Showing posts with label Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Alutsista. Show all posts

Friday, 13 November 2015

Stasiun TV Ungkap Persenjataan Nuklir Rahasia Rusia

Rekaman itu disiarkan pada Selasa (10/11/2015) dan kemudian dihapus oleh stasiun televisi itu

Status-6, proyek high-speed drone submarine bertenaga nuklir

Info Militer Terbaru - Kremlin, Rabu (11/11/2015), mengakui bahwa sebuah stasiun televisi Rusia tanpa sengaja mengungkap rencana rahasia terkait pengembangan sebuah sistem peluru kendali nuklir.

Dua stasiun televisi pemerintah, NTV dan Channel One, memperlihatkan seorang perwira militer tengah membaca sebuah dokumen rahasia.

Dokumen itu berisi foto, gambar, dan rincian sebuah sistem persenjataan yang diberi nama Status-6 yang dirancang oleh Rubin, perusahaan produsen kapal selam yang berbasis di St Petersburg.

"Peluru-peluru kendali nuklir yang ditembakkan kapal selam akan menciptakan sebuah zona kontaminasi nuklir ekstensif yang membuat semua kegiatan militer dan ekonomi di daerah itu terganggu untuk waktu lama," demkian isi dokumen yang terpampang jelas selama beberapa detik. Dokumen rahasia itu terekam kamera televisi dalam sebuah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan para perwira militer di kota Sochi di tepi Laut Hitam, Senin lalu.

Rekaman itu disiarkan pada Selasa (10/11/2015) dan kemudian dihapus oleh stasiun televisi itu. Namun, sejumlah situs berita masih memuat foto dan berita tentang hal tersebut.

"Benar, sejumlah data rahasia terekam kamera dan disiarkan secara luas sehingga rekaman itu harus dihapus," ujar juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov.

"Pada masa depan kami akan melakukan langkah-langkah preventif agar hal semacam ini tak terjadi lagi," tambah Peskov.

Sejauh ini tidak diperoleh penjelasan bagaimana gambar berisi dokumen rahasia seperti itu bisa lolos dari proses penyuntingan di dua stasiun televisi yang dikendalikan pemerintah itu.
READ MORE - Stasiun TV Ungkap Persenjataan Nuklir Rahasia Rusia

Amankan Perbatasan, 4 Senjata Penangkis Serangan Udara Disiagakan

Senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II yang disiagakan di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (11/11/2015) [KOMPAS.com/ YOHANES KURNIA IRAWAN]

Info Militer Terbaru - TNI Angkatan Udara menambah kekuatan 4 unit senjata penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield Mark II untuk memperkuat alutsista Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak.

Komandan Detasemen Hanud 473 Paskhas Mayor Pas Anang Baskoro mengatakan, senjata buatan Swiss tahun 2014 tersebut diklaim sebagai yang tercanggih di dunia dan dimiliki Indonesia saat ini.

Bahkan Indonesia juga disebut sebagai pembeli pertama senjata tersebut yang dibeli langsung dari pabrik Rheinmetall Air Defance Swiss.

"Oerlikon Skyshield MK2 yang didatangkan di Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak, sebanyak 2 satuan tembak. Setiap satu satuan tembak terdiri dua meriam kaliber 35 mm, satu sensor unit atau radar mobile dan satu Camend Pos yang berfungsi pengedali tembakan dan satu pembantu radar secara visual," kata Anang.

Senjata penangkis udara ini dapat bekerja efektif sejauh empat kilomoter, dan mampu menghancurkan sasaran udara berupa pesawat apapun, menghancurkan rudal, roket dan mortir yang datang menyerang.

"Di dalam prinsip kerjanya, senjata ini yang mampu mendeteksi benda apapun yang berada di angkasa untuk menyerang obyek sasaran yang dilindungi sejauh 30 kilometer. Ketika obyek sasaran yang telah di-lock, meriam akan ditembakkan akan terus mengikuti sasaran hingga sasaran hancur," katanya.

Detasmen Hanud 473 Paskhas Pontianak bertugas untuk menjaga pangkalan TNI AU, mengingat adanya keberadaan skadron tempur di Lanud Supadio.

Selain itu, juga bertugas untuk melindungi obyek vital selain pangkalan militer atas kebijakan dari Panglima Komanda Pertahanan Nasional.

Senjata penangkis serangan udara, dengan jarak efektif 4 km. Dilengkapi dengan sensor unit dan mampu mengunci target 20 unit sekaligus dengan 1.050 meter/detik.

Dalam 1 menit, Oerlikon Shield bisa menembakkan 1000 butir peluru, dan setiap butirnya akan pecah menjadi 152 butir peluru lagi.

Komandan Lanud Supadio, Marsma Tatang Harlyansyah mengatakan, salah satu alasan pertimbangan dipilihnya Kalbar sebagai lokasi diperkuat oleh Oerlikon Skyshield karena merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.

"Selain itu, Lanud Supadio memiliki skadron tempur taktis Hawk 100/20, dan skadron pesawat tanpa awak. Ke depan juga barangkali akan kembali ada penambahan skadron udara lagi, karena rencananya Supadio kelak akan menjadi pangkalan induk sehingga dipandang perlu adanya alutsisa seperti Oerlikon Skyshield untu melindungi pangkalan milter dari serangan udara," ujar Tatang.
READ MORE - Amankan Perbatasan, 4 Senjata Penangkis Serangan Udara Disiagakan

Pemerintah Berencana Tambah Anggaran TNI

Pemerintah tetap bertekad mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh 


KCR 60M PAL produksi PT PAL Indonesia

Info Militer Terbaru - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus memperbesar anggaran sektor pertahanan. Pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai persiapan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang besar.

Luhut memaparkan, dalam jangka pendek pemerintah menargetkan anggaran pertahanan meningkat 0,8 hingga satu persen setiap tahun.

"Ini (peningkatan anggaran) bagus untuk ke depan. Kalau Indonesia berkembang menjadi satu dari tujuh kekuatan ekonomi dunia, pada saat yang sama kita sudah mempunyai TNI yang bagus," ucapnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/11).

Meski alokasi anggaran pertahanan meningkat, Luhut berkata, pemerintah tetap bertekad mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang tangguh. Menurutnya, jika industri dalam negeri sudah mampu menyediakan pelbagai peralatan militer bagi TNI, Indonesia tidak akan lagi bergantung pada industri asing.

Pada tahun 2015, dana pertahanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencapai Rp 102 triliun. Sementara itu, sebelum rancangan APBN 2016 disetujui DPR, alokasi dana pertahanan turun menjadi Rp 96,7 triliun.

Di sisi lain, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Beleid itu mengamanatkan pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan menjadi kuat, mandiri dan berdaya saing.

Industri pertahanan yang dimaksud undang-undang itu mencakup industri alat utama, komponen utama dan penunjang, perbekalan hingga industri bahan baku.

Untuk mewujudkan cita-cita industri pertahanan dalam negeri yang mandiri, beleid itu mengharuskan pemerintah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Dalam nomenklaturnya, komite itu diketuai oleh presiden. Sementara itu, Menteri Pertahanan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara masing-masing berfungsi sebagai ketua dan wakil ketua harian KKIP.

TNI diperbolehkan membeli persenjataan dari luar negeri, namun dengan tujuh syarat, antara lain industri dalam negeri tidak mampu memproduksi peralatan senjata itu, adanya alih teknologi, serta adanya imbal dagang dan kandungan lokal paling rendah 85 persen. (utd)
READ MORE - Pemerintah Berencana Tambah Anggaran TNI

Thursday, 12 November 2015

Kenapa Lanud Supadio Diperkuat Senjata Canggih?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfU8WXIGvy7Zj5vbxJK5Wmv5TctCvIB_zSDdDSP9jJlWgqHApDP4fokjcI6nzQXPonV8IFR_LJKKTzZHzDYUXJ-3HzK60z6tWTj7S_YyFWgZkccKBn2sWRx7jIcLSjUqKDvD7S1d0eYM/s400/senjata-penangkis-paskhas_20151110_221126.jpg

Lanud Supadio kemungkinan akan ada penambahan skadron udara lagi sehingga akan menjadi pangkalan induk (TribunNews) ☆

Info Militer Terbaru - Komandan Detasemen Hanud 473 Paskhas Pontianak, Mayor Pas Anang Baskoro mengatakan senjata penangkis serangan udara (PSU) Oerlikon Skyshield baru memperkuat tiga pangkalan udara di Indonesia.

Ketiganya adalah Detasemen Hanud 471 Paskhas yang berkedudukan di Halim Perdana Kusuma, Detasemen Hanud 472 Paskhas di Makassar dan Detasemen Hanud 473 Paskhas yang berada di Pontianak.

"Alutsista ini sudah lama berada di jakarta, karena terdapat beberapa agenda diantarnya adalah peringatan HUT TNI beberapa waktu lalu di Cilegon dan kelengkapan adiminsitrasinya sehingga proses pengirimanya ke Pontianak ditunda dan baru sekarang bisa dikirim," katanya, Selasa (10/11/2015).

Sekitar pukul 10.40 WIB, senjata canggih buatan swiss tersebut tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Menurutnya alasan kenapa pertimbangan dipilihnya Kalbar sebagai lokasi diperkuat oleh Oerlikon Skyshield karena wilayah Kalbar merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.

"Selain itu, Lanud Supadio memiliki skadron tempur taktis Hawk 100/20, dan skadron pesawat tanpa awak, ke depan juga barangkali akan kembali ada penambahan skadron udara lagi, ditambah lagi adanya peralihan Lanud dari tipe B menjadi tipe A dan kelak akan menjadi pangkalan induk maka dipandang perlu adanya alutsisa seperti Oerlikon Skyshield untu melindungi pangkalan milter dari serangan udara," katanya.

Anang menambahkan, jika sewaktu-waktu terjadi pelanggaran wilayah udara oleh pihak tertentu akan dilakukan tempur sergap. Paskhas merupakan pertahanan terakhir yang akan melindungi pangkalan dari serangan.

"Jika semuanya sistem keamanan mampu ditembus dan jelas ingin menyerang, kami adalah pertahanan udara terakhir yang melindungi pangkalan militer berserta alutsistanya," ujarnya.
READ MORE - Kenapa Lanud Supadio Diperkuat Senjata Canggih?

Wednesday, 11 November 2015

Kajian sistem datalink nasional dirumuskan

Universitas Pertahanan menjalin kerja sama keilmuan dengan pabrikan sistem pertahanan Swedia, Saab

SAAB Swedia menawarkan kepada TNI AL pendidikan beasiswa yang akan berfokus pada Triple Helix ☆

Info Militer Terbaru - Interoperabilitas datalink dari sistem antar matra TNI, sistem kesenjataan, dan bahkan pabrikan persenjataan dan penginderaan serta radar di tubuh TNI diakui masih menjadi hal yang belum paripurna dientaskan.

"Sebagai institusi keilmuan, kami mencoba memberi masukan kepada TNI dan Kementerian Pertahanan dengan basis implementasi dari konsep Triple Helix sebagaimana yang kami saksikan dalam kunjungan kerja kami ke Swedia beberapa bulan lalu," kata Wakil Rektor Universitas Pertahanan, Marsekal Muda TNI Suparman, di Sentul, Jawa Barat, Selasa.

Universitas Pertahanan menjalin kerja sama keilmuan dengan pabrikan sistem pertahanan Swedia, Saab, yang berkantor pusat di Stockholm.

Kerja sama itu meliputi pengembangan dan inovasi sistem, beasiswa, dan lain-lain, yang nota kesepahamannya telah ditandatangani di Stockholm, tahun lalu.

Tahun depan, Universitas Pertahanan akan mendirikan Program Studi Teknologi dan Industri Pertahanan. Kepaduan antara pemerintah, institusi pendidikan tinggi dan riset, serta industri dalam berbagai aspek masih jadi masalah di Indonesia.

Sementara di Swedia, hal ini telah lama selesai, dan kondang dikenal dengan nama konsep Triple Helix, yang menjadi DNA kemajuan industri, ekonomi, dan inovasi negara di Semenanjung Skandinavia itu.

Bukan cuma institusi dan perusahaan pemerintahan Kerajaan Swedia yang dilibatkan dalam penerapan Triple Helix itu, karena banyak swasta besar dan kecil bersama-sama bekerja sesuai keperluan nasional mereka.

Contoh interoperabilitas sistem datalink pada aspek militer itu diberi Suparman. Menurut Suparman yang bergelut di bidang radar dan penginderaan semasa dinas aktif di lingkungan TNI AU, pengintegrasian sistem radar TNI AU pernah menghadapi masalah.

Indonesia pada masa lalu mengoperasikan radar di satuan-satuan radar TNI AU buatan blok Timur, lalu membeli sistem dari Inggris (Plessey Company plc), dan belakangan Prancis (Thomson CSF).

"Waktu kami mengadakan radar-radar baru, mengintegrasikan data dari sistem-sistem dan pabrikan berbeda ini masalah besar. Sampai kami harus memberi mereka peringatan kepada mereka (pabrikan) agar ini bisa dientaskan lebih dulu," kata Suparman.

Bahkan, dalam latihan gabungan di tingkat TNI, pernah dilakukan latihan gabungan pendahuluan khusus dari sistem senjata dan data ketiga matra TNI untuk mengupas dan memuluskan interoperabilitas sistem-sistem ini.

Setelah latihan pendahuluan interoperabilitas ini selesai dan dievaluasi bersama barulah latihan gabungan TNI digelar.

Dari fakta ini, kata dia, interoperabilitas sistem data menjadi hal yang mendesak untuk diwujudkan sesuai keperluan pertahanan Indonesia. 
READ MORE - Kajian sistem datalink nasional dirumuskan

Menhan akan Ajukan Tambahan Alutsista

Ada yang perlu ditambah, yang sudah ketinggalan akan kita perbarui


Anoa produksi Pindad akan digunakan oleh Korpaskhas [paskhas] ☆

Info Militer Terbaru - Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menyatakan akan mengajukan penambahan alat utama persenjataan (alutsista). Penambahan itu untuk menunjang sistem pertahanan negara.

"Ada yang perlu ditambah, yang sudah ketinggalan akan kita perbarui, segera, ya tahun depan," kata Ryamizard saat berkunjung ke Lanud Sulaiman di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Senin (9/11) kemarin.

Saat ini diperlukan penambahan anggaran untuk alutsista di TNI AD, AU dan AL. Tetapi semua itu menurut Ryamizard, tergantung dalam pembahasan anggaran nanti dengan DPR.

Sebenarnya, ia menuturkan, anggaran untuk alutsista sudah ada. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar. "Karena pasukan-pasukan kita di pasukan khusus, seperti di Kopassus, Marinir, dan di Korpaskhas ini dananya tidak besar," ujar dia.

Untuk keberadaan alutsista di Korpaskhas TNI AU ini, menurut dia sudah ideal. Namun, perlu ada pembahasan lagi terkait jumlahnya. Sedangkan untuk alutsista pesawat tempur yang bisa digunakan di atas 30 tahun itu tergantung dari perawatan.

Namun, kalau sudah tidak layak, tidak bisa untuk diterbangkan. Kata dia, jika jam terbang banyak dan perawatannya bagus, maka alutsista tersebut pun masih bisa digunakan. Terlebih, ia mengakui, sebetulnya jam terbang pasukan khusus negara ini memang tergolong banyak.

"Jam terbang kita ini masih banyak," kata dia. "Itu tergantung dari perawatan. Di negara lain, seperti Singapura, alutsista yang lama pun masih dipakai karena perawatannya juga bagus.
READ MORE - Menhan akan Ajukan Tambahan Alutsista

Tuesday, 15 September 2015

TNI Berupaya Datangkan 12 Kapal Selam Kelas Kilo

Jakarta –Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, diperlukan keunggulan kekuatan pertahanan di laut dan udara. Salah satu langkah yang diambil TNI untuk mengembangkan kekuataan laut adalah dengan rencana mendatangkan kapal selam kelas kilo.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, jika TNI AL memiliki kapal selam kelas kilo tentu akan menghadirkan detterence effects yang luar biasa. Tidak hanya itu, kapal selam kelas kilo itu merupakan salah satu impian dari TNI AL. “Itu mimpi TNI AL. Semoga pemerintah dan DPR bisa mewujudkan mimpi itu. Efek detterence-nya pasti ada” kata Jenderal Gatot, Jumat (11/9).

TNI berniat mendatangkan 12 kapal selam kelas kilo. Hal ini lantaran melihat kondisi luasnya wilayah perairan Indonesia. Salah satu alasan utama dari penambahan dan keberadaan kapal selam kelas kilo di armada TNI AL adalah agar bisa menimbulkan detterence effect (efek gentar) dari Indonesia di antara negara-negara di kawasan.

“Hitungan-hitungan idealnya 12 kapal selam dan yang diharapkan panglima TNI itu kelas kilo. Karena itu, memiliki kemampuan yang lebih dalam untuk mengover wilayah kita yang luas. Selain itu, memiliki faktor deteren yang cukup besar,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Endang Sodik.


Kapal selam kelas kilo memang menjadi salah satu primadona dalam kekuatan pertahanan laut di dunia. Kapal selam ini dikenal memiliki teknologi yang cukup canggih, yaitu mampu beroperasi dengan tenang dan tidak memiliki suara yang gaduh.

Bahkan, kapal selam kelas kilo disebut-sebut sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia. Hal ini sangat efektif mengingat fungsinya sebagai antikapal permukaan dan antikapal selam.

Kendati begitu, Endang menjelaskan, pengadaan dan pembelian 12 kapal selam kelas kilo itu akan bergantung sepenuhnya kepada kemampuan anggaran pemerintah. Rencana pembelian kapal selam kelas kilo ini juga telah dimasukkan dalam salah satu evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Minimum Essential Force (MEF) tahap dua pada 2015-2019.

Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zainudin mengungkapkan, kapal selam kelas kilo memiliki kemampuan dan perlengkapan senjata yang lebih baik dibanding dengan kelas Changbogo. `’Kalau kelas kilo punya perlengkapan senjata yang bagus, punya kekuatan yang bagus, punya kemampuan yang lebih baik. Ini adalah kapal selam kelas siluman, menyelam tidak terdeteksi. Makanya, kalau kita punya (kapal selam kelas kilo), kita bakal disegani di kawasan karena efek detterence-nya itu,” kata Zainudin.

Reporter: Irfa Reja Widodo
Editor: Muhammad Hafil
Republika.co.id
READ MORE - TNI Berupaya Datangkan 12 Kapal Selam Kelas Kilo

Saturday, 29 August 2015

Pentagon Mulai Bangun Drone Berbasis Pesawat Induk


Info Militer Terbaru - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pentagon ingin merancang sebuah armada drone yang bisa diluncurkan dari pesawat yang lebih besar sebelum kemudian mengeroyok pesawat musuh dan kembali ke pesawat induk mereka setelah misi.

Defense Advanced Research Initiatives Organization (DARPA) menjuluki teknologi ini sebagai “Gremlins,”  yang diharapkan akan lebih murah daripada drone standar dan mampu melakukan 20 penerbangan.

DARPA membayangkan Gremlins sebagai jalan tengah antara senjata rudal yang hanya bisa digunakan sekali serta drone standar yang mahal, kompleks tetapi tahan lama.

Untuk memulai Gremlins ini, militer ingin mengubah pesawat kargo besar C-130 menjadi kapal induk darurat.

DARPA juga telah mengeluarkan undangan untuk industri kedirgantaraan untuk ikut dalam application ini.
READ MORE - Pentagon Mulai Bangun Drone Berbasis Pesawat Induk

Alert, Australia Segera Dapat 4 Poseidon


Info Militer Terbaru - Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Australia, Indonesia wajib mewaspadai hal ini. Boeing telah mendapatkan kontrak senilai US$1.five miliar untuk pengadaan 13 pesawat Poseidon yang merupakan pengintai maritime paling canggih saat ini. Dari jumlah itu sembilan akan diperuntukan bagi Angkatan Laut Amerika dan empat untuk Royal Australian Air pressure (RAAF).

Pesawat Poseidon memiliki kemampuan peperangan anti-kapal selam, anti-permukaan dan intelijen, pengawasan dan pengintaian.

Produksi pesawat pertama untuk RAAF akan dimulai akhir tahun ini dengan pengiriman dijadwalkan untuk 2016. Dalam siaran persnya Sabtu 29 Agustus 2015, Boeing juga mengatakan akan memberikan Australia dengan sistem pelatihan lengkap untuk pesawat.
READ MORE - Alert, Australia Segera Dapat 4 Poseidon

Wednesday, 5 August 2015

Pasukan Khusus AS Terima AC-130J Ghostrider Tempur Pertama


Info Militer Terbaru - Komando Operasi Khusus Angkatan Udara atau Air Force Special Operations Comman (AFSOC) AS telah menerima Lockheed Martin AC-130J Ghostrider tempur pertama menjelang pengujian operasional yang akan dimulai akhir tahun ini.

Pesawat tiba di Lapangan Hurlburt di Florida minggu lalu dan sekarang ditugaskan untuk detasemen kedua 1 Special Operations Group untuk uji coba penerbangan.

Ghostrider kedua tengah dalam produksi  dan tidak memiliki meriam 105mm seperti tiga AC-130J yang dipakai sebelumnya.

Pesawat ini akan membawa meriam menengah kaliber 30mm dan paket serangan presisi  yang terdiri dari amunisi dipandu seperti Boeing Small Diameter Bomb dan Raytheon Griffin. Pesawat ini akhirnya akan mempekerjakan rudal Hellfire.

AC-130J berasal dari MC-130J Commando II Jenis transportasi tanker yang dirancang untuk menggantikan 37 AC-130 Spectre, Spooky dan Stinger II tempur dengan sejumlah sepadan pesawat dalam konfigurasi tunggal.

Model J menggunakan mesin Rolls-Royce AE 2100 turboprop yang lebih kuat tetapi lebih hemat bahan bakar dibandingkan dengan Allison T56s pada model lama, memungkinkan operator pasukan khusus untuk “terbang lebih tinggi, lebih jauh dan lebih tenang,” menurut salah satu pejabat yang dikutip dalam pernyataan pers AFSOC.

Letkol Brett DeAngelis, komandan kelompok , mengatakan pesawat akan diuji dengan dimasukkan dalam lingkungan tempur simulasi untuk menemukan masalah apapun selama pengujian perkembangan di Eglin AFB.

“Sekarang kita tahu peralatan bekerja ketika kita hidupkan, itu tugas kita untuk menentukan cara terbaik untuk menggunakan aset terbaru kami,” katanya.

Program Ghostrider bertujuan untuk mencapai kemampuan operasional awal tahun 2018 dan pensiun pesawat lama terakhir di 2022, menurut AFSOC. Pesawat ketiga   dengan meriam 105mm, diharapkan akan siap pada tahun 2016.

Prototipe pertama dilaporkan masih didasarkan pada Eglin AFB setelah kecelakaan pada bulan April. Ini pertama kali terbang pada Januari 2014.
READ MORE - Pasukan Khusus AS Terima AC-130J Ghostrider Tempur Pertama

Friday, 10 July 2015

Prancis Tawarkan Mistral Rusia ke Kanada


Info Militer Terbaru-Buletin Intelligence Online Prancis Kamis 9 Juli 2015 melaporkan bahwa pembuat kapal DCNS telah mengaktifkan lobi ke Kanada untuk menjual kapal kelas Mistral pesanan Rusia yang tidak dikirim.

Pada tahun 2011, Perancis dan Rusia menandatangani kesepakatan $ 1,5 milyar untuk Paris untuk membangun dua kelas Mistral kapal serbu amfibi untuk Rusia. Kapal-kapal telah dibangun dan yang pertama dijadwalkan akan diserahkan November lalu, tapi Prancis menarik diri dari perjanjian pada menit terakhir atas peran Rusia dalam krisis Ukraina.

Penjualan kapal mistral ke pihak ketiga bukan menjadi hal yang mudah karena sebagian teknologi yang ditanam di kapal tersebut adalah milik Rusia. Sehingga penjualan hanya bisa dilakukan dengan izin Moskow. Sementara beberapa waktu lalu Rusia menyatakan tidak akan pernah memberi izin penjualan. Saat ini pembicaraan kedua pihak tentang kompensasi pembatalan pengiriman belum menemui titik temu.
READ MORE - Prancis Tawarkan Mistral Rusia ke Kanada

Wednesday, 8 July 2015

Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules


Info Militer Terbaru-Angkatan Udara Indonesia berencana mengganti pesawat angkut berat Hercules C-130 yang sudah tua. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan pihaknya telah melakukan kajian mengenai calon pengganti Hercules itu sudah dikirim ke Kementerian Pertahanan.

“Sudah kami kirim jauh-jauh hari sebelum kecelakaan Hercules A-1310 di Medan pekan lalu,” kata Agus.

Dalam kajian yang dikirim ke Kementerian Pertahanan, TNI AU mengincar dua jenis pesawat angkut kelas berat, yakni Airbus A400M Atlas dan Antonov An-70. Soal harga masing-masing merupakan ranah Kementerian Pertahanan.

A400 merupakan pesawat angkut berat buatan Airbus. Pesawat ini telah dibeli beberapa negara antara lain Spanyol, Inggris, Turki, dan Malaysia. Namun pada Mei lalu pesawat ini mengalami masalah setelah salah satu pesawat yang tengah diuji jatuh dan terbakar di Sevilla Spanyol. Pesawat ini juga didera dengan berbagai persoalan teknis termasuk keterlambatan pengiriman dan mundurnya pencapaian kemampuan operasional pesawat.

Sementara An-70 adalah pesawatadalah pesawat empat mesin yang dikembangkan Ukraina dan Rusia. Dengan kargo berukuran 22,4 m panjang, 4,80 m lebar, dan 4,40 m. Pesawat ini, dikombinasikan dengan kemampuan daya rentang 6. 598 km (dengan 20.000 kg payload) dan muatan maksimum 47.000 kg, menempatkan An-70 dalam kategori yang sama dengan A400M Atlas dari Airbus.

Tetapi pesawat ini juga mengalami masalah dalam pengembangan karena konflik Ukraina- Rusia yang menyebabkan Moskow kemudian menarik diri dari program tersebut. Dengan program yang dipimpin oleh Ukraina tetapi sebagian besar dibiayai oleh Rusia. Proyek jadi kacau balau karena konflik di negara tersebut. Terlebih melibatkan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menghapus Antonov An-70 pesawat angkut militer, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan Ukraina, dari program persenjataan nasional, kata surat kabar Izvestia sebagaimana dikutip Ria Novosti Senin 2 Maret 2015 lalu.

Sedangkan Ukraina pada Januari 2015 menyetujui produksi pesawat ini dan akan memperkenalkan ke layanan angkatan bersenjatanya. Serial produksi sekarang akan mulai, meskipun perusahaan tidak menentukan jadwal pasti

Asisten Perencanaan KSAU Marsekal Muda M. Syafii mengatakan penggantian pesawat Hercules masuk program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI bertajuk “Minimum Essential Force” (MEF). “Seharusnya masuk dalam rencana strategis pengadaan 2015-2019,” kata Syafii sebagaimana dikutip Tempo.

Marsekal Agus Supriatna berharap pemerintah memprioritaskan rencana pembelian pesawat angkut berat tersebut, terlebih setelah jatuhnya Hercules di Medan. Kecelakaan pesawat buatan 1964 itu merenggut 33 nyawa personel TNI AU dan enam anggota TNI AD serta 83 warga sipil yang ikut menumpang.
READ MORE - Indonesia Ingin A400 atau An-70 Gantikan Hercules

TNI Komitmen Datangkan Pesawat Baru


Info Militer Terbaru-Calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berkomitmen mendatangkan pesawat udara baru, bukan hibah atau bekas, ketika pengadaan yang akan datang.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Komisi I DPR RI, untuk pesawat udara harus baru. Pengadaan yang akan datang harus baru, kecuali yang sudah terlanjur (proses pengadaannya),” kata Gatot di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, Rabu (1/7) malam.

Hal itu dikatakan Gatot usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI yang dilaksanakan oleh Komisi I DPR RI.

Dia menjelaskan pesawat udara berbeda dengan alutsista yang berada di darat yang bisa diperbaiki di tempat apabila ditemukan kerusakan.

Namun, menurut dia, apabila pesawat mogok atau rusak ketika terbang maka akan hancur seperti beberapa kejadian kecelakaan pesawat milik TNI.

“Apabila pesawat mogok maka hancur sehingga komitmen saya dan Komisi I DPR RI untuk pesawat udara harus yang baru,” katanya.

Gatot menjelaskan Indonesia bukan negara kaya, namun semua alutsista yang sudah usang harus ditinggalkan dan diganti dengan yang baru agar operasional TNI bisa berjalan.

Dia mengatakan pembelian alutsista dari luar negeri harus memiliki transfer teknologi sehingga lambat laun Indonesia bisa memproduksi secara mandiri dan tidak tergantung dengan negara lain.

“Alutsista yang dimiliki Indonesia ada yang lama dan baru. Yang lama masih kami gunakan namun harus dipelihara,” katanya.

Dia menjelaskan kategori pesawat ada dua yaitu layak terbang atau tidak layak. Gatot mencontohkan pesawat Hercules produksi tahun 1964 masih digunakan Singapura dan Bangladesh, namun dilakukan sistem pemeliharaan secara berkesinambungan.

“Sistem pemeliharaannya setiap 50 jam terbang ada opname dan pengecekan lalu per tiga tahun dan per enam tahun dilakukan cek,” katanya.

Saat ini, menurut dia, ada 12 pesawat hercules tahun 1964 dan 12 dari produksi tahun 1975 ke atas. Dia mengatakan tidak mungkin menghentikan operasi pesawat Hercules tersebut meskipun dengan alasan pesawat sudah uzur.

“Apabila itu (pesawat Hercules) lalu kita mau menggunakan apa,” katanya.

Sebelumnya Komisi I DPR RI memberikan persetujuan pengangkatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI, setelah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan, kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di Jakarta, Rabu (1/7).

Sumber: Antara
READ MORE - TNI Komitmen Datangkan Pesawat Baru

Tuesday, 7 July 2015

China Tempatkan Rudal Pertahanan 250 Km dari India

sistem pertahanan udara

Info Militer Terbaru-Sebagai persiapan menghadapi konflik teritorial dengan India, China telah mengerahkan sistem pertahanan rudal antipesawat mereka HQ-9 ke lapangan udara Hetian di selatan wilayah otonomi Xinjiang Uyghur di barat laut negara itu. Menurut media Partai Komunis Global Times, 3 Juli 2015, Hetian hanya 260 kilometer dari India-Kashmir.

Kanwa Defense Review, sebuah majalah berbahasa China yang berbasis di Kanada, mengatakan rudal pertahanan udara HQ-9 baru-baru ini terlihat di pangkalan tersebut dan menilai bahwa keberadaan sistem ini untuk mempertahankan perbatasan barat China dari serangan udara potensial yang diluncurkan oleh Angkatan Udara India.

Lapangan terbang Hetian adalah basis Divisi Udara ke-37 Angkatan Udara China. Di tempat ini juga ditempatkan unit pembom tempur JH-7A yang dapat melaksanakan serangan udara terhadap sasaran di India.

Kanwa juga mengatakan Angkatan Udara PLA membuat keputusan lain pada akhir Juni untuk mengirim brigade pertahanan udara lain dari Daerah Militer Guangzhou  ke Gurun Gobi.
READ MORE - China Tempatkan Rudal Pertahanan 250 Km dari India

Pembelian Alutsista Strategis TNI Tak Boleh Dipublikasikan

jendral moeldoko

Info Militer Terbaru-Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengatakan, pembelian alat-alat tempur utama tidak dapat dipublikasikan ke masyarakat. Meski demikian ia menjamin pengadaan alutsista TNI tersebut tetap dilaksanakan melalui mekanisme lelang.

“Ada hal-hal yang memang dibuka melalui elektronik, tapi khusus alutsista tidak boleh. Yang jelas, semua proses berjalan sesuai aturan perpres,” ujar Moeldoko saat dijumpai di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (6/7).

Jenderal bintang empat itu memaparkan, institusinya tidak dapat membeberkan jenis dan jumlahnya alutsista yang dibeli setiap tahunnya. Ia beralasan, TNI menerapkan kebijakan tersebut atas dasar asas kerahasiaan.

Pengadaan barang dan jasa di lingkungan institusi negara diatur pada Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010. Sekitar empat bulan setelah dilantik menjadi presiden, Joko Widodo mengeluarkan perubahan keempat perpres tersebut.

Berdasarkan aturan itu, Moeldoko berkata TNI tidak dapat menentukan sendiri pabrikan yang akan menyediakan alutsista untuk institusinya. “Tidak boleh tunjuk kanan-kiri, semua harus melalui tender terbuka,” ucapnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan, selama ini alokasi anggaran untuk pembelian dan perawatan alat tempur utama TNI hanyalah 30 persen dari total anggaran pertahanan nasional. Rendahnya alokasi dana tersebut, menurutnya, memaksa TNI membeli alutsista bekas ataupun menanti hibah dari negara lain.

Presiden Joko Widodo pekan lalu telah memerintahkan Moeldoko dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk merombak manajemen alutsista secara mendasar. Perintah ini keluar setelah pesawat Hercules C-130 yang dioperasikan Skuadron Udara 32 jatuh di Medan.

Tak melulu membeli alutsista dari pabrikan luar negeri, Jokowi mendesak dua petinggi sektor pertahanan itu untuk ikut serta mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dalam rangka memodernisasi alutsista TNI.

Sebagai panglima tertinggi TNI, Jokowi mendesak zero accident di lingkungan TNI. Ia berkata, jatuhnya Hercules C-130 di Medan tidak boleh terulang kembali.

Sumber: CNN Indonesia
READ MORE - Pembelian Alutsista Strategis TNI Tak Boleh Dipublikasikan

Monday, 6 July 2015

Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih
S-400 Triumf, sistem pertahanan udara Rusia paling canggih

Info Militer Terbaru-Kesepakatan antara Rusia dan China untuk pengadaan sistem pertahanan udara S-400 akan mengubah peta bagi sejumlah negara. Sistem rudal paling canggih ini jelas akan meningkatkan kekuatan untuk Beijing dalam upayanya mendominasi langit di sepanjang perbatasannya, kata para ahli.

Sistem dengan daya jangkau 400 kilometer ini memungkinkan China untuk menyerang setiap sasaran udara di pulau Taiwan, selain mencapai target udara sejauh New Delhi, Calcutta, Hanoi dan Seoul. Air defense identification zone (ADIZ) atau zona identifikasi pertahanan udara Laut China dan Kuning di Timur Laut Cina juga akan dilindungi. Sistem ini akan memungkinkan China, jika perlu, untuk menyerang setiap sasaran udara dalam Korea Utara.

S-400 juga akan memungkinkan China untuk memperluas, tetapi tidak mendominasi, ruang pertahanan udara lebih dekat ke Jepang yang mengendalikan Kepulauan Senkaku yang disengketakan di Laut China Timur, kata Vasiliy Kashin, seorang spesialis Centre for Analysis of Strategies and Technologies, Moscow.

Saat ini China telah memiliki sistem S-300 dengan kisaran 300 kilometer. Jarak itu  hanya memungkinkan untuk menyerang target di sepanjang pantai barat laut Taiwan dan tidak dapat mencapai kota-kota besar di India dan Korea Selatan, kata Alexander Huang, Council on Strategic and Wargaming Studies, Taipei.  S-400 akan menantang kemampuan Taiwan untuk melakukan operasi pertahanan udara dalam Adiz, yang meliputi Selat Taiwan.

“Tentu saja, sistem baru ini juga akan memberikan China kemampuan ekstra untuk mencegah dan menolak ancaman udara musuh, membuat pasukan regional yang lebih berhati-hati ketika beroperasi dekat China,” kata Huang.

CEO Rosoboronexport Anatoly Isaikin mengumumkan penjualan sistem ini pada 13 Apri 2015 lalul. Dia mengatakan kepada media berita bahwa S-400 memiliki permintaan di pasar internasional dan China akan menjadi pelanggan ekspor pertama. Tidak ada spesifik yang terungkap, namun kontrak yang sebenarnya kemungkinan besar ditandatangani pada kuartal terakhir 2014, kata Kashin. Dia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup 4-6 batalyon dengan nilai sekitar US$ 3 miliar.

Sebagaimana ditulis Defense News Sabtu 18 April 2015 S-400 adalah sistem yang tangguh dan merupakan evolusi rudal udara dalam upaya modernisasi pertahanan China, kata Mark Stokes, direktur eksekutif Proyek 2049 Institute. “Akan menarik untuk mengetahui apa rudal khusus varian diekspor sama dengan yang dibuat untuk Rusia,” katanya.

Kementerian Taiwan Pertahanan Nasional (MND) tidak terkejut dengan kabar ini, kata juru bicara Mayjen. Luo Shou-he. Menruut dia MND. Rusia dan China telah bekerja sama erat pada isu-isu militer selama puluhan tahun, kata dia, termasuk penjualan senjata dan pertukaran teknologi pertahanan.
“Untuk mengatasi potensi ancaman sistem baru ini, ROC [angkatan bersenjata Taiwan] telah menyelesaikan analisis ancaman rudal, dan strategi untuk melawan penanggulangan untuk melibatkan S-400,” katanya.
READ MORE - Apa Yang Terjadi Jika China Miliki S-400?

Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Rudal Bastion

Info Militer Terbaru-Ketegangan di Crimea sepertinya masih akan terus terjadi menyusul keputusan Rusia yang akan menyebarkan rudal darat ke kapal berbasis silo, Bastion, di Semenanjung Crimea pada tahun 2020, kata kantor berita Interfax di Moscow Kamis, 2 Juli 2015. Sistem rudal baru akan diposisikan di wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana Kremlin untuk meningkatkan keamanan di wilayah Laut Hitam.

Penyebaran sistem rudal pesisir ini akan dilakukan tiga bulan setelah Rusia menempatkan sistem anti-misil di Crimea.

Infrastruktur rudal Bastion yang berbasis silo secara signifikan akan mampu meningkatkan kemampuan milter Rusia di Crimea. Sebuah rudal silo berbentuk silinder vertikal, yang dibangun di bawah tanah untuk menyimpan dan meluncurkan rudal balistik antarbenua.

Peluncur Bastion-P membawa dua rudal jelajah anti kapal P-800 Oniks/Yakhont (SS-N-26 Strobile). Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 km dengan lintasan penerbangan hi-low dan mampu mencapai jarak hingga 120 km dengan lintasan penerbangan low-low.

Kendaraan TEL (Transporter Erector Launcher) dapat meluncurkan rudal dalam waktu 5 menit. Kendaraan ini memiliki konfigurasi peluncuran vertikal. Kendaraan ini dapat meluncurkan rudal dengan interval waktu 2-5 detik antar peluncuran satu rudalnya.
READ MORE - Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Sunday, 5 July 2015

AS-Australia Gelar Latihan Militer Besar-Besaran, Jepang Bergabung

kapal perang us

Info Militer Terbaru-Amerika Serikat dan Australia, Minggu 5 Juli 2015 mulai menggelar latihan militer skala besar dua tahunan mereka. Untuk tahun ini Jepang turut ambil bagian untuk pertama kalinya sebagai buntut ketegangan dengan China terkait sengketa wilayah di Laut China Timur.

Latihan militer gabungan dengan sandi ”Talisman Sabre” yang berlangsung selama dua pekan di Northern Territory dan Negara bagian Queensland itu melibatkan 30 ribu personil dari Amerika Serikat dan Australia yang akan berlatih militer di laut, udara dan darat.

Sekitar 40 personil tentara Jepang – Pasukan Bela Diri Angkatan Darat Jepang (JGSDF) akan bergabung dengan kontingen Amerika Serikat, sementara lebih dari 500 tentara dari Selandia Baru juga terlibat dalam latihan, yang akan berakhir pada 21 Juli mendatang.

“Ini adalah aliansi yang sangat, sangat penting,” kata Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada hari Jumat di Sydney di atas kapal USS Blue Ridge, yang ambil bagian dalam latihan itu.

“Ini hubungan yang sangat penting dan sekarang kami menghadapi tantangan yang cukup signifikan di banyak bagian dunia tetapi khususnya di Timur Tengah.” Latihan perang, yang diadakan untuk keenam kalinya itu dilakukan saat China menunjukkan kekuatannya di wilayah tersebut.

Beijing telah membangun pulau-pulau dan fasilitas buatan di perairan sengketa di Laut China Selatan, dan memiliki sengketa wilayah yang terpisah dengan Jepang atas pulau-pulau Senkaku yang dikendalikan Tokyo – yang disebut Diaoyus oleh China – di Laut China Timur.

“Ada pesan halus yang ingin disampaikan bahwa pada setiap tingkat, mulai dari perangkat keras hingga keahlian teknis dan strategis serta kerja sama sekutu utama Amerika Serikat dan Amerika Serikat bekerja sama sangat erat terutama terkait China,” kata John Lee, seorang spesialis China di Universitas Sydney.

Beijing menolak kritik Amerika Serikat atas reklamasinya di Laut China Selatan selama pertemuan Dialog Shangri-La tahunan pada bulan Mei, dan mengatakan pihaknya hanya menunjukkan kedaulatannya.

Amerika Serikat telah mengejar kebijakan luar negeri “poros” Asia, yang telah mengguncang China, dan merotasi Angkatan Lautnya melalui utara Australia, langkah yang diumumkan oleh Presiden Barack Obama pada tahun 2011.

Sementara Beijing tidak akan senang dengan keterlibatan Jepang dalam latihan, itu, mereka juga tidak akan terkejut, kata para pakar.

Australia telah meningkatkan hubungan dengan Jepang dalam beberapa tahun terakhir dan Juli lalu Abbott menyebut rekannya Shinzo Abe sebagai "teman yang sangat, sangat dekat" selama kunjungan kenegaraan perdana menteri itu ke Canberra.

“Ini merupakan kelanjutan dari hubungan keamanan yang kuat antara Australia dan Jepang” kata Andrew Davies, senior analis kemampuan pertahanan di Institut Kebijakan Strategis Australia terkait keterlibatan Jepang dalam latihan gabungan itu.
READ MORE - AS-Australia Gelar Latihan Militer Besar-Besaran, Jepang Bergabung

Saturday, 4 July 2015

MiG-29 Fulcrum Rusia Jatuh

MiG-29 Fulcrum
MiG-29 Fulcrum

Info Militer Terbaru-Sebuah jet tempur MiG-29 Fulcrum milik Rusia dikabarkan jatuh di Krasnodar, wilayah selatan Rusia.

“Pesawat itu jatuh di wilayah Kushchyovka. Menurut informasi awal tidak ada yang terluka atau kerusakan di darat," kata sumber pertahanan seperti dikutip Ria Novosti Jumat sumber itu.

Pilot dikabarkan selamat setelah memutuskan melontarkan diri dari pesawat di waktu yang tepat. Saat ini keberadaan pilot masih dicari.

Sebuah sumber mengatakan bahwa kegagalan teknis dan kesalahan pilot dianggap sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan.

Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan insiden itu terjadi ketika pesawat sedang melakukan penerbangan latihan rutin tanpa amunisi. Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menggrounded semua MiG-29 yang ada sampai penyebab kecelakaan dipastikan.
READ MORE - MiG-29 Fulcrum Rusia Jatuh

Helikopter Mi-8 Rusia Hilang di Siberia

Mi-8
Mi-8

Info Militer Terbaru-Tim SAR Rusia tengah mencari helikopter Mi-8 yang hilang pada Kamis 2 Juli 2015 malam di wilayah otonomi Khanty-Mansi, Siberia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Situasi Darurat Rusia Jumat.

“Kemarin malam, helikopter Mi-8 yang terbang dari Nizhnevartovsk gagal untuk mendarat tepat waktu. Berdasarkan laporan, pesawat tersebut mengangkut lima orang,” kata sang menteri.

Pencarian melibatkan sekitar 90 orang dan sepuluh peralatan milik Kementerian Situasi Darurat Rusia.
READ MORE - Helikopter Mi-8 Rusia Hilang di Siberia