Akhmetkarimov menyatakan bahwa persentase Muslim telah meningkat secara dramatis selama dua dekade terakhir atau lebih.

Umat muslim Rusia
Umat muslim Rusia
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa ada kebangkitan Islam pasca-komunis di Rusia sekitar tahun 1997, ditandai dengan jumlah masjid di Rusia meningkat dari 160 menjadi 7.000 antara tahun 1990 dan 1997. Sementara ini adalah inisiatif kebanyakan pribadi, peningkatan jumlah inisiatif ini bisa menjadi indikasi dari sikap santai di Rusia terhadap Islam, dan mungkin agama secara umum.

Jumlah ulama Islam dari luar negeri juga meningkat dari nol sampai seribu antara tahun yang sama. Selain itu, akhir tahun 90an juga terlihat lonjakan frekuensi dalam penggunaan istilah “Wahhabisme” dan “Salafisme.”

Seiring dengan tren ini, sikap pemerintah Rusia terhadap Islam, dan agama pada umumnya, yang mengalami pergeseran besar. Selama Uni Soviet, kebijakan negara bisa dikategorikan sebagai “sekularisme tegas.” Negara menjepit ekspresi keagamaan. Banyak orang Rusia mulai mengganti ikon Ortodoks di Moscow mereka ugoly (sudut indah) tempat di rumah seseorang di mana ikon banyak ditempatkan dan arah berdoa-dengan potret Lenin.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, Akhmetkarimov menegaskan, kebijakan negara bergeser ke “sekularisme pasif,” dengan sikap terhadap pendidikan agama dan tekanan agama yang dikategorikan sebagai “netral.”

Pada tahun 2000-an, kebijakan negara bergeser ke “agama didirikan,” mengakui tidak hanya satu agama, seperti yang terjadi di Rusia melalui aturan Petrus Agung 988, tetapi mengakui banyak dari mereka dan mengadopsi sikap yang lebih regulasi. Akhmetkarimov menjuluki fenomena ini sebagai “kemitraan organik.”

Akhmetkarimov seperti ditulis National Interest Senin 13 April 2015 juga menjelaskan bagaimana Rusia berubah dari negara multietnis (sebagai lawan monoetnis) pada 1990-an, menjadi supraethnic di tahun 2000-an, menekankan pentingnya menjadi budaya Rusia, belum tentu murni darah Rusia.

Akhmetkarimov percaya pergeseran ini telah memberikan kontribusi untuk penerimaan agama yang lebih luas dan timbulnya kembali Islam dalam masyarakat Rusia pasca-komunis di akhir 1990-an.

Ditanya bagaimana, menurutnya sikap negara Rusia terhadap Islam mungkin akan terpengaruh oleh Putin yang meningkatkan penekanan pada Ortodoks dan tindakan di Ukraina, ia berpendapat bahwa Gereja Ortodoks memiliki tujuan sendiri dan bukan hanya “alat negara.” Dia lebih jauh mengatakan bahwa Rusia “tentu tidak bertujuan untuk menjadi negara agama,” tetapi juga tidak anti-agama.
READ MORE - Islam bisa Comeback di Rusia, Bagaimana Bisa?

Tuesday, 23 June 2015

Angkatan Laut Rusia Mulai Bangun Kapal Induk Baru Setelah 2025

kapal induk rusia

Info Militer Terbaru-Angkalatan laut Rusia terus memperbaharui alutsistanya, menurut kabar Rusia akan mulai membangun kapal induk baru untuk Angkatan Laut setelah tahun 2025.

“Upaya untuk menciptakan sebuah kapal induk tidak pernah berhenti. Angkatan Laut memiliki tuntutan yang ketat untuk sebuah kapal induk, tapi kami sejauh ini tidak melihat tuntutan mereka tidak sulit untuk dicapai. Kami berencana untuk memulai pembangunan kapal induk antara dari 2025 atau 2030, “kata sumber itu kepada RIA Novosti.

Sebelumnya, Kepala Departemen Manajemen Galangan Kapal Angkatan Laut Rusia, Kapten Vladimir Tryapichnikov, mengatakan bahwa kemungkinan kapal induk akan dibangun antara 2026 atau 2027.
READ MORE - Angkatan Laut Rusia Mulai Bangun Kapal Induk Baru Setelah 2025

Monday, 22 June 2015

Tak Ada Yang Bisa Sembunyi dari 'Merlin-21b' Drone Baru Rusia

Merlin-21b
Merlin-21b

Info Militer Terbaru-Rusia kembali perkenalkan alutsista terbarunya, kali ini Drone surveilans baru Rusia Merlin-21b dilengkapi dengan radar dual-band. Kendaraan ini mampu melakukan pengawasan udara dalam kondisi cuaca apapun, setiap saat sepanjang hari.

Drone mutakhir Rusia ini ditunjukkan oleh spesialis dari Angkatan Udara Rusia selama forum Army-2015. “Pesawat tanpa awak Merlin-21b baru ini dilengkapi dengan stasiun radio-radar dan telah didemonstrasikan di forum Army-2015,” kata kantor pers Kementerian Pertahanan Jumat 19 Juni 2015.

Drone baru ini mampu melakukan pengawasan udara dalam kondisi cuaca apapun sepanjang hari dan transmisi data secara real time.

“Decimeter band radar memungkinkan deteksi objek tersembunyi dari pandangan visual dan disamarkan dengan daun. Sementara band sentimeter memungkinkan menangkap gambar hi-resolusi,” kata wakil dari Kementerian Pertahanan.

Merlin-21b mampu melakukan penerbangan di ketinggian hingga tiga kilometer dan memiliki jarak terbang hingga 600 kilometer.
READ MORE - Tak Ada Yang Bisa Sembunyi dari 'Merlin-21b' Drone Baru Rusia

Saturday, 20 June 2015

Lebih Besar, Lavina akan Gantikan Mistral Rusia

Mistral
Mistral

Info Militer Terbaru-Pusat Penelitian telah mengembangkan Rusia Krylov meluncurkan proyek kapal pembawa helikopter untuk menggantikan kapal perang kelas Mistral yang tidak disampaikan oleh Prancis, seorang pejabat tinggi di kompleks industri militer Rusia mengatakan Jumat.

“Proyek yang disebut Lavina, dengan perpindahan air dari 24.000 ton, hingga lebih besar dibandingkan kapal buatan Prancis [21.000 ton],” yang kata pejabat di Angkatan Darat-2015 militer expo di luar Moskow sebagaimana dikutip Ria Novosti Jumat 19 Juni 2015.

Menurut pejabat itu, kapal perang baru adalah semi-trimaran dengan kemampuan untuk berlayar 5.000 mil di 18 knot tanpa panggilan layanan dan kecepatan maksimum 22 knot. Kapal akan membawa 320 awak kapal dan bisa mengambil tambahan 500 pasukan atau 50 kendaraan lapis baja.

Di bawah kontrak US$ 1,5 miliar yang ditandatangani pada tahun 2011, Prancis setuju untuk menjual dua operator helikopter kelas Mistral ke Rusia tapi penyerahan diskors sebagai Paris menyatakan ketidaksetujuan dugaan campur tangan Moskow dalam krisis Ukraina. Rusia telah berulang kali membantah keterlibatannya dalam konflik Ukraina.

Pada akhir Mei, Wakil Ketua Rusia Militer Kompleks Industri Oleg Bochkaryov mengatakan bahwa Rusia berencana membangun operator helikopter kelas Mistral sendiri.

Pada hari Kamis, Direktur Departemen Kerjasama Teknis Militer, Alexei Diky, mengatakan Prancis telah menyerahkan ke Rusia beberapa teknologi di blok perakitan untuk pembangunan kelas Mistral.

READ MORE - Lebih Besar, Lavina akan Gantikan Mistral Rusia

Pesawat Intelijen Baru Rusia Tu-214R Terlacak di Perbatasan Ukraina

Tu-214R 
Tu-214R

Info Militer Terbaru-Sosial media hiruk-pikuk setelah Tu-214R Angkatan Udara Rusia terlihat dan dilacak di Internet. Sinyal transponder ADS-B dideteksi oleh Flightradar24 terbang dari Kazan ke Crimea dan kembali lagi  engikuti perbatasan antara Rusia dan Ukraina pada 18 Juni.

Dibangun oleh Kazan Aircraft Production Association’s (KAPO) dan diterbangkan dari lapangan udara perusahaan, Tu-214R terdaftar sebagai RA-64514, nomor seri 42305014, adalah pesawat kedua dari dua yang telah dibangun di bawah kontrak dengan Departemen Rusia Pertahanan.

Tu-214R adalah pesawat ISR (Intelligence Surveillance Reconnaissance) Rusia yang dilengkapi dengan sistem radar semua cuaca dan sensor optik elektro yang menghasilkan citra foto, gambar-gambar ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan posisi pasukan musuh, bahkan jika ini disamarkan atau disembunyikan di batah tanah target itu tetap akan terlacak.

Pesawat ini juga membawa paket sensor untuk melakukan misi ELINT (Electronic Intelligence) dan SIGINT (Signal Intelligence): antena dari Tu-214R bisa mencegat sinyal yang dipancarkan oleh sistem musuh (radar, pesawat, radio, tempur, ponsel dll) sehingga dapat membangun EOB (Electronic Order of Battle) kekuatan musuh: di mana pasukan musuh beroperasi, jenis peralatan apa yang mereka gunakan dan, menyadap komunikasi radio / telepon, apa yang mereka lakukan dan apa langkah berikutnya.

Pesawat mungkin belum secara resmi beroperasi. Pesawat ini memiliki jenis yang sama jika dilihat dari tonjolan eksternal yang selalu ada di pesawat intelijen lainnya, seperti RC-135 AS atau B-707 Israel dengan sistem Phalcon, bersama dengan perbedaan kecil dengan operasi pertama Tu-214R, RA-64511 , nomor seri 42305011. Lalu kenapa pesawat itu menyisir di perbatasan Ukraina? Tidak ada jawaban jelas. Kemungkinan tengah menguji peralatan mereka sembari memantau Ukraina.
READ MORE - Pesawat Intelijen Baru Rusia Tu-214R Terlacak di Perbatasan Ukraina

Friday, 19 June 2015

Su-35 Pastikan Ikut Kompetisi Pengadaan Jet Tempur Indonesia

Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35

Info Militer Terbaru-Rusia menyatakan akan membawa jet tempur Sukhoi-35 dalam kontes penawaran di Indonesia yang tengah mencari jet tempur multirole untuk menggantikan F-5 yang sudah tua.

Sergei Kornev, kepala ekspotir senjata Rusia Rosoboronexport  Kamis 18 Juni 2015 sebagaimana dilansir TASS mengatakan bahwa dia yakin Su-35 akan mendapat perhatian di Indonesia.

“Kami melihat ke depan untuk kontes penawaran ini dan kami akan mengambil bagian di dalamnya,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara kedirgantaraan tahunan di Le Bourget. Dia juga menambahkan pasar untuk Su-35 akan luas mengingat kemampuan pesawat generasi 4++ ini.
READ MORE - Su-35 Pastikan Ikut Kompetisi Pengadaan Jet Tempur Indonesia

Dalam Sehari, Typhoon Inggris 3 Kali Intersep Pesawat Rusia

Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon

Info Militer Terbaru-Ketegangan antara Rusia dan NATO kian memanas. Sejumlah pesawat tempur Inggris dalam sehari telah tiga kali mencegat pesawat jet tempur Rusia yang terbang mendekati lokasi latihan perang NATO di Baltik.

Inggris yang bergabung dalam latihan perang NATO  telah menyebarkan sejumlah pesawat tempur di wilayah Estonia. Inggris memperingatkan Rusia, bahwa latihan perang NATO di Baltik “bukan permainan”.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan kepada Sky News, bahawa negaranya juga mengerahkan kapal perang HMS Ocean.”Inggris akan berdiri tegak, bahu membahu dengan anggota sekutu (NATO) lainnya untuk mempertahankan perbatasan Eropa Timur,” kata Fallon, yang dilansir Diplomat Kamis 18 Juni 2015.

Angkatan Laut Inggris telah mengambil bagian dalam latihan pendaratan amfibi di sebuah pantai di Polandia utara. Wilayah itu berjarak kurang dari 100 mil dari Kaliningrad, Rusia.

Dalam latihan perang besar-besaran di Baltik, 17 negara NATO mengerahkan kekuatan militernya, termasuk 5.600 tentara dan 49 kapal. Manuver NATO ini untuk menunjukkan pada Rusia bahwa mereka kompak untuk melindungi Eropa Timur dari ancaman Rusia.

Latihan perang NATO ini telah dikritik keras Rusia, yang dianggap telah menghidupkan kembali “hantu” Perang Dingin. Ketegangan Rusia dan NATO mulai terjadi sejak krisis Ukraina pecah. NATO tidak terima Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 lalu.

“Ini bukan Rusia yang mendekati perbatasan milik seseorang. Ini infrastruktur militer NATO yang mendekati perbatasan Rusia,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. ”Melihat semua ini. Rusia akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingan dan keamanannya sendiri,” lanjut Peskov.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menuduh Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah pamer kekuatan senjata dengan mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan persediaan rudal nuklir.
READ MORE - Dalam Sehari, Typhoon Inggris 3 Kali Intersep Pesawat Rusia

Thursday, 18 June 2015

3 Prototipe T-50 Baru Segera Diserahkan ke Militer Rusia

Sukhoi T-50
Sukhoi T-50

Info Militer Terbaru-United Aircraft Corp berencana untuk memberikan tiga prototipe atau lebih prototipe jet tempur siluman untuk militer Rusia guna diuji pada awal tahun depan.

Presiden perusahaan yang berbasis di Moskow, Yuri Slyusar, mengatakan tiga dari prototipe T-50 PAK-FA, sebuah pesawat tempur siluman generasi kelima yang dibuat oleh anak perusahaan United Aircraft Sukhoi, akan ditransfer ke angkatan udara Rusia pada akhir 2015 atau awal 2016 sebagai bagian dari program uji.

“Kita dapat mengatakan bahwa kita berada dalam jadwal dan tiga prototipe tambahan ini akan memungkinkan kita untuk memperluas program pengujian dan melakukannya lebih cepat,” katanya kepada wartawan di Paris Air Show. “Kita pada jadwal untuk memberikan batch pertama pada akhir 2016, awal 2017 untuk pelanggan, kementerian pertahanan, sehingga pesawat menunjukkan semua karakteristik yang diperlukan dan desain.”

Dengan tambahan prototipe ini maka akan ada delapan prototipe T-50. PAK-FA pertama terbang pada tahun 2011 dan dirancang untuk bersaing dengan F-22 Raptor dan F-35 Joint Strike Fighter.

Dibandingkan dengan pejuang generasi sebelumnya, PAK-FA menggabungkan fungsi dari pesawat serang dan pesawat tempur sehingga menawarkan sejumlah kemampuan yang unik. “Sebagai pesawat generasi kelima, ia memiliki paket avionik terintegrasi secara menyeluruh pada dasarnya baru menyediakan kontrol otomatis yang unggul dan dukungan intelijen.”

Meski diakui T-50 juga telah mengalami beberapa tantangan pembangunan seperti kebakaran mesin tetapi pesawat ini berkinerja baik dalam tes, menurut Slyusar.

“Pesawat menunjukkan semua karakteristik yang diperlukan dan desain, sehingga kita dapat mengatakan bahwa tidak ada risiko dalam program bergerak ke depan dan pesawat memenuhi semua spesifikasi yang awalnya direncanakan,” katanya. “Tidak ada risiko penundaan apapun.”
READ MORE - 3 Prototipe T-50 Baru Segera Diserahkan ke Militer Rusia

Putin Kembali Bikin NATO dan Amerika Meradang

Vladimir Putin
Vladimir Putin

Info Militer Terbaru-Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan negaranya akan menambah jumlah senjata nuklir dengan lebih dari 40 peluru kendali antarbenua pada tahun ini mendapat reaksi keras dari NATO dan Amerika. Aliansi Atlantik Utara menyebut pernyataan itu sebagai “penghasutan perang”. Sementara Washington mengatakannya sebagai “langkah mundur”.

Pernyataan petinggi Kremlin tersebut muncul ditengah kejengahan Rusia terhadap laporan rencana AS menambah persebaran militernya di Eropa Timur.

“Pada tahun ini, kekuatan nuklir kami akan bertambah dengan lebih dari 40 peluru kendali balistik antarbenua baru, yang mampu mengatasi sistem pertahanan anti-rudal, bahkan yang paling canggih, ,” kata Putin pada pembukaan pameran perangkat keras militer di luar Moskow.

Amerika Serikat menyuarakan keprihatinannya dan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah mundur, yang mengingatkan kepada peristiwa Perang Dingin.

“Kami sudah bekerja sama sejak tahun 1990-an ke depan sehubungan dengan penghancuran senjata nuklir yang berada di wilayah bekas Uni Soviet. Dan tak seorang pun ingin melihat kita melangkah mundur,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. “Tak seorang pun ingin kembali kepada kondisi semacam Perang Dingin,” katanya.

Sedangkan Pemimpin NATO Jens Stoltenberg mengatakan pernyataan Putin adalah bagian dari pola perilaku berbahaya yang dilakukan oleh Moskow. “Penghasutan perang dengan nuklir oleh Rusia tidaklah tepat, tidak stabil dan itu berbahaya,” kata Stoltenberg.

Putin mengatakan bahwa Rusia hanya mempertahankan jika merasa terancam dan menuduh NATO memulai masalah dengan “datang ke perbatasan [Rusia]”.

Rusia diperkirakan memiliki 7.500 hulu ledak nuklir, menurut Institut Studi Perdamaian Internasional Stockholm, di mana 1.780 di antaranya digunakan pada rudal atau pangkalan militer. Jumlah ini jauh jika dibandingkan dengan Amerika yang memiliki sekitar 7.300 hulu ledak, di mana 2.080 di antaranya digunakan. Lantas kenapa Rusia cuma menambah 40 saja mereka meradang?
READ MORE - Putin Kembali Bikin NATO dan Amerika Meradang