Showing posts with label Nato. Show all posts
Showing posts with label Nato. Show all posts

Friday, 19 June 2015

Dalam Sehari, Typhoon Inggris 3 Kali Intersep Pesawat Rusia

Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon

Info Militer Terbaru-Ketegangan antara Rusia dan NATO kian memanas. Sejumlah pesawat tempur Inggris dalam sehari telah tiga kali mencegat pesawat jet tempur Rusia yang terbang mendekati lokasi latihan perang NATO di Baltik.

Inggris yang bergabung dalam latihan perang NATO  telah menyebarkan sejumlah pesawat tempur di wilayah Estonia. Inggris memperingatkan Rusia, bahwa latihan perang NATO di Baltik “bukan permainan”.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan kepada Sky News, bahawa negaranya juga mengerahkan kapal perang HMS Ocean.”Inggris akan berdiri tegak, bahu membahu dengan anggota sekutu (NATO) lainnya untuk mempertahankan perbatasan Eropa Timur,” kata Fallon, yang dilansir Diplomat Kamis 18 Juni 2015.

Angkatan Laut Inggris telah mengambil bagian dalam latihan pendaratan amfibi di sebuah pantai di Polandia utara. Wilayah itu berjarak kurang dari 100 mil dari Kaliningrad, Rusia.

Dalam latihan perang besar-besaran di Baltik, 17 negara NATO mengerahkan kekuatan militernya, termasuk 5.600 tentara dan 49 kapal. Manuver NATO ini untuk menunjukkan pada Rusia bahwa mereka kompak untuk melindungi Eropa Timur dari ancaman Rusia.

Latihan perang NATO ini telah dikritik keras Rusia, yang dianggap telah menghidupkan kembali “hantu” Perang Dingin. Ketegangan Rusia dan NATO mulai terjadi sejak krisis Ukraina pecah. NATO tidak terima Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 lalu.

“Ini bukan Rusia yang mendekati perbatasan milik seseorang. Ini infrastruktur militer NATO yang mendekati perbatasan Rusia,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. ”Melihat semua ini. Rusia akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kepentingan dan keamanannya sendiri,” lanjut Peskov.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, menuduh Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah pamer kekuatan senjata dengan mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan persediaan rudal nuklir.
READ MORE - Dalam Sehari, Typhoon Inggris 3 Kali Intersep Pesawat Rusia

Thursday, 18 June 2015

Putin Kembali Bikin NATO dan Amerika Meradang

Vladimir Putin
Vladimir Putin

Info Militer Terbaru-Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan negaranya akan menambah jumlah senjata nuklir dengan lebih dari 40 peluru kendali antarbenua pada tahun ini mendapat reaksi keras dari NATO dan Amerika. Aliansi Atlantik Utara menyebut pernyataan itu sebagai “penghasutan perang”. Sementara Washington mengatakannya sebagai “langkah mundur”.

Pernyataan petinggi Kremlin tersebut muncul ditengah kejengahan Rusia terhadap laporan rencana AS menambah persebaran militernya di Eropa Timur.

“Pada tahun ini, kekuatan nuklir kami akan bertambah dengan lebih dari 40 peluru kendali balistik antarbenua baru, yang mampu mengatasi sistem pertahanan anti-rudal, bahkan yang paling canggih, ,” kata Putin pada pembukaan pameran perangkat keras militer di luar Moskow.

Amerika Serikat menyuarakan keprihatinannya dan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah mundur, yang mengingatkan kepada peristiwa Perang Dingin.

“Kami sudah bekerja sama sejak tahun 1990-an ke depan sehubungan dengan penghancuran senjata nuklir yang berada di wilayah bekas Uni Soviet. Dan tak seorang pun ingin melihat kita melangkah mundur,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. “Tak seorang pun ingin kembali kepada kondisi semacam Perang Dingin,” katanya.

Sedangkan Pemimpin NATO Jens Stoltenberg mengatakan pernyataan Putin adalah bagian dari pola perilaku berbahaya yang dilakukan oleh Moskow. “Penghasutan perang dengan nuklir oleh Rusia tidaklah tepat, tidak stabil dan itu berbahaya,” kata Stoltenberg.

Putin mengatakan bahwa Rusia hanya mempertahankan jika merasa terancam dan menuduh NATO memulai masalah dengan “datang ke perbatasan [Rusia]”.

Rusia diperkirakan memiliki 7.500 hulu ledak nuklir, menurut Institut Studi Perdamaian Internasional Stockholm, di mana 1.780 di antaranya digunakan pada rudal atau pangkalan militer. Jumlah ini jauh jika dibandingkan dengan Amerika yang memiliki sekitar 7.300 hulu ledak, di mana 2.080 di antaranya digunakan. Lantas kenapa Rusia cuma menambah 40 saja mereka meradang?
READ MORE - Putin Kembali Bikin NATO dan Amerika Meradang

Friday, 29 May 2015

Pasukan Bergerak di Perbatasan Ukraina


Info Militer Terbaru-Kekuatan militer tanpa identitas lengkap dengan senjata berat dilaporkan berkumpul di sebuah pangkalan sementara di dekat perbatasan dengan Ukraina.

Sebagaimana dilaporkan wartawan Reuters Kamis 28 Mei 2015, pergerakan pasukan itu telah terjadi dalam seminggu terakhir. Pasukan ini dalam penampilannya tidak menggunakan identitas. Sejumlah identitas kendaraan telah dihapus, juga dengan lencana seragam mereka. Namun Reuters memastikan pasukan itu berasal dari Rusia.

Penampilan pasukan mirip dengan beberapa pasukan terlihat di timur Ukraina, yang ditudh oleh Kiev dan sekutu Baratnya sebagai detasemen rahasia Rusia. Pasukan bersiaga di pangkalan Kuzminsky, sekitar 50 km (30 mil) dari perbatasan.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak mau berkomentar tentang penumpukan pasukan di perbatasan Ukraina tersebut. Beberapa tentara mengatakan mereka telah dikirim ke pangkalan untuk melakukan latihan militer sederhana.

Ketika ditanya apakah pergerakan pasukan ini sebagai rencana untuk menyerbu Ukraina, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan “Saya membaca pertanyaan itu sebagai apakah kami mempersiapkan invasi? Tidak pantas bertanya seperti itu,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan sejumlah senjata yang berada di perbatasan termasuk peluncur roket Uragan, tank dan howitzer self-propelled. Semua jenis senjata ini telah telah digunakan dalam konflik di Ukraina timur antara pasukan Kiev dan separatis.

Jumlah perangkat keras militer di pangkalan itu sekitar tiga kali lebih besar dari pada bulan Maret tahun ini, ketika wartawan Reuters juga menemukan di daerah itu. Pada saat itu, hanya beberapa lusin potong peralatan yang terlihat.

Penumpukan militer terus terjadi di sepanjang perbatasan Rusia dengan Eropa Timur menyusul konflik di Ukraina. Moskow dituduh terlibat dalam konflik tersebut yang diawali dengan akuisi Krimea pada 2014 lalu.

Bukan hanya Rusia, Amerika Serikat dan NATO juga menumpuk pasukan dengan peralatan tempur tingkat tinggi. Sejumlah jet tempur canggih dari A-10 Thunderbolt II, F-16 Fighting Falcon hingga F-15 Eagle terus mengadakan latihan bersama di depan pintu rumah Rusia. Hal ini semakin menambah ketegangan di kawasan tersebut. Hubungan Rusia dan Barat serta Amerika Serikat disebut-sebut berada pada titik terdingi pasca usainya Perang Dingin di era 1990-an.


READ MORE - Pasukan Bergerak di Perbatasan Ukraina

Thursday, 21 May 2015

Rusia Bangun 96 Unit Militer di Crimea, NATO Khawatir


Info Militer Terbaru-Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyebutkan, saat ini Crimea telah memiliki hampir seratus unit dan organisasi militer. “Presiden meminta kami membentuk pasukan bersenjata di Semenanjung Crimea, dan instruksi tersebut sudah selesai kami penuhi sejak akhir 2014,” papar Shoigu beberapa waktu lalu. Berdasarkan laporan gabungan yang dimiliki lembaga militer Rusia, saat ini terdapat 96 unit dan organisasi militer yang telah dibentuk di Crimea.

Menurut Shoigu, angkatan bersenjata ini dibuat bukan hanya untuk melindungi kepentingan Rusia di Crimea dan Laut Hitam, tapi juga akan ditugaskan untuk mengawasi zona maritim lepas pantai. “Kami juta sudah menyusun program latihan tempur lengkap untuk Angkatan Udara Crimea,” tambah Shoigu.

Kekhawatiran NATO

Sementara itu, Panglima Tertinggi Eropa untuk Komando Operasi Aliansi NATO  Philip Breedlove mengkhawatirkan langkah Rusia yang berupaya memperkuat kapabilitas pertahanan di Crimea.

Dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, jenderal bintang empat AS itu mengaku NATO telah menyadari perubahan signifikan penempatan senjata di Crimea. Breedlove menyebutkan, sistem antipesawat Rusia telah mendominasi hampir separuh wilayah Laut Hitam dan misil permukaan-ke-permukaan Rusia tersebar di seluruh teritori tersebut. “Sistem antipesawat telah mengubah Crimea menjadi pangkalan militer kuat yang dapat memastikan proyeksi pasukan di wilayah tersebut,” kata Breedlove.

Di sisi lain, Shoigu secara terbuka menyatakan bahwa kejengkelan atas krisis Ukraina dan peningkatan kehadiran militer asing di sekitar perbatasan Rusia telah menggugah Rusia untuk melakukan beberapa perubahan dalam kerangka kerja komando Distrik Militer Selatan, termasuk Crimea. “Karena itu, penempatan pasukan yang tangguh di Crimea menjadi prioritas kami saat ini,” terang Shoigu.
READ MORE - Rusia Bangun 96 Unit Militer di Crimea, NATO Khawatir

Saturday, 16 May 2015

Latihan Perang NATO di Estonia Dipantau Drone Misterius


Info Militer Terbaru-Siil-2015 (Hedgehog-2015), latihan perang terbesar NATO yang pernah digelar di Estonia, dipantau oleh pesawat tak berawak yang tidak diketahui, menurut surat kabar Estonia Eesti Päevaleht dan dikutip Spuntik Jumat 15 Mei 2015.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa unitnya memantau pesawat udara tak berawak setidaknya tiga kali selama latihan.

“Salah satu pesawat tak berawak melayang di atas sebuah kamp, dan semua orang siaga tinggi. Di waktu lain pesawat terbang di atas daerah hutan, di mana salah satu unit kami ditempatkan pada saat itu,” kata pejabat itu.

Dia menambahkan bahwa dia diperintahkan untuk mencoba mengikuti drone guna mencari tempat pendaratan yang mungkin digunakan; dia mengatakan bahwa dia gagal melakukannya karena ia kehilangan jalan.

Sementara itu, Vallo Toomet, juru bicara Pasukan Estonia menolak untuk menjelaskan apakah drone adalah pesawat pengintai dari negara tertentu.

Menurut hukum Estonia, drone diperbolehkan untuk terbang di mana-mana, kecuali daerah terbatas, seperti yang berdekatan dengan bandara. Daerah ini tidak termasuk yang berkaitan dengan unit militer atau latihan.

Mengambil bagian dalam latihan Hedgehog-2015 adalah delapan anggota NATO, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Polandia. Sejumlah peralatan canggih digelar dalam latihan ini antara lain sistem anti-pesawat canggih pesawat, A10 “Warthog” dan tank tempur Abrams.
READ MORE - Latihan Perang NATO di Estonia Dipantau Drone Misterius

Wednesday, 13 May 2015

Typhoon Inggris Cegat 2 Pesawat Mata-mata Rusia


Info Militer Terbaru-Dua pesawat jet tempur Angkatan Udara Inggris (RAF) mencegat dua pesawat mata-mata Rusia. Insiden itu terjadi kemarin siang di atas Teluk Finlandia, yang menandai ketegangan terbaru antara Rusia dan NATO.

Dua jet tempur Typhoon Inggris yang beroperasi sebagai bagian misi NATO di kawasan udara Baltik mencegat dua pesawat matamata Rusia, Ilyushin IL-20 Coot.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa, insiden itu terjadi di wilayah udara internasional di atas Teluk Finlandia yang dekat dengan Estonia. Pencegatan berlangsung pada jam makan siang, Selasa (12/5/2015) kemarin.

NATO telah bersumpah untuk melindungi langit Baltik sejak tahun 2004, ketika Estonia, Latvia dan Lithuania bergabung dengan NATO. “Misi (pencegatan pesawat tempur Rusia) itu sudah berjalan tahun lalu dalam menanggapi agresi Rusia terhadap Ukraina,” bunyi pernyataan NATO, seperti dilansir Mirror, Rabu (13/5/2015).

Pada bulan lalu, pesawat jet tempur RAF bersama dan kapal perang Angkatan Laut Inggris juga dikerahkan untuk menghalau pesawat pembom dan kapal perang Rusia yang mendekati wilayah Inggris.

Saat itu, kepal perang Inggris HMS Argyll dikerahkan untuk memantau kapal perusak dan dua kapal perang Rusia lainnya yang mendekati Selat Inggris. Sedangkan pesawat jet tempur Typhoon juga dikerahkan ke wilayah udara di dekat Skotlandia setelah dua pesawat tempur Rusia muncul mendekati wilayah udara Inggris.

Dalam insiden terbaru ini, Pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan. Namun, Rusia sebelumnya menegaskan manuver pesawat tempur Rusia akan terus berlangsung sepanjang tahun ini. Rusia berdalih, manuver pesawat tempur mereka sah, karena terjadi di wilayah udara internasional.

Sumber: Sindonews
READ MORE - Typhoon Inggris Cegat 2 Pesawat Mata-mata Rusia

Sunday, 10 May 2015

Sebuah Pesan Jelas NATO untuk Moskow

Kapal selam dan kapal permukaan NATO berlatih di Norwegia

Info Militer Terbaru-Di tengah ketegangan tingkat Perang Dingin di Baltik dan tanda-tanda bahwa pemberontak Ukraina  bersiap-siap untuk menyerang lagi, NATO mengirim Putin pesan yang jelas: Jangan berpikir untuk campur tangan di negara-negara NATO di Baltik atau Eropa Timur.

NATO menempatkan serangkaian latihan militer besar yang melibatkan profil tinggi udara, darat, dan pasukan laut di sepanjang perbatasan Rusia di Baltik dan Skandinavia. Mereka mencoba menanggapi apa yang mereka sebut provokasi yang makin mengancam dari Putin.

“Latihan di Estonia, Lithuania dan Norwegia melibatkan lebih dari 21.000 tentara dan peralatan militer terbaik,” laporan Carol J. Williams untuk LA Times Sabtu 9 Mei 2015. “Ditambah dengan pelatihan pasukan Ukraina oleh Amerika dan aktivasi baru-baru dengan 3.000 kekuatan reaksi cepat untuk membela Eropa Timur, mereka muncul untuk mengirim pesan ke Moskow bahwa aliansi siap membela anggota baru di halaman belakang Rusia.”

Operasi Dinamis Mongoose, yang melibatkan 10 negara NATO dan Swedia, ditahan di lepas pantai Norwegia di Laut Utara. Latihan ini fokus pada perang anti-kapal selam.

Sementara itu, Estonia menjadi tempt latihan militer terbesar yang pernah ada dengan kode Operasi Hedgehog. Latihan panjang dua minggu akan melibatkan 13.000 tentara dari seluruh NATO dan militer Estonia dan akan menampilkan campuran pasukan udara dan darat.

Lithuania juga hosting Operation Lightning Strike. Latihan ini akan menampilkan lebih dari 3.000 tentara dan polisi untuk menilai seberapa baik militer dan sipil berkolaborasi dalam situasi berisiko tinggi. Operasi juga akan fokus pada bagaimana berurusan dengan kemungkinan infiltrasi Rusia di Lithuania seperti yang terjadi di Crimea.

Ruang lingkup dan ukuran latihan menggarisbawahi bagaimana NATO cemas menghadapi bahasa Rusia semakin suka berperang.

“Sudah jelas bahwa kita menemukan diri kita dalam berisiko tinggi perang di Polandia. Kita hidup dalam bayang-bayang imperialisme Rusia,” kata Pawel Kowal, seorang anggota parlemen Polandia, mengatakan kepada LA Times. “Ini adalah serangan tiba-tiba terakhir dari kekuasaan kolonial. Dibutuhkan waktu yang lama untuk sebuah kerajaan jatuh.”

Sekarang setiap hari hampir ada pertemuan eye-to-eye di Laut Baltik antara jet NATO dan Rusia. Bersamaan, Moskow telah memulai mendorong militernya di Kutub Utara, Crimea, dan eksklave Baltik Rusia Kaliningrad.

Sebagai tanggapan, NATO meluncurkan latihan ini sementara negara-negara Nordik telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan hubungan pertahanan mereka dalam hal perang.
READ MORE - Sebuah Pesan Jelas NATO untuk Moskow

Thursday, 7 May 2015

F-16 Norwegia Intersep Pesawat Rusia


Info Militer Terbaru-Jet tempur F-16 Norwegia yang dikirim ke perbatasan timur NATO langsung melakukan debut pertama dalam melakukan intersep terhadap sebuah pesawat Rusia, setelah pesawat angkut Antonov An-22 mendekati wilayah udara Lithuania.

Menurut saluran TV2 Norwegia dan dikutip The Local Kamis 7 Mei 2015, pesawat Rusia terbang di wilayah udara internasional tetapi itu tidak memiliki transponder sehingga diputuskan untuk mengawal.

Norwegia pada Kamis minggu lalu mengambil alih misi NATO di negara-negara Baltik untuk empat bulan ke depan.

Italia, negara yang digantikan Norwegia setidaknya harus mengirim jet tempur tidak kurang dari 60 kali dalam empat bulan untuk mencegat pesawat Rusia.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada bulan November memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah penerbangan militer Rusia dekat perbatasan NATO adalah ancaman bagi penerbangan sipil.

“Masalahnya adalah banyak dari para pilot Rusia tidak mengaktifkan transponder mereka, mereka tidak mengajukan rencana penerbangan mereka dan mereka tidak berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara sipil,” keluhnya.

Pada bulan Desember F-16 Norwegia juga nyaris tabrakan dengan MiG Rusia, yang tiba-tiba muncul di sebelah kanannya.

“Kami tidak tahu apakah ini adalah kesalahan pilot Rusia, atau tanda dari perilaku yang lebih agresif oleh Rusia,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Norwegia Brynjar Stordal mengatakan kepada Wall Street Journal.
READ MORE - F-16 Norwegia Intersep Pesawat Rusia

NATO Segera Pasang Sistem Perisai Rudal di Rumania


Info Militer Terbaru-Elemen perisai rudal NATO di Eropa akan segera menempatkan sistem rudal interseptor atau pencegat di sebuah pangkalan militer di Deveselu, Rumania pada akhir 2015.

Menteri Pertahanan Rumania Mircea Dusa mengatakan, keputusan ini diambil setelah dirinya mengikuti pertemuan dengan Laksamana Mark Ferguson, Commander of the Allied Joint Force Command (JFC).

“Kami berdua menekankan perlunya solidaritas aliansi dalam hal keamanan di wilayah tersebut. Saya menunjukkan bahwa Rumania adalah sebuah oase stabilitas,” kata Dusa seperti dikutip media Rumania.

Ia juga menambahkan fasilitas rudal pencegat NATO di Deveselu hanya akan melaksanakan fungsi pertahanan.

Pada akhir Oktober 2013, Rumania dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian bilateral untuk menyebarkan pencegat rudal SM-3 di Pangkalan Udara Deveselu di Rumania selatan.

Langkah ini dipandang di Rusia sebagai ancaman terhadap kemampuan keamanan dan pencegahan nuklir nasional, sementara Amerika Serikat dan NATO mengklaim sistem pertahanan rudal balistik mereka ditujukan untuk mencegat sejumlah kecil rudal yang diluncurkan dari negara-negara seperti Iran dan tidak diarahkan terhadap Moskow.


READ MORE - NATO Segera Pasang Sistem Perisai Rudal di Rumania

Tuesday, 5 May 2015

Amerika-NATO-Rusia Mulai Buka Komunikasi


Info Militer Terbaru-AS tampaknya telah memutuskan untuk menghentikan eskalasi hubungan dengan Rusia. NATO dan Rusia telah melakukan hubungan langsung secara aktif antara angkatan bersenjata mereka untuk bersama-sama mengakses situasi saat ini, Deutsche Wirtschafts Nachrichten melaporkan dan dilansir Sputnik Senin 4 Mei 2015.

Menurut sumber yang dikutip media Jerman itu, setelah keheningan panjang akibat konflik Ukraina, NATO telah memulihkan komunikasi langsung dengan militer Rusia. NATO dan Rusia berencana untuk mempertahankan komunikasi timbal balik, dengan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa serta Ketua Komite Militer NATO mendapatkan izin resmi untuk memiliki kontak langsung dengan rekan-rekan mereka dari Rusia, kata artikel itu, mengutip seorang juru bicara NATO.

Pejabat NATO lain menekankan pada bulan Desember bahwa kontak reguler antara militer berpangkat tinggi dari kedua belah pihak sangat berguna, terutama pada masa konflik dan bisa membantu untuk menghindari kemungkinan “kesalahpahaman” yang berkaitan dengan kegiatan militer.

Aliansi menegaskan bahwa NATO Panglima Tertinggi Sekutu Eropa serta Ketua Komite Militer NATO akan diizinkan untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka dari Rusia, menurut sumber media.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tidak tertarik dalam konfrontasi dengan AS, sebagai negara memiliki banyak area untuk kerjasama dan karenanya harus menjaga hubungan mereka meskipun perbedaan yang ada.
READ MORE - Amerika-NATO-Rusia Mulai Buka Komunikasi

Monday, 4 May 2015

Jika Seluruh Eropa Bergabung, Sudahkah Imbang dengan Rusia?

Typhoon Spanyol dan MiG-29 Polandia melakukan patroli bersama di Baltik
Typhoon Spanyol dan MiG-29 Polandia melakukan patroli bersama di Baltik

Info Militer Terbaru-Pemimpin Eropa baru-baru ini menyerukan untuk dilakukan pembentukan pasukan Eropa,  terutama untuk keuatan angkatan udara. Nantinya kekuatan gabungan ini bisa digunakan untuk seluruh negara di kawasan tersebut. Usulan itu mencuat setelah tumbuh kekhawatiran atas ancaman yang muncul dari Rusia.

Lepas dari pro dan kontra, usulan Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker menarik untuk dibahas. Bahwa alasan jika sendiri-sendiri maka anggaran pertahanan menjadi sangat tidak signifikan untuk membangun kekuatan. Berbeda dengan jika seluruh dan digabung, maka akan terbentuk kekuatan besar untuk membangun kekuatan baru. Belum lagi dengan sumber daya yang ada.

Uni Eropa terdiri dari 28 negara dengan jumlah penduduk sekitar 510 juta penduduk dan luas wilayah 4.422.773 km². Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memiliki sekitar 320 juta orang lebih 9.857.306 km², sementara Rusia memiliki populasi 145 juta lebih dengan luas wilayah 17.098.242 km². Walaupun ada perbedaan populasi dan daratan, Uni Eropa, Rusia, dan Amerika Serikat mewakili tiga blok kekuatan yang mirip dalam hal status dan kebutuhan pertahanan teritorial.

Dalam hal anggaran pertahanan yang dialokasikan untuk angkatan udara, Uni Eropa penyumbang terbesar saat ini Inggris, yang pada tahun 2015 mengalokasikan 16.8 miliar Dollar AS untuk Royal Air Force (menurut data IHS Jane). Masih jauh di bawah Amerika yang menerima 154.1 miliar, sedangkan Angkatan Udara Rusia akan mendapatkan 11.3 miliar yang jika dikonversikan dengan nilai rubel yang melemah mungkin akan sebanding dengan  20 miliar.

Jika Uni Eropa menggabungkan belanja pertahanan, maka diperkirakan akan memiliki anggaran 69.3 miliar untuk belanja pada angkatan udara yang artinya akan lebih besar dibandingkan dengan Rusia meski masih jauh di bawah Amerika. Uni Eropa tidak memiliki komitmen global yang sama dan usaha sebagai mitra transatlantik jadi tidak akan memerlukan tingkat yang sama pengeluaran.

Menurut data IHS Jane Dunia Angkatan Udara negara-negara anggota Uni Eropa memiliki sekitar 1.370 jet tempur. Imbang dengan kekuatan Amerika yang memiliki 1.391 jet dan unggul dibanding Rusia yang memiliki 1.276 pesawat tempur.

Dalam hal jumlah, konsolidasi angkatan udara akan menempatkan Uni Eropa setara dengan baik Rusia dan Amerika Serikat.

Namun, tentu saja angka saja tidaklah cukup. Karena bagaimana spesifikasi pesawat juga harus dipertimbangkan. Sejumlah negara Eropa masih menggunakan jet-jet tua seperti MiG-29 ‘Fulcrum’. Jika kekuatan bergabung maka pesawat yang relatif tua ini harus mengimbangi gerak cepat pesawat tempur modern seperti Eurofighter Typhoon.

Tetapi jika kemudian ada dana besar maka penggantian pesawat tua akan memungkinkan. Karena akan ada sistem prioritas. Sejumlah negara yang bisa dikatakan aman karena memiliki tetangga baik semacam Austria dan Republik Ceko saat ini justru memiliki jet-jet tempur canggih. Di sisi lain sejumlah negara yang berdekatan dengan Eropa justru sebaliknya. Maka sistem prioritas bisa menggeser pesawat canggih di negara damai ke negara yang sedang terancam.

Sebenarnya sadar atau tidak, cetak biru penggabungan kekuatan udara Eropa sudah mulai terbentuk. Belum lama ini Belgia, Luksemburg, dan Belanda sudah menjalin kesepakatan untuk bersama-sama mengawasi udara mereka. Dalam perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 4 Maret, akan menjadikan Angkatan Udara Belanda dan Belgia bergiliran menjaga udara dengan menyediakan dua F-16 dalam status waspada reaksi cepat mulai 2016. Dengan demikian, mereka akan menjadi negara pertama di dunia untuk masuk perjanjian timbal balik tersebut dan, tergantung pada hasil, mungkin juga membuka jalan bagi inisiatif Uni Eropa-lebar serupa di masa mendatang.

Untuk membentuk kekuatan seperti itu tentu banyak hal yang harus dilalui. Paling tidak ini akan menjadi prioritas nasional dan tanggung jawab negara Uni Eropa. Jika ada menjadi reccurrence dari krisis 1982 Falklands antara Inggris dan Argentina, misalnya, diragukan bahwa salah satu lainnya 27 negara anggota lain akan didera keraguan. Karena bagaimanapun mereka juga terlibat hubungan dengan Argenita.

Di satu sisi juga ada banyak perselisihan antar-Uni Eropa sendiri dalam hal teritorial, seperti antara Spanyol dan Inggris atas Gibraltar. Isu-isu tersebut dipastikan akan mengganjal rencana koalisi besar tersebut.

Sumber: IHS Jane
READ MORE - Jika Seluruh Eropa Bergabung, Sudahkah Imbang dengan Rusia?

Pesawat Serang A-10 Thunderbolt Tiba Di Estonia

A-10 Thunderbolt

A-10 Thunderbolt

Setidaknya empat pesawat A-10 Thunderbolt milik angkatan udara AS dari skuadron tempur Expeditionary, tiba di pangkalan udara Amari, Estonia pada 30 April.

Pesawat ini termasuk dalam paket pertama kemanan udara yang disebarkan oleh Amerika ke benua Eropa selama 6 bulan sebagai langkah nyata angkatan udara AS di Eropa dalam mendukung Operasi Keamanan di Atlantic serta untuk menjamin keamanan negara-negara sekutu Amerika di Eropa.

Pesawat serang Warthog ini akan terus bergerak melintasi wilayah timur Eropa. Pertama, 12 A-10 dari 355th Fighter Wing, Davis-Monthan AFB, Arizona disebar ke pangkalan udara Spangdahlem di Jerman, kemudian beberapa pesawat ditempatkan di Inggris, beberapa di Polandia, dan sebagian di Romania.

Langkah ini sekaligus sebagai pertanda bahwa wilayah Baltic menjadi sangat penting untuk menahan perkembangan militer Russia, sekarang A-10 Thuderbolt telah tiba di Estonia, salah satu negara Baltic yang wilayah udaranya digunakan NATO untuk misi penjagaan wilayah udara Baltic dan sekitar 14 pesawat F-16 dari pangkalan udara Aviano bersiaga sampai pertengahan April.
READ MORE - Pesawat Serang A-10 Thunderbolt Tiba Di Estonia

Friday, 1 May 2015

NATO Dukung AS Beri Senjata Mematikan ke Ukraina

Komandan Tertinggi NATO Jenderal Philip Breedlove
Komandan Tertinggi NATO Jenderal Philip Breedlove

Info Militer Terbaru-Menyediakan senjata ofensif harus menjadi ­­­ pendekatan AS dalam membangun perdamaian dalam konflik di Ukraina, kata Komandan Tertinggi NATO Jenderal Philip Breedlove, Kamis 30 April 2015.

“Saya mendukung pertimbangan menggunakan senjata ofensif untuk mengubah perhitungan keputusan di darat [di Ukraina timur] dan untuk membawa lawan kami ke meja perundingan guna mencari solusi, solusi akhir,” kata Breedlove Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Breedlove melanjutkan dengan menuduh Rusia menggunakan setiap alat untuk keuntungan besar mereka, termasuk alat militer.

NATO telah meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur dekat perbatasan Rusia. Hal ini menjadikan hubungan dengan Rusia kian tegang. Amerika Serikat dan sekutunya telah menuduh Rusia ikut campur dalam urusan Ukraina. Moskow telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, dan mengungkapkan keprihatinan atas penumpukan pasukan NATO di depan pintu rumahnya.
READ MORE - NATO Dukung AS Beri Senjata Mematikan ke Ukraina

Monday, 27 April 2015

Angkatan Darat Jerman Takkan Mampu Melawan Tank Rusia

Jerman tidak memiliki amunisi yang efektif dan tidak akan mampu menahan tank Rusia dalam kasus konflik militer, surat kabar Jerman “Die Welt” menulis. Terlepas dari kenyataan bahwa Jerman memiliki Leopard 2, salah satu tank tempur terbaik di dunia, angkatan bersenjatanya kekurangan amunisi kuat dan tidak memiliki peluang melawan tank Rusia, menurut surat kabar itu yang dikutip Spuntik Minggu 26 April 2015.

Jerman berbasis pada amunisi wolfram yang tidak menghasilkan energi kinetik cukup untuk melawan tank T-90 dan T-80 Rusia yang modern dan berteknologi maju.

Ada perlombaan konstan antara negara-negara untuk mengembangkan kemampuan militer industri mereka dan meningkatkan senjata mereka serta perlindungan mereka, kata artikel tersebut. Jenis persenjataan baru terus mengisi pasar, sementara Jerman tertinggal di belakang.

Rusia telah memodernisasi tank dengan cepat. Misalnya, tank T-90 diperkenalkan pada tahun 1990an telah dimodernisasi beberapa kali, dan pada 2017-2020 Rusia berencana untuk memperkenalkan model baru yang disebut Armata yang jelas akan semakin menyulitkan Jerman.
READ MORE - Angkatan Darat Jerman Takkan Mampu Melawan Tank Rusia

NATO: Kami Siap Berdialog dengan Rusia, Dengan Syarat…

Aliansi Atlantik Utara (NATO) menyatakan siap berdialog dengan Rusia. Tetapi satu hal yang mereka tekankan bahwa mereka tak akan mau mengompromikan prinsip-prinsip mereka.

Seperti dikutip Interfax, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebutkan bahwa berdasarkan pengalamannya selama ini ia merasa ada kemungkinan Rusia dan NATO dapat berinteraksi dan mencapai kesepahaman, namun pihak sekutu harus percaya diri dan cukup kuat untuk mencegah Rusia mengubah prinsip-prinsip mereka.

Syarat lain untuk bekerja sama dengan Rusia, tambah Stoltenberg, adalah kepercayaan terhadap satu sama lain.

Menurut Stoltenberg, kerja sama Rusia-NATO tak dipengaruhi oleh pertumbuhan potensi militer NATO, misalnya, di Eropa Timur.

“Kerja sama NATO dan Rusia tak berkaitan dengan peningkatan potensi pertahanan sekutu. Rusia adalah ‘tetangga besar’ kami, dan kami perlu berdialog dengan mereka. Namun sekutu tak akan mengompromikan prinsip-prinsip yang dipegang teguh terkait keamanan, integritas perbatasan dan kedaulatan negara,” kata Stoltenberg seperti dikutip Interfax.

Sang sekjen juga kembali menegaskan bahwa perluasan wilayah NATO tak dipengaruhi oleh opini Rusia, karena keputusan semacam itu merupakan kewenangan eksklusif negara anggota aliansi. Ia menjelaskan, keputusan terkait salah satu negara kandidat anggota NATO, Montenegro, kemungkinan akan ditetapkan pada akhir tahun ini.

Stoltenberg menolak menjawab pertanyaan terkait kemungkinan bergabungnya Rusia ke dalam NATO dalam 20 tahun ke depan. “Saya sudah cukup lama berada di dunia politik untuk tahu bahwa saya tak boleh berspekulasi terkait isu yang masih berupa hipotesis,” katanya Kamis 23 April 2015.


READ MORE - NATO: Kami Siap Berdialog dengan Rusia, Dengan Syarat…

Tuesday, 21 April 2015

Moskow: NATO Bukan Musuh, tapi Ancaman

Pesawat F-15C
Pesawat F-15C

Rusia tak melihat NATO sebagai musuh, namun merasa khawatir akan kehadiran mereka, demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov pada stasiun televisi Rossiya-24, Jumat 17 April 2015.

“Kami tak menganggap mereka musuh, tapi kami bisa melihat ancaman yang datang dari NATO,” kata Antonov. “Tentu kami selalu memperhatikan semua gerak-gerik NATO. Kami memikul tanggung jawab atas perkembangan di perbatasan Rusia.”

Rusia terus mengobservasi kegiatan NATO di negara-negara bekas Soviet. Antonov menambahkan bahwa sekutu militer tersebut menggunakan beragam cara untuk “mengoyak negara-negara yang pernah berada di satu kapal yang sama seabad lalu.”
READ MORE - Moskow: NATO Bukan Musuh, tapi Ancaman